Kebiasaan Ini Bisa Bikin Bodi Motor Cepat Keropos

1 month ago 49

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki motor bukan hanya menjaga performa mesinnya, tetapi juga kondisi bodi kendaraan. Sayangnya, masih banyak pemilik motor yang kurang menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari justru bisa mempercepat kerusakan bodi, terutama pada bagian logam yang rentan lapuk atau keropos.

Bodi motor yang rusak tidak hanya mengganggu tampilan, tetapi juga dapat menurunkan fungsi serta nilai jual kendaraan. Oleh karena itu, penting bagi pengendara untuk memahami kebiasaan apa saja yang tanpa disadari mempercepat proses kerusakan tersebut.

Bodi motor yang rentan lapuk umumnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cara perawatan pemiliknya. Paparan sinar matahari langsung, air hujan, hingga kontaminan jalan seperti lumpur dan garam dapat mempercepat proses oksidasi pada logam serta mengikis lapisan cat dan pelindung bodi.

Dilansir dari laman resmi Suzuki, faktor tersebut bukan satu-satunya penyebab. Kebiasaan berkendara dan cara menyimpan motor yang kurang tepat juga berperan besar dalam mempercepat kerusakan bodi.

Salah satu kebiasaan yang sering dianggap sepele adalah memarkir motor di luar ruangan tanpa pelindung. Parkir di bawah terik matahari atau hujan secara terus-menerus dapat membuat warna cat cepat pudar dan bodi lebih rentan lapuk.

Sinar ultraviolet (UV) mampu merusak lapisan cat, sementara air hujan yang mengering kerap meninggalkan kontaminan yang menempel pada permukaan logam.

Solusinya cukup sederhana, seperti memarkir motor di tempat teduh, menggunakan cover motor, serta segera mengelap bodi setelah terkena hujan.

Jangan Biarkan Kotoran Menempel Terlalu Lama

Kotoran jalan berupa debu, lumpur, hingga serpihan garam sering kali dibiarkan menempel terlalu lama. Padahal, kontaminan ini dapat mengikis lapisan pelindung bodi dan membuka celah terjadinya korosi.

Membersihkan motor secara rutin, terutama setelah melintasi jalan basah atau berlumpur, sangat disarankan. Jangan lupa untuk membersihkan area bawah bodi, sela-sela rangka, serta bagian logam yang sering terkena cipratan air dan lumpur.

Merawat bodi motor bukan hanya soal menjaga penampilan, tetapi juga berkaitan dengan usia pakai kendaraan dalam jangka panjang.

Gesekan kecil, benturan ringan, atau noda oli yang dibiarkan terlalu lama bisa menjadi titik awal kerusakan yang lebih serius.

Dengan menghindari kebiasaan buruk dan menerapkan perawatan sederhana namun konsisten, pemilik motor dapat memastikan kendaraannya tetap awet, terlindungi, dan selalu siap digunakan.

Selain itu, kondisi bodi yang terjaga juga menjadi investasi jangka panjang bagi motor kesayangan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |