IHSG Berpotensi Melesat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 27 Februari 2026

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Jumat (27/2/2026). IHSG hari ini berpotensi naik ke 8.440-8.650. Bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 1,04% ke posisi 8.235 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 26 Februari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave © dari wave [x] sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650.

"Waspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 8.081-8.149,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.025,7.861 dan level resistance 8.408,8.596 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 8.200-8.330 pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Sentul City Tbk (BKS), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Buy on Weakness

Saham BBRI terkoreksi 0,50% ke 3.950 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, kami memperkirakan posisi BBRI membentuk bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [iii],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.870-3.930

Target Price: 4.000, 4.080

Stoploss: below 3.800

2.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness

Saham BKSL terkoreksi 6,29% ke 134 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun menembus MA200. “Kami perkirakan, posisi BKSL sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” kata Herditya.

Buy on Weakness: 121-133

Target Price: 148, 162

Stoploss: below 117

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Buy on Weakness

Saham ENRG menguat 4,85% ke 1.620 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi ENRG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5,” tutur dia.

Buy on Weakness: 1.385-1.475

Target Price: 1.745, 1.960

Stoploss: below 1.205

4.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Buy on Weakness

Saham MDKA terkoreksi 4,71% ke 3.640 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Saat ini, kami memperkirakan posisi MDKA berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [iii],”  ujar dia.

Buy on Weakness: 3.390-3.520

Target Price: 4.060, 4.200

Stoploss: below 3.130

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 26 Februari 2026

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham Kamis, (26/2/2026). IHSG hari ini melemah terjadi di tengah seluruh sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup susut 1,04% menjadi 8.235,26. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,61% ke posisi 837,89. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.359,95 dan level terendah 8.139,82. Sebanyak 588 saham melemah sehingga bebani IHSG. 146 saham menguat dan 105 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.143.532 kali dengan volume perdagangan saham 56,5 miliar asham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.753.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini. IHSG berada di level tertinggi 8.358,95 dan level terendah 8.139,82. Sebanyak 568 saham melemah sehingga menekan IHSG. 146 saham menguat dan 105 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 3.143.533 kali dengan volume perdagangan saham 56,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,1 triliun.  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.753.

Sektor Saham

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham transportasi terpangkas 4,54%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi susut 2,13%, sektor saham basic merosot 1,73%, sektor saham industri turun 1,26%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 1,33%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 2,59%, sektor saham kesehatan terpangkas 2,06%.

Kemudian sektor saham keuangan turun 0,52%, sektor saham properti susut 2,1%, sektor saham teknologi turun 1,46%, sektor saham infrastruktur melemah 2,41%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |