IHSG Hari Ini 20 November 2025 Kembali Menghijau, Sektor Saham Energi Pimpin Kenaikan

1 week ago 34

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat sesuai prediksi pada perdagangan saham Kamis, (20/11/2025). Kenaikan IHSG hari ini mengikuti bursa saham Asia Pasifik dan sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 42,97 poin ke posisi 8.449,54. Pada pukul 09.42 WIB, IHSG menguat 0,75% ke posisi 8.469. Indeks saham LQ45 bertambah 0,97% ke posisi 857. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.473,12 dan level terendah 8.439,64. Sebanyak 330 saham menguat dan 202 saham melemah. 172 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 608.932 kali dengan volume perdagangan 8,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.733.

Dari 11 sektor saham, sektor saham properti turun 0,87%. Sektor saham energi bertambah 1,02%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer siklikal menanjak 1,01%. Selain itu, sektor saham basic menguat 1,09%, sektor saham industri melesat 0,60%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,81%.

Lalu sektor saham consumer siklikal naik 0,99%, sektor saham kesehatan menanjak 0,17%, sektor saham keuangan mendaki 0,40%, sektor saham infrastruktur naik 0,45% dan sektor saham transportasi melesat 0,26%.

Harga saham CBRE naik 0,46% ke posisi Rp 1.085 per saham. Harga saham CBRE dibuka stagnan di posisi Rp 1.080 per saham. Harga saham CBRE berada di level tertinggi Rp 1.095 dan level terendah Rp 1.065 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.695 kali dengan volume perdagangan 60.029 saham. Nilai transaksi Rp 6,5 miliar.

Gerak Saham

Harga saham TINS melompat 1,93% ke posisi Rp 3.170 per saham. Saham TINS dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 3.130 per saham. Harga saham TINS berada di level tertinggi Rp 3.240 dan level terendah Rp 3.120 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.929 kali dengan volume perdagangan 192.102 saham. Nilai transaksi Rp 61,3 miliar.

Harga saham GTSI terbang 16,81% ke posisi Rp 139 per saham. Saham GTSI dibuka naik satu poin ke posisi Rp 120 per saham. Harga saham GTSI berada di level tertinggi Rp 142 dan terendah Rp 120 per saham. Total frekuensi perdagangan 31.859 kali dengan volume perdagangan 8.909.443 saham dan nilai transaksi Rp 119,7 miliar.

Harga saham PTRO menguat 0,84% ke posisi Rp 9.000 per saham. Saham PTRO dibuka bertambah 25 poin ke posisi Rp 8.950 per saham. Saham PTRO berada di level tertinggi Rp 9.075 dan level terendah Rp 8.950 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.611 kali dengan volume perdagangan 38.370 saham. Nilai transaksi Rp 34,6 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham BOGA melesat 25%
  • Saham KOKA melesat 24,84%
  • Saham BUKK melesat 24,70%
  • Saham KOCI melesat 21,11%
  • Saham PUDP melesat 20,19%

Saham-saham top losers antara lain:

  • Saham FMII merosot 14,75%
  • Saham PURI merosot 14,60%
  • Saham ISEA merosot 11,01%
  • Saham PGJO merosot 10%
  • Saham NAYZ merosot 9,88%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BMRI senilai Rp 518,1 miliar
  • Saham BUMI senilai Rp 481,4 miliar
  • Saham COIN senilai Rp 309 miliar
  • Saham CUAN senilai Rp 240,3 miliar
  • Saham SGRO senilai Rp 224,1 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham GTSI tercatat 34.473 kali
  • Saham BUMI tercatat 34.175 kali
  • Saham COIN tercatat 25.046 kali
  • Saham MINA tercatat 21.164 kali
  • Saham CUAN tercatat 19.128 kali

Prediksi IHSG dan Saham Pilihan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (20/11/2025). IHSG hari ini menguat seiring Bank Indonesia (BI) tahan suku bunga acuan.

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup menguat 0,53% dan disertai dengan aksi beli saham oleh investor asing senilai Rp 813 miliar pada penutupan perdagangan Rabu, 19 November 2025. Saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain BMRI, BBRI, TLKM, BBCA dan BBNI.

“IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini, setelah BI Rate hold sesuai dengan ekspektasi,” ujar Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.300-8.350 dan level resistance 8.450-8.470.

Sementara itu, Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar  menuturkan, tren naik IHSG tetap utuh meski momentum menyusut.

Ia mengatakan, level teknikal penting berada pada resistance pertama di 8.450, resistance kedua di 8.500. Kemudia level  support pertama di 8.350, dan  level support kedua di 8.275. Selama IHSG bertahan di atas critical level 8.281, peluang penguatan tetap terbuka. “Namun, pelemahan di bawah 8.281 dapat memicu koreksi lebih dalam menuju area support berikutnya,” kata dia.

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) dan PT Timah Tbk (TINS).

Rekomendasi Saham

Trading Idea hari ini: BUMI, INET, BREN, PANI, CMRY, dan TINS

  • BUMI Spec Buy dengan area beli di 224-228, cutloss di bawah 220. Target dekat di 232-236.
  • INET Spec Buy dengan area beli di 535-545, cutloss di bawah 525. Target dekat di 555-585.
  • BREN Spec Buy dengan area beli di 9600-9650, cutloss di bawah 9550. Target dekat di 9725-9825.
  • PANI Spec Buy dengan area beli di 13900-14000, cutloss di bawah 13725. Target dekat di 14175-14500.
  • CMRY Buy on Weakness dengan area beli di 6050-6100, cutloss di bawah 6025. Target dekat di 6225-6300.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3100-3110, cutloss di bawah 3040. Target dekat di 3180-3230.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |