Rekomendasi Saham Hari Ini 11 Mei 2026: BBRI, BIPI, MDKA, MAPI hingga CDIA

12 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat secara teknikal pada perdagangan saham Senin, (11/5/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup turun 2,86% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 485 miliar pada Jumat, 8 Mei 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BMRI, BUMI, BREN, ADRO dan DSSA.

“IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini ke 7.070-7.130, tapi gunakan untuk sell on high karena IHSG masih rentan kembali koreksi,” ujar Head of Retail Researh BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.650-6.850 dan level resistance 7.070-7.130 pada Senin pekan ini.

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, volatilitas IHSG pekan ini akan tinggi mengingat MSCI index review terjadwal pada 12 Mei dan transaksi perdagangan hanya tiga hari. “Pertimbangkan untuk take profit jika memungkinkan atau pertahankan sikap wait and see sambil monitor level support 6.917-6.877 dan level resistance 7.070,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea hari ini: BBRI, BIPI, MAPI, MDKA, RATU, dan CDIA

  • BBRI Sell on High dengan area jual di 3310-3390 short term. Cutloss di bawah 3200-3230.
  • BIPI Spec Buy dengan area beli di 208-214, cutloss di bawah 208. Target dekat di 222-232.
  • MAPI Buy if Break 1460, dengan target dekat di 1490-1550. Cutloss di bawah 1415.
  • MDKA Spec Buy dengan area beli di 2780, cutloss di bawah 2720. Target dekat di 2900-2950.
  • RATU Spec Buy dengan area beli di 5700-5750, cutloss di bawah 5575. Target dekat di 5950-6075.
  • CDIA Spec Buy dengan area beli di 1000-1035, cutloss di bawah 995. Target dekat di 1055-1080.    

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kinerja IHSG 4-8 Mei 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis pada perdagangan saham 4-8 Mei 2026 usai alami koreksi signifikan pekan lalu. Di tengah IHSG menguat terbatas, ada sejumlah saham yang catat penurunan terbesar atau top losers selama sepekan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (9/5/2026), IHSG naik terbatas 0,18% ke posisi 6.939,39. Pada pekan lalu, IHSG anjlok 2,42% menjadi 6.956,80.Adapun pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.207,07 dan level terendah 6.921,60.

Selama sepekan, investor asing beli saham Rp 12,26 triliun. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 7,06 triliun.

Selama sepekan, sektor saham dominan melemah. Sektor saham energi susut 5,72%, sektor saham basic materials terperosok 5,58%, sektor saham industri tergelincir 3,73%.

Selanjutnya sektor saham consumer siklikal susut 0,13%, sektor saham perawatan kesehatan terpangkas 1,14%, dan sektor saham properti dan real estate melemah 0,53%. Lalu sektor saham teknologi susut 2,5% dan sektor saham transportasi dan logistis merosot 5,74%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal naik 2,1%, sektor saham keuangan naik 1,97% dan sektor saham infrastruktur melonjak 5%.

Penutupan IHSG pada 8 Mei 2026

Sebelumnya,laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham Jumat, (8/5/2026). IHSG hari ini pada sesi kedua makin tergelincir didorong koreksi saham emiten berbasis logam dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup merosot 2,86% menjadi 6.969,39. Indeks saham LQ45 turun 2,39% menjadi 677,17. Seluruh indeks saham acuan tertekan. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.186,83 dan level terendah 6.959,39.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, koreksi IHSG sejalan dengan mayoritas bursa global dan regional Asia yang terkoreksi. Hal ini dinilai karena perundingan Amerika Serikat dan Iran yang belum menembukan jalan tengahnya. Herditya menambahkan, tekanan terhadap rupiah juga membebani IHSG.

“Kalau dilihat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga kembali melemah. Di sisi lain secara teknikal yang telah kami sampaikan pada report pagi di mana masih terdapat potensi pelemahan IHSG ke depan. Serta yang terbaru IHSG juga dibebani oleh emiten berbasis metal mining,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Ia mengatakan, saham emiten berbasis tambang logam turun setelah ada usulan rencana menaikkan royalty minerba untuk meningkatkan penghasilan negara.

Adapun sebanyak 575 saham melemah sehingga menekan IHSG. 133 saham menguat dan 108 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.828.918 kali dengan volume perdagangan saham 56,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 36,1 triliun.Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.365.

Dari 11 sektor saham, sektor saham kesehatan naik sendirian jelang akhir pekan ini. Sektor saham kesehatan menguat 0,70%. Sementara itu, sektor saham energi merosot 4,59%, sektor saham basic susut 7,8%, dan catat koreksi terbesar, dan sektor saham industri melemah 4,55%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 2,11%, sektor saham consumer siklikal terperosok 3,39%, sektor saham keuangan turun 1,48%. Lalu sektor saham properti melemah 2,66%, sektor saham teknologi terpangkas 1,91% dan sektor saham transportasi tersungkur 5,72%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |