Rantai Motor Kendur? Jangan Langsung Dipotong! Ini Risikonya

19 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Rantai motor yang kendur sering membuat pemilik kendaraan mencari cara cepat agar motor kembali nyaman digunakan. Salah satu langkah yang kerap ditempuh adalah memotong dua mata rantai agar ketegangannya kembali normal.

Cara ini biasanya dilakukan ketika setelan standar sudah mencapai batas maksimal. Dengan memotong rantai, jarak antara roda dan mesin menjadi lebih pendek, sehingga rantai kembali terasa kencang.

Sekilas, metode tersebut terlihat praktis dan tidak memerlukan biaya besar. Terlebih, tidak semua pemilik motor memiliki waktu atau dana untuk langsung mengganti satu set rantai dan gir.

Namun, mengutip laman wahanahonda.com, Senin (23/2/2026), rantai yang sudah mengalami pemanjangan sebenarnya menandakan bahwa komponen tersebut telah mendekati batas usia pakai. Artinya, rantai sudah tidak lagi bekerja secara optimal.

Dalam kondisi tertentu, khususnya pada motor bebek, pemotongan rantai memang masih bisa dilakukan sebagai solusi sementara. Meski demikian, langkah ini tetap tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang.

Risiko Besar di Balik Pemotongan Rantai

Masalah mulai muncul ketika rantai yang telah dipotong digunakan dalam jangka waktu lama, terutama pada motor sport dengan kapasitas mesin yang lebih besar.

Perubahan panjang rantai dapat mengganggu keseimbangan kerja gir set. Padahal, komponen tersebut sejak awal dirancang untuk bekerja sebagai satu kesatuan dengan ukuran tertentu.

Akibatnya, distribusi beban menjadi tidak merata. Gir akan lebih cepat aus dan bentuknya dapat berubah menjadi runcing. Kondisi ini membuat kinerja sistem penggerak motor menurun.

Pada motor sport, risiko tersebut semakin besar karena tenaga mesin yang disalurkan lebih tinggi dibandingkan motor bebek. Rantai yang sudah dipotong juga cenderung lebih cepat rusak dan tidak bertahan lama.

Jika dibiarkan, keausan komponen dapat memicu kerusakan lanjutan. Selain meningkatkan biaya perawatan, kondisi ini juga memperbesar risiko kecelakaan di jalan.

Ancaman Keselamatan dan Solusi yang Dianjurkan

Risiko paling berbahaya dari pemotongan rantai adalah potensi rantai putus saat digunakan. Kondisi ini akan semakin berisiko jika rantai sebelumnya sudah dipotong dan dipaksakan tetap dipakai.

Saat putus di tengah perjalanan, rantai dapat melilit gir dan menyebabkan roda belakang terkunci secara mendadak. Situasi ini sangat berbahaya, terutama ketika motor melaju dengan kecepatan tinggi, karena pengendara dapat kehilangan kendali.

Dalam keadaan darurat, pemotongan rantai masih bisa dijadikan solusi sementara hingga pemilik memiliki waktu dan biaya untuk mengganti komponen secara menyeluruh.

Namun, untuk penggunaan jangka panjang, langkah ini sangat tidak dianjurkan. Penggantian rantai dan gir set secara bersamaan menjadi pilihan terbaik demi menjaga performa dan keamanan.

Bagi pemilik motor yang belum memahami prosedur perawatan dengan benar, disarankan untuk melakukan servis di bengkel resmi agar seluruh proses dilakukan sesuai standar pabrikan.

Solusi Ideal?

Pada akhirnya, meski terlihat praktis, memotong rantai motor bukanlah solusi ideal. Risiko keausan hingga potensi kecelakaan jauh lebih besar dibandingkan manfaat sesaat yang diperoleh.

Untuk menjaga keselamatan berkendara, lakukan perawatan rutin dan ganti komponen sesuai rekomendasi agar motor tetap dalam kondisi prima.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |