Daftar 10 Saham Top Gainers pada 18-22 Mei 2026

16 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 18-22 Mei 2026. Di tengah koreksi IHSG sepekan, ada sejumlah saham yang catat kenaikan besar atau top gainers selama sepekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (23/5/2026), IHSG anjlok 8,35% ke posisi 6.162,04 pada 18-22 Mei 2026. Pekan lalu periode 11-13 Mei 2026, IHSG turun 3,53% ke 6.723,32.

Koreksi IHSG juga diikuti kapitalisasi pasar BEI. Kapitalisasi pasar BEI turun 10,07% menjadi Rp 10.635 triliun dari Rp 11.825 triliun pada pekan lalu.

Pada pekan ini, investor asing juga mencatatkan aksi jual saham. Tercatat aksi jual saham mencapai Rp 807,68 miliar. Aksi jual saham oleh investor asing ini lebih rendah dari pekan lalu Rp 3,21 triliun.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan naik 15,68% menjadi Rp 21,77 triliun dari pekan lalu Rp 18,82 triliun. Rata-rata volume transaksi harian BEI melompat 2,53% menjadi 36,67 miliar saham dari 35,76 miliar saham pada pekan lalu.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian terpangkas 6,5% menjadi 2,37 juta kali transaksi dari 2,53 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Pada pekan ini, saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) mencatat kenaikan terbesar di antara jajaran saham top gainers. Saham LCKM melonjak 29,36% menjadi Rp 141 per saham dari pekan lalu Rp 109 per saham. Disusul saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) menguat 12,39% menjadi Rp 254 per saham dari pekan lalu Rp 226 per saham. Kemudian saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) melonjak 12% menjadi Rp 140 per saham dari pekan lalu Rp 125 per saham.

Top Gainers Sepekan

Berikut 10 saham top gainers sepekan dikutip dari data BEI:

1.PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM)

Saham LCKM melonjak 29,35% menjadi Rp 141 per saham dari pekan lalu Rp 109 per saham.

2.PT Asiaplast Industries Tbk (APLI)

Saham APLI melonjak 12,39% menjadi Rp 254 per saham dari pekan lalu Rp 225 per saham.

3.PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM)

Saham DFAM melonjak 12% menjadi Rp 140 per saham dari pekan lalu Rp 125 per saham.

Top Gainers Sepekan Lainnya

4.PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC)

Saham UNIC melonjak 11,03% menjadi Rp 14.600 per saham dari pekan lalu Rp 13.150 per saham.

5.PT Citra Tubindo Tbk (CTBN)

Saham CTBN) melonjak 10,58% menjadi Rp 5.750 per saham dari pekan lalu Rp 5.200 per saham.

6.PT Tunas Alfin Tbk (TALF)

Saham TALF menguat 9,09% menjadi Rp 780 per saham dari pekan lalu Rp 715 per saham.

7.PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP)

Saham GGRP menguat 8,61% menjadi Rp 328 per saham dari pekan lalu Rp 302 per saham.

8.PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)

Saham CITA menguat 8,6% menjadi Rp 3.790 per saham dari pekan lalu Rp 3.490 per saham.

9.PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)

Saham SRAJ mengaut 7,69% menjadi Rp 14.000 per saham dari pekan lalu Rp 13.000 per saham.

10.PT Inter Delta Tbk (INTD)

Saham INTD melonjak 7,5% menjadi Rp 258 per saham dari pekan lalu Rp 240 per saham.

IHSG Sepekan Tergelincir, Kapitalisasi Pasar Terpangkas jadi Rp 11.825 Triliun

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham 11-13 Mei 2026. Pergerakan IHSG sepekan ini dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (14/5/2026), IHSG turun 3,53% selama tiga hari perdagangan dan ditutup ke 6.723,32. Pada pekan lalu, IHSG naik 0,18 % menjadi 6.969,39. Kapitalisasi pasar juga terpangkas 4,68% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.406 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 3,53% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Dari sisi sentimen, pihaknya melihat sejumlah faktor. Pertama, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi di 3,8% YoY, di mana akan membuat suku bunga the Federal Reserve (the Fed) akan cenderung higher for longer atau tinggi dalam jangka waktu lama. Kedua, memanasnya kondisi geopolitik Amerika Serikat-Iran mengenai gencatan senjata dan juga perundingan yang terjadi.

“Ketiga, rilis rebalancing MSCI Indonesia yang berisiko menimbulkan downweighting dan outflow dari pasar Indonesia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sentimen IHSG Lainnya

Faktor keempat, rilis data inflasi China yang cenderung meningkat serta Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia yang cenderung stabil. Kelima, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berada di kisaran 17.500. “Faktor keenam, waktu perdagangan yang pendek,” tutur Herditya.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga merosot 0,56% menjadi 2,53 juta kali transaksi dari 2,55 juta kali transaksi pada pekan lalu. Lalu rata-rata nilai transaksi harian terpangkas 18,78% menjadi Rp 18,82 triliun dari Rp 23,05 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian BEI juga terperosok 22,01% menjadi 35,76 miliar saham dari pekan lalu 45,86 miliar saham. Investor asing melakukan aksi jual saham sekitar Rp 3,21 triliun pada pekan ini. Hal ini berbeda dari pekan lalu yang mencapai Rp 12,6 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |