Bos OJK Ungkap Alasan Dukung Demutualisasi Bursa

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Friderica Widyasari Dewi menyatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai langkah memperkuat tata kelola dan mendorong pertumbuhan pasar modal nasional.

"Demutualisasi kita mendukung,” kata Friderica saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Saat ini, pembahasan mengenai skema demutualisasi masih berlangsung antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dan parlemen.

Friderica menjelaskan, konsep demutualisasi diperlukan untuk mengurangi potensi benturan kepentingan di tubuh bursa. Menurut dia, selama ini perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa juga berstatus sebagai pemegang saham BEI.

Ia mencontohkan, direksi bursa harus memperoleh dukungan suara dari para pemegang saham untuk menduduki jabatan strategis. Namun di sisi lain, direksi juga memiliki kewenangan melakukan pengawasan hingga pemberian sanksi terhadap anggota bursa tersebut.

“Misalnya kan sifat dengan yang mucul itu bagaimana pada saat yang sama mereka tuh pemegang saham kita Jadi pak Jeffrey (Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI) ini kalau mau jadi direksi bursa harus minta suara gitu ya kepada mereka tapi ketika pak Jeffrey udah jadi misalnya saat ini, terus nanti kalau ada yang memeriksa, memberikan sanksi, menghukum dan lain-lain,” jelasnya.

Pemerintah dan DPR Masih Bahas Skema Detail

OJK menegaskan, pembahasan demutualisasi masih terus dilakukan bersama pemerintah, Kementerian Keuangan, serta parlemen. Namun, Friderica belum dapat mengungkap detail skema yang akan diterapkan.

Perbaiki Sistem Tata Kelola Pasar Modal

Menurut dia, langkah ini dilakukan bukan semata perubahan struktur kepemilikan, tetapi bagian dari upaya memperbaiki sistem tata kelola pasar modal Indonesia agar lebih transparan dan profesional.

"Saat ini masih sedang dibahas antara pemerintah dengan Kementerian Keuangan ya dengan juga dengan parlemen kita itu untuk bagaimana detilnya saya belum bisa sampaikan sekarang. Tapi pada idenya nanti yang ingin saya sampaikan bahwa ini semua adalah untuk kebaikan Perbaikan tata kelola,” ujarnya.

BEI Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Friderica berharap demutualisasi dapat membuat Bursa Efek Indonesia tumbuh lebih besar dan berkembang seperti bursa-bursa internasional lainnya.

Dia menuturkan, dengan tata kelola yang lebih baik, BEI diharapkan mampu menarik lebih banyak investor dan memperkuat perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kita berharap bursa ini bisa lebih besar, bisa berkembang ke depan seperti bursa-bursa lain yang harapannya ini juga menjadi motor penggeraklah untuk pertumbuhan ekonomi kita,” pungkasnya.

OJK Blak-blakan Soal Keuntungan Demutualisasi di Bursa

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan bahwa demutualisasi di bursa efek membuka peluang penerapan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola sekaligus mendorong pengembangan bisnis bursa di masa depan.

Langkah ini dinilai dapat menghadirkan ide dan strategi baru dalam pengelolaan bursa agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar global.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan demutualisasi pada dasarnya memberikan kesempatan kepada pihak di luar anggota bursa untuk turut memiliki saham bursa. Dengan begitu, struktur kepemilikan tidak lagi terbatas hanya pada anggota bursa.

“Sebetulnya kan ciri utama dari demutualisasi adalah membuka kesempatan partisipasi pemegang saham atau kepemilikan saham bursa oleh pihak lain, di luar anggota bursanya,” kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, perubahan struktur kepemilikan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masuknya gagasan baru dalam pengembangan bisnis bursa. Hal ini penting untuk menjawab tantangan industri pasar modal yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Tapi di balik itu tentu kita harapkan akan hadir motif-motif dan ide-ide baru dalam pengembangan bisnis bursa itu sendiri. Yang mungkin semula dengan keanggotaan terbatas hanya anggota bursanya, tentu kesempatan melebarkan kegiatan usaha itu menjadi agak terbatas,” jelasnya.

Dorong Modernisasi dan Konektivitas Global

Selain memperluas kepemilikan, demutualisasi juga dipandang sebagai langkah untuk mempercepat modernisasi bursa efek. Perubahan struktur ini dinilai dapat memperkuat kapasitas bursa dalam merespons perkembangan teknologi dan integrasi pasar keuangan global.

Hasan menilai tuntutan modernisasi serta meningkatnya keterkaitan antar bursa di tingkat regional maupun global menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan. Bursa tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat perdagangan saham, tetapi juga sebagai pusat inovasi layanan pasar modal.

“Tapi bayangkan tuntutan modernisasi, interconnectedness atau keterkaitan antar bursa regional, global utama, itu menjadi potensi dan peluang yang luar biasa besar pada saat kita hadirkan demutualisasi bursa efek ini ke depannya,” pungkasnya. 

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |