Gilarsi Wahju Setijono Mundur Sebagai Dirut VKTR

16 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengumumkan pengunduran diri Gilarsi Wahju Setijono dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perseroan, efektif per 13 Mei 2026.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), manajemen VKTR menyebut pengunduran diri tersebut telah diterima Perseroan sesuai ketentuan Pasal 9 huruf a juncto Pasal 27 POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

“Perseroan telah menerima Surat Pengunduran Diri dari Bapak Gilarsi Wahju Setijono selaku Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas yang berlaku efektif pada 13 Mei 2026,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (15/5/2026).

VKTR menyatakan akan menindaklanjuti pengunduran diri tersebut sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, termasuk mengajukan pengangkatan direktur pengganti melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Manajemen juga memastikan perubahan susunan direksi ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Ke depan, VKTR menyatakan akan kembali menyampaikan informasi lebih lanjut kepada regulator, publik, pemegang saham, dan para pemangku kepentingan terkait susunan direksi baru setelah pelaksanaan RUPS.

Prabowo Ingin VKTR Bisa Bersaing dengan Isuzu dan Hyundai

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mendorong sektor otomotif di Indonesia agar dapat melahirkan "national champion", seperti halnya industri otomotif negara-negara maju. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan harapannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen utama kendaraan yang mampu bersaing di tingkat global.

Prabowo pun membandingkan dengan keberhasilan Jepang dan Korea Selatan yang telah lebih dulu memiliki merek otomotif kuat di pasar internasional.

"Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo. Saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai champion, salah satu champion dari Indonesia," ujarnya dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT Vektor Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Menurut Prabowo, langkah menuju ke sana tidak bisa dilepaskan dari strategi besar industrialisasi nasional. Kemajuan teknologi harus diwujudkan menjadi kekuatan industri nyata agar memberi dampak ekonomi luas bagi bangsa.

"Saya rasa industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa," katanya.

Dukungan Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri otomotif nasional, termasuk dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

"Saya terus akan memantau progres saudara. Kalau ada kesulitan-kesulitan, saudara punya banyak jalur. Sampaikan, kita akan selesaikan karena ini saya anggap suatu industri yang sangat penting," katanya.

Lebih jauh, Prabowo mengungkapkan rasa optimistisnya terhadap masa depan Indonesia yang tengah berada dalam fase kebangkitan besar. "Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up. We will not be anymore the sleeping giant. We are rising," Prabowo menegaskan. 

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |