IHSG Rawan Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini 22 Mei 2026

20 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Jumat (22/5/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.899-5.999. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 3,54% ke 6.094 dan masih didominasi tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 21 Mei 2026.

Analis PT MNC Sekuritasi, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899-5.999,” ujar Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 5.880-6.220.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

Saham BBCA terkoreksi 0,42% ke 5.950 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu bertahan di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi BBCA saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 5.625-5.775

Target Price: 6.425, 6.775

Stoploss: below 5.575

2.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) - Buy on Weakness

Saham HMSP menguat 3,47% ke 745 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. “Kami perkirakan, posisi HMSP sedang berada di awal wave (c) dari wave [b],” ujar dia.

Buy on Weakness: 725-740

Target Price: 780, 815

Stoploss: below 715

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Trading Buy

Saham PGAS menguat 1,39% ke 1.825 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, kami memperkirakan posisi PGAS berada di awal wave C dari wave (B),” ujar Herditya.

Trading Buy: 1.785-1.815

Target Price: 1.870, 1.935

Stoploss: below 1.770

4.PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) - Buy on Weakness

Saham WIIM menguat 2,87% ke 1.790 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun penguatannnya belum mampu break dari MA20. “Kami memperkirakan, posisi WIIM saat ini berada pada bagian awal dari wave C dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 1.760-1.785

Target Price: 1.865, 1.960

Stoploss: below 1.720

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 21 Mei 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 6.100 pada perdagangan saham Kamis, (21/5/2026). IHSG melemah di tengah aksi jual saham investor dan seluruh sektor saham melemah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 3,54% menjadi 6.094,94. Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.378,81 dan level terendah 6.080,95. Seiring IHSG melemah itu, kapitalisasi pasar saham BEI turun menjadi Rp 10.553 triliun.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, koreksi IHSG 3% dipicu kombinasi tekanan eksternal dan internal yang membuat investor memilih risk off.

“Dari global, pasar masih dibayangi ketidakpastian suku bunga tinggi AS, penguatan dolar AS, dan keluarnya dana asing,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan dari domestik, Reydi menuturkan, pasar khawatir terhadap stabilitas pasar modal setelah berbagai isu free float, likuiditas, dan evaluasi indeks MSCI dan FTSE. Ia juga menambahkan, pembentuan badan baru untuk ekspor komoditas juga menjadi perhatian.

“Wacana untuk membentu satu badan baru untuk pintu ekspor komoditas juga buat investor wait and see terhadap implementasinya sehingga memberatkan laju IHSG karena sektor komoditas merupakan salah satu sektor unggulan dan penggerak IHSG,” kata dia.

Sektor Saham

Di sisi lain, investor asing melepas saham Rp 544,85 miliar. Dengan demikian, investor asing telah menjual saham Rp 41,32 triliun.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, volume perdagangan saham mencapai 33,81 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 18,4 triliun. Sedangkan total frekuensi perdagangan 2,12 juta kali transaksi.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham energi terpangkas 6,91%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic susut 6,53%, sektor saham industri merosot 5,37%

Selanjutnya sektor saham consumer nonsilikal tergelincir 1,44%, sektor saham consumer siklikal merosot 6,05%, sektor saham kesehatan terperosok 1,65%, sektor saham keuangan turun 1,22%. Lalu sektor saham properti melemah 3,89%, sektor saham teknologi tergelincir 1,38%, sektor saham infrastruktur turun 5,58%, dan sektor saham transporasi susut 4,92%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |