Jangan Nekat, Ini Risiko Motor Listrik Jika Terendam Air dan Banjir

2 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tren peralihan ke kendaraan listrik roda dua di Indonesia kian terlihat jelas di jalanan. Namun di balik efisiensi dan ramah lingkungannya, motor listrik menyimpan tantangan tersendiri, terutama saat harus menghadapi musim hujan dan risiko banjir.

Berbeda dengan sepeda motor konvensional, motor listrik memiliki sejumlah komponen yang sensitif terhadap air. Mulai dari baterai, kabel kelistrikan, hingga unit motor listrik menjadi bagian vital yang rentan mengalami gangguan jika terpapar air secara berlebihan.

Ketika motor listrik nekat melintasi genangan atau bahkan terendam banjir, risiko korsleting, kerusakan sistem penggerak, hingga kegagalan fungsi elektrikal bisa terjadi jika tidak ditangani dengan benar.

Meski dirancang memiliki tingkat perlindungan tertentu, motor listrik tetap memiliki batas aman yang tidak boleh dilampaui.

Dilansir dari blog.ibid.astra, pakar otomotif menyarankan batas aman motor listrik saat melintasi genangan air berada di kisaran 20–30 sentimeter, atau setara dengan tinggi dek kaki maupun as roda. Batas ini dinilai masih aman untuk mencegah komponen penting seperti baterai dan controller ikut terendam.

Jika ketinggian air sudah melebihi batas tersebut, risiko kerusakan komponen elektronik vital, seperti controller dan baterai, akan meningkat drastis.

Air yang masuk ke dalam sistem dapat menyebabkan gangguan permanen yang berdampak pada performa hingga keselamatan pengendara.

Tak hanya saat melintasi genangan, kebiasaan setelah melewati banjir juga perlu mendapat perhatian.

Banyak pemilik motor listrik yang langsung menyalakan kendaraan atau bahkan mengisi daya baterai. Padahal, langkah tersebut justru berpotensi memperparah kondisi jika komponen internal masih dalam keadaan basah.

Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Berdasarkan panduan teknis, penanganan yang benar setelah melewati genangan atau banjir adalah memastikan seluruh komponen benar-benar kering.

Selain itu, sisa kotoran dari air banjir perlu dibersihkan, serta dilakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum motor kembali digunakan.

Perlu diingat, air banjir umumnya mengandung lumpur, pasir, dan zat korosif yang dapat mempercepat kerusakan soket, kabel, hingga sel baterai jika tidak segera dibersihkan.

Dengan berbagai risiko tersebut, menghindari rute rawan banjir atau memilih jalur alternatif yang lebih aman tetap menjadi pilihan paling bijak bagi pengguna motor listrik.

Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga usia pakai kendaraan sekaligus meminimalkan risiko kerusakan yang merugikan.

Langkah Penanganan Setelah Terendam atau Terkena Air

Jika motor listrik sudah terpapar dengan air banjir atau melewati genangan yang cukup dalam, terdapat beberapa langkah penting yang harus dilakukan:

1. Jangan langsung menyalakan motor atau mengisi daya

Komponen seperti baterai dan controller rentan terhadap kelembapan. Menyalakan motor ketika masih basah dapat memicu korsleting atau kerusakan permanen. Sebaiknya tunggu hingga seluruh bagian benar-benar kering sebelum motor dihidupkan kembali.

2. Keringkan dan berishkan seluruh komponen

Usai banjir surut, segera untuk membersihkan motor listrik dengan air bersih yang mengalir, terutama bagian bawah dan sekitar komponen kelistrikna. Tujuannya adalah untuk menghilangkan sisa kotoran atau zat korosi yang bisa merusak seiring waktu.

3. Periksa dan lepaskan soket baterai jika perlu

Jika memungkinkan, segera lepas soket baterai untuk mencegah korsleting saat motor sedang dibersihkan. Pastikan semua sambungan kering sebelum dipasang kembali.

4. Periksa dinamo dan motor penggerak

Motor listrik tipe hub-drive di roda juga perlu dikeringkan dan diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada air yang tertinggal di dalamnya.

Potensi Bahaya Jika Tidak Ditangani dengan Benar

Motor listrik yang tidak ditangani dengan benar setelah terkena air banjir akan berpotensi mengalami berbagai masalah serius.

Air yang masih tersisa di komponen elektronika bisa menyebabkan korsleting, kerusakan controller, atau bahkan kerusakan total pada baterai yang merupakan salah satu komponen paling mahal untuk diganti.

Selain itu, air banjir yang kotor mengandung zat-zat korosi yang dapat mempercepat terjadinya korosi pada konektor dan kabel listrik, menurunkan umur komponen, dan menimbulkan kegagalan fungsi saat motor digunakan kembali.

Oleh karena itu, penanganan setelah banjir bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga aspek keselamatan dan daya tahan kendaraan.

Dengan menerapkan tips ini, para pemilik motor listrik dapat terus berkendara dengan aman tanpa harus menghadapi risiko kerusakan komponen yang mahal di masa depan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |