Maruti Suzuki Masuk 10 Besar Produsen Mobil Paling Bernilai di Dunia, Geser Ford dan Volkswagen

1 month ago 55

Liputan6.com, Jakarta - Maruti Suzuki mencatat tonggak bersejarah dengan menembus daftar 10 besar produsen mobil paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 57,6 miliar. Capaian ini membuat perusahaan asal India tersebut menyalip beberapa nama besar industri otomotif global seperti Ford, General Motors (GM), dan Volkswagen (VW).

Berdasarkan laporan Autocar India, Senin (6/10/2025), kenaikan valuasi Maruti Suzuki didorong oleh reformasi GST 2.0 (pajak barang dan jasa) yang diberlakukan pemerintah India pada 22 September 2025. Reformasi ini memberikan dampak positif terhadap penjualan, terutama pada kendaraan berukuran di bawah 4 meter yang kini dikenai tarif pajak lebih rendah.

Untuk pertama kalinya, Maruti Suzuki masuk ke jajaran 10 besar perusahaan otomotif dunia berdasarkan nilai pasar. Anak perusahaan Suzuki Motor Corporation asal Jepang ini kini berada di posisi ke-9 secara global.

Per September 2025, kapitalisasi pasar Maruti Suzuki mencapai sekitar Rs 5,03 triliun atau setara USD 56,7 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan Volkswagen (USD 54,3 miliar) dan Ford (USD 47,7 miliar).

Selain itu, valuasi Maruti Suzuki juga tercatat melampaui perusahaan induknya, Suzuki Motor Corporation, yang bernilai USD 28,7 miliar dan berada di peringkat ke-17 dunia.

Pertumbuhan ini memperlihatkan peran signifikan segmen mobil kecil dalam mendukung peningkatan nilai perusahaan, terutama setelah diterapkannya kebijakan pajak baru yang lebih ringan untuk kendaraan di bawah 4 meter.

Daftar 10 Besar Produsen Mobil Paling Bernilai di Dunia

Berdasarkan data per Oktober 2025, sepuluh perusahaan otomotif dengan kapitalisasi pasar tertinggi di dunia saat ini adalah Tesla, Toyota, Xiaomi, BYD, Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, Honda, Maruti Suzuki, dan GM.

Tesla masih menempati posisi puncak dengan valuasi mencapai USD 1,47 triliun, disusul Toyota dengan USD 314 miliar dan Xiaomi di posisi ketiga dengan USD 174,8 miliar.

BYD asal China berada di peringkat keempat dengan USD 133 miliar, diikuti Ferrari (USD 92,7 miliar), BMW (USD 61,3 miliar), Mercedes-Benz (USD 59,8 miliar), dan Honda (USD 59 miliar).

Maruti Suzuki menempati posisi kesembilan dengan USD 57,6 miliar, sedikit di atas GM yang bernilai USD 57,1 miliar. Posisi ini menandai pertama kalinya produsen mobil asal India masuk dalam daftar 10 besar dunia, sejajar dengan merek otomotif global yang telah lama mendominasi pasar internasional.

Kenaikan Saham Didukung Reformasi GST

Pertumbuhan nilai pasar Maruti Suzuki diikuti oleh kenaikan signifikan pada harga saham. Pada 26 September 2025, harga saham perusahaan meningkat dari Rs 10.725 menjadi Rs 16.435 per lembar, atau naik 53,2 persen dalam waktu singkat.

Kenaikan ini melampaui pertumbuhan Nifty Auto Index, yang naik 43,5 persen pada periode yang sama. Kinerja positif tersebut dikaitkan dengan stabilitas keuangan perusahaan, peluncuran produk baru, dan penyesuaian terhadap kebijakan pemerintah yang mendorong daya beli konsumen.

Kebijakan GST 2.0 yang menurunkan tarif pajak untuk kendaraan segmen-B dari 28 persen menjadi 18 persen memberikan dampak langsung terhadap penjualan.

Maruti Suzuki mencatat 80.000 pertanyaan pembelian dan 25.000 unit pengiriman kendaraan hanya dalam satu hari setelah tarif baru diberlakukan.

Perluasan Lini SUV dan Kendaraan Listrik

Maruti Suzuki terus memperluas lini produknya untuk memperkuat posisinya di pasar. Perusahaan meluncurkan SUV Victoris dengan pilihan mesin bensin, CNG, hybrid, dan 4WD.

Selain itu, model e-Vitara yang menggunakan tenaga listrik juga diperkenalkan untuk memperluas kehadiran Maruti di segmen kendaraan listrik.

Langkah ini sejalan dengan tren industri otomotif global yang mengarah pada efisiensi energi dan elektrifikasi kendaraan.

Maruti Suzuki juga mendapatkan dukungan dari kebijakan pemerintah dan investor dalam pengembangan kendaraan ramah lingkungan di India.

Dengan peningkatan nilai pasar, perluasan lini produk, dan reformasi kebijakan yang mendukung, Maruti Suzuki berada pada jalur pertumbuhan berkelanjutan di pasar domestik maupun global.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |