Terus Bertahan Berkat BRI, Ini Kisah di Balik Nikmatnya Soto Tahu Mbah Wongso Kuliner Legendaris Yogyakarta

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta Bagi warga Yogyakarta, soto sudah lama menjadi menu andalan untuk sarapan. Walaupun kota ini terkenal dengan gudeg, justru soto yang paling mudah dijumpai di berbagai sudutnya. Baik dari tepi jalan hingga gang-gang kecil di penghujung Yogyakarta. Dari sekian banyak pilihan, Soto Tahu Mbah Wongso punya posisi istimewa.

Berbeda dari soto-soto legendaris di Yogyakarta yang menjual isian daging, ayam atau ayam kampung. Sesuai namanya, Soto Tahu Mbah Wongso memilih tahu untuk isi soto. Terlihat sederhana bukan? Namun rasanya boleh diadu.

Berdiri sejak 1952, warung yang berada tak jauh dari Ringroad Selatan Yogyakarta kini dikelola oleh Marjudi (67).  Setelah istrinya meninggal pada 2017, pria lanjut usia ini meneruskan usaha yang dulu dirintis oleh bapak mertuanya, Mbah Wongso. 70 tahun lebih beroperasi, Marjudi sudah melewati banyak tantangan, mulai dari relokasi akibat gempa sampai masa-masa sepi ketika pandemi melanda. Namun warung ini tetap bertahan.

Selain karena loyalitas pelanggan, ketekunan Marjudi mengikuti perkembangan zaman juga berperan besar. Ia mulai menggunakan QRIS ( Quick Response Code Indonesian Standard) dan memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI, yang membantunya mengatur dan mempertahankan usaha keluarga ini.

Rasa yang Tetap Sama Sejak 1952 dan Pujian dari Bondan 'Maknyus'

Semangkuk soto tahu tersaji di meja, kuah beningnya langsung menggugah selera dengan aroma kaldu yang ringan namun tetap memikat. Di dalam mangkuk, irisan tahu berpadu dengan cabai rawit dan kemangi segar yang selalu tersedia di meja.

Marjudi kemudian bercerita bahwa penggunaan tahu sebagai isian utama ini punya sisi sejarah yang kuat. Sejak dirintis oleh Mbah Wongso, warung ini ditujukan untuk melayani masyarakat kecil yang melintas di jalur Kotagede–Imogiri. Pada masa itu, banyak orang bepergian dengan berjalan kaki atau menunggang kuda dan membutuhkan makanan hangat, ringan, serta terjangkau. Tahu menjadi pilihan karena mudah diperoleh, murah, dan mampu menyerap rasa kuah bening dengan baik. Dari situlah soto tahu lahir, dan racikan itu dipertahankan hingga sekarang.

“Dari dulu rasanya ya seperti ini, enggak banyak berubah,” ujar Marjudi sambil tersenyum saat ditemui Liputan6.com pada Rabu (19/11/2025). 

Keistimewaan soto seharga Rp 12.000 ini juga terletak pada kuahnya, bening namun tetap gurih. Setiap hari, Marjudi sendiri yang memasaknya, sementara karyawan menyiapkan bahan pelengkap. Ia masih mengingat betul bagaimana mendiang Bondan Winarno pernah memuji kuah soto ini.

“Bondan Kuliner bilang, kuah soto se-Yogya itu enggak ada yang sama dengan ini. Paling bening, paling segar,” kenangnya. Selain tahu dan kemangi yang melimpah, pelanggan juga bisa menambah lauk seperti babat iso atau ayam kampung, yang disajikan terpisah dan hanya bagi mereka yang membutuhkan.

"Kalau di sini pakai daging itu dipisah mba, yg memerlukan saja. Ciri khasnya soto tahu, lauknya pendamping, tapi yang paling laris babat iso" ujar Marjudi. 

Keunikan lain hadir dari cara penyajian cabai rawitnya. Alih-alih sambal halus seperti di banyak warung soto lain, di sini cabai rawit disajikan utuh untuk langsung dicelupkan ke dalam kuah soto panas. Perlahan, cabai melepaskan rasa pedas yang berpadu dengan gurihnya kuah, menciptakan sensasi yang khas. Pelanggan pun bebas menentukan sendiri berapa banyak cabai yang ingin mereka gunakan, menyesuaikan dengan selera masing-masing.

Ludes hingga 500 Mangkuk Lebih di Akhir Pekan

Akhir pekan menjadi momen paling sibuk bagi warung Soto Tahu Kemasan. Sejak pagi, arus pengunjung datang silih berganti, memenuhi bangku-bangku kayu panjang yang berjejer di dalam warung bambu sederhana itu.

Aktivitas di dapur pun nyaris tak berhenti, kuah terus dihangatkan, tahu dan pelengkap lainnya disiapkan, sementara mangkuk-mangkuk berpindah cepat dari tangan peracik ke meja pembeli. Dalam sehari, ratusan porsi bisa ludes.

“Kalau Sabtu–Minggu kurang lebih 500 mangkuk. Paling ramai ya Sabtu–Minggu,” jelas Marjudi.

Keramaian itu akan meningkat berkali lipat saat hari libur nasional atau musim liburan sekolah tiba. Pada momen-momen seperti itu, Marjudi sering kewalahan jika tidak menambah tenaga tambahan. Pengunjung datang dari berbagai kota, sebagian membawa keluarga besar, dan banyak pula yang sudah menjadikan warung ini tujuan wajib setiap kali berkunjung ke Yogyakarta.

“Hari-hari liburan saya kewalahan kalau enggak nambah tenaga. Kadang setengah hari saja sudah habis,” tuturnya, mengenang betapa cepatnya stok bisa habis ketika jumlah pengunjung membludak.

Bahkan, tak jarang pelanggan setia menghubunginya lebih dulu sejak pagi hari untuk memastikan mereka kebagian. Ada yang mengirim pesan lewat WhatsApp, ada pula yang langsung menelepon.

“Yang sudah hafal sampai WA atau telepon saya ‘Pak, nanti saya jam segini ke sana, tolong disisain',’” kata Marjudi sambil tertawa kecil. 

Secara resmi, warung ini buka dari pukul enam pagi hingga dua siang. Namun pada akhir pekan atau hari libur, jam operasional itu tinggal kesepakatan di papan saja, karena sering kali mereka harus menutup lebih awal ketika seluruh bahan sudah habis terjual. “Kalau kuah bikin lagi mudah, tapi lainnya susah,” ujar Marjudi

Berusaha Bertahan saat Pandemi

Warung ini berada tak jauh dari Ringroad Selatan Yogyakarta. Berdiri dengan bangunan bambu, dinding anyaman dan deretan bangku kayu panjang. Sederhana, tapi justru itu yang membuat orang datang kembali, suasananya ramah, tenang, dan terasa akrab.

Kendati demikian, sebelum gempa besar mengguncang Yogyakarta, warung Soto Tahu Mbah Wongso Kemasan berada di seberang jalan dari lokasi sekarang. Bangunannya sangat sederhana, hanya memiliki tiga meja kecil. Setelah gempa, Marjudi memutuskan untuk menyewa lahan dan pindah ke lokasi saat ini. Ia tidak langsung membesarkan warung, tapi perlahan memperluasnya seiring waktu sesuai perkembangan usaha.

“Dulu cuma tiga meja. Terus saya melihat ada perkembangan, jadi saya lebarkan. Disyukuri ya,” katanya.

Sebagai pelaku usaha kuliner, Marjudi merasakan betul naik turunnya ekonomi. “Kalau kenaikan kelas, anjloknya terlalu banyak. Orang-orang kebanyakan berhemat, setelah itu nanti kembali lagi,” ujarnya. Namun tak ada yang lebih berat dari pandemi.

“Kendala yang parah itu alam, corona. Sepi banget. Saya bersyukur corona bisa bertahan,” lanjutnya. Meski terdampak, ia berhasil melewati masa sulit dengan mengandalkan tabungan dan penjualan harian, hingga akhirnya warung bisa kembali stabil.

Beralih ke Pembayaran Digital karena Permintaan Pelanggan

Setelah melewati masa-masa sulit itu, Marjudi mulai menyadari pentingnya menyesuaikan warung dengan perkembangan zaman, termasuk dalam hal pembayaran. Meski warung selalu ramai setiap akhir pekan, ia pernah merasa rugi karena kehilangan pelanggan yang menginginkan metode pembayaran modern QRIS.

Untuk mengatasi hal ini, sekitar tahun 2023, Marjudi mulai menerapkan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS. Sebelumnya, semua transaksi hanya dilakukan secara tunai, yang kadang menyulitkan saat warung sedang padat pengunjung.

“Dulu ada orang ke sini, nanya, ada QRIS nggak? Saya bilang nggak ada. Pelanggannya pergi. Rugi, kehilangan pelanggan. Akhirnya saya bilang ke anak saya, minta dibuatkan QRIS,” ceritanya.

Sejak itu, menurut pengakuan Marjudi warung ini  mulai menggunakan QRIS dari BRI. Penerapan sistem ini langsung dirasakan manfaatnya, terutama ketika ia menghadapi kendala kembalian.

“Kalau lagi nggak ada kembalian, langsung bisa QRIS. Praktis. Uangnya langsung masuk tabungan, saya bisa sekalian menabung. Saya tipe kalau nggak perlu uangnya ya nggak diambil,” ujarnya.

Marjudi pun tertawa kecil ketika mengingat masa sebelum QRIS hadir. Dulu, ketika kembalian lima ribu tidak tersedia, ia merasa bingung karena tidak ingin pelanggan dirugikan, namun juga tidak ingin mengambil uang begitu saja.

“Uangnya enggak mau ditinggal di warung, tapi enggak mau juga kalau dipek (disimpan) pelanggan. Wah jadi pusing saya,” katanya sambil geleng-geleng kepala.

Dengan adanya QRIS, semua masalah itu kini teratasi. Transaksi lebih cepat, praktis, dan aman, sekaligus membantu pengelolaan keuangan warung sehari-hari.

Pelanggan Terbantu

Salah satu pelanggan, Rina (32), mengaku sangat terbantu dengan adanya pembayaran lewat QRIS. 

“Sangat terbantu, apalagi sekarang apa-apa dari handphone. Saya jarang bawa uang cash. Sekarang tinggal scan, beres.” ujar Rina. 

Hal serupa juga disampaikan Sunarto (56), pelanggan setia di warung ini. Ia merasa QRIS membuat antrean jadi lebih lancar, terutama saat jam sarapan di akhir pekan yang selalu padat.

“Enaknya sekarang kalau lagi buru-buru, tinggal bayar QRIS, nggak perlu nunggu kembalian,” ujarnya. “Tapi yang bikin saya balik terus ya tetap rasanya. Soto beningnya dan kemanginya itu lho"

Bagi para pelanggan setia, kehadiran QRIS bukan sekadar soal gaya hidup digital, tapi memudahkan mereka menikmati soto kesukaan tanpa hambatan. Dan ketika kemudahan itu dipadukan dengan rasa soto yang konsisten enak sejak dulu, tak heran warung ini terus menjadi tujuan banyak orang dari berbagai kalangan.  

KUR BRI untuk Pengembangan Warung

Hubungan Marjudi dengan BRI tidak hanya dimulai dari QRIS. Sebelumnya, ia memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI untuk mengembangkan usaha. 

Marjudi mengungkapkan ia pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan dengan bank lain, hingga membuat ia lebih berhati-hati dalam memilih lembaga keuangan. Ia menilai BRI memberikan bunga rendah dan prosedur yang jelas, sehingga lebih sesuai untuk warung yang terus berkembang.

Marjudi mengambil KUR pada tahun 2023 dengan jangka waktu 4 tahun. Saat ini sudah memasuki tahun kedua peminjaman. Ia menjelaskan bahwa awalnya ingin mengambil jumlah sesuai kemampuan, tetapi akhirnya memutuskan mengambil lebih besar agar dana bisa dimanfaatkan secara optimal untuk operasional dan pengembangan warung.

Salah satu alasan utama memilih BRI adalah bunganya yang rendah. Marjudi menekankan, fasilitas ini sangat membantu pengusaha kecil seperti dirinya untuk mengelola keuangan tanpa terbebani bunga tinggi.

“Bunganya kecil, paling kecil BRI,” ujar Marjudi.

Dana KUR tersebut digunakan untuk membeli mobil dan mengembangkan warung. Marjudi berencana memperluas warung dengan menambah area parkir. Agar pengunjung lebih nyaman, terutama pada akhir pekan dan hari libur yang ramai. Ia berencana melakukan pengembangan secara bertahap agar tidak mengganggu operasional harian

“Saya rencana mau nambah lahan parkir. Kalau Sabtu-Minggu parkiran penuh. Pelan-pelan.” pungkasnya.

Dukungan BRI melalui KUR memberi Marjudi modal untuk mengembangkan warung, mulai dari membeli mobil hingga memperluas warung agar lebih nyaman bagi pelanggan. Di sisi lain, penerapan QRIS memudahkan transaksi non-tunai dan menjaga kelancaran usaha di tengah keramaian, sehingga pelanggan bisa tetap nyaman dan warung tetap laris.

Semua ini menjadi bukti nyata semangat “Bersama Rakyat, Indonesia Maju”, di mana BRI tidak hanya menyediakan fasilitas keuangan, tetapi juga mendorong usaha mikro dan kecil untuk tumbuh, berdaya, dan ikut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Cara Daftar QRIS BRI bagi Calon Merchant Melalui BRImo

Bagi banyak pelaku usaha, hadirnya QRIS benar-benar mempermudah kegiatan transaksi, lebih cepat, tanpa kerepotan uang kembalian, dan pencatatan pun lebih tertata. Jika Anda ingin merasakan kemudahan serupa seperti Warung Soto Tahu Kemasan, pendaftaran merchant QRIS BRI kini dapat dilakukan langsung melalui BRImo, sehingga prosesnya menjadi lebih ringkas dan dapat diurus dari ponsel Anda.

Jika Anda ingin mendaftarkan usaha sebagai merchant QRIS BRI bisa melalui BRImo, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Login ke BRImo, lalu pilih menu “Lainnya”.
  • Ketik “Jadi Merchant”, klik ikon yang muncul, atau scroll ke bawah ke menu “Produk BRI” untuk masuk ke website pendaftaran (jadimerchant.bri.co.id).
  • Di website, klik “Daftar Sekarang”, lalu pilih produk merchant yang sesuai.
  • Pastikan Anda memiliki rekening BRI, lalu isi data diri dan informasi usaha (alamat, NIK, nomor handphone, jenis usaha, dan merchant).
  • Klik “Daftar Merchant” untuk menyelesaikan proses pendaftaran.

Cara Daftar KUR BRI Secara Online

Bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal, proses pengajuan KUR kini semakin mudah berkat layanan digital dari BRI. Melalui platform daring yang telah disediakan, Anda dapat mengurus pengajuan tanpa harus datang ke kantor cabang pada tahap awal.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Kunjungi situs resmi KUR BRI di kur.bri.co.id.
  • Buat akun dengan email dan kata sandi, lalu lakukan verifikasi.
  • Isi formulir pengajuan dengan data diri dan informasi usaha secara lengkap.
  • Unggah dokumen yang diperlukan, seperti KTP, KK, dan surat izin usaha.Klik "Submit" untuk mengajukan permohonan.
  • Setelah pengajuan, Anda akan mendapatkan notifikasi status aplikasi.
  • Jika disetujui, Anda harus mengunjungi kantor BRI untuk verifikasi dan menandatangani dokumen.

Cara Daftar KUR BRI 2025 Secara Offline

Bagi yang tidak memiliki akses internet, pengajuan KUR BRI juga dapat dilakukan secara tatap muka. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Datangi kantor cabang BRI terdekat.
  • Sampaikan maksud pengajuan pinjaman kepada petugas bank.
  • Isi formulir yang disediakan oleh petugas.
  • Serahkan dokumen yang diperlukan untuk proses verifikasi.
  • Proses offline ini memungkinkan interaksi langsung dengan petugas bank, sehingga Anda dapat memperoleh informasi lebih detail mengenai program KUR.
Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |