Samuel Tumbuh Bersama Lepas 1,3 Miliar Saham NSSS

10 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yakni PT Samuel Tumbuh Bersama melepas saham NSSS pada awal Mei 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/5/2026), PT Samuel Tumbuh Bersama melepas 1.310.000.000 saham NSSS dengan harga Rp 800 per saham pada 8 Mei 2026. Nilai transaksi penjualan saham itu sekitar Rp 1,04 triliun.

“Tujuan transaksi penjualan saham dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip, Jumat pekan ini.

Setelah transaksi penjualan saham itu, Samuel Tumbuh Bersama memiliki 29,55% saham NSSS atau setara 7,03 miliar saham. Sebelumnya, Samuel Tumbuh Bersama mengenggam 35,05% saham NSSS atau setara 8,34 miliar saham.

Di sisi lain, Direktur PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk Kurniadi Patriawan membeli 476.000.000 saham NSSS dengan harga Rp 800 per saham pada 8 Mei 2026. Nilai pembelian saham sekitar Rp 380,80 miliar.

“Tujuan transaksi pembelian saham dengan status kepemilikan langsung,”

Setelah transaksi pembelian saham, Kurniadi memiliki 2,06% saham NSSS atau setara 489,09 juta saham. Sebelumnya, Kurniadi mengenggam 0,06% saham NSSS atau setara 13,09 juta saham.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 13 Mei 2026, harga saham NSSS naik 0,66% menjadi RP 765 per saham. Harga saham NSSS berada di level tertinggi Rp 765 dan terendah Rp 730 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.022 kali dengan volume perdagngan saham 153.553 saham. Nilai transaksi Rp 13,3 miliar.

Samuel Tumbuh Bersama Beli 520 Juta Saham NSSS, Segini Nilainya

Sebelumnya, pemegang saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yakni PT Samuel Tumbuh Bersama menambah kepemilikan saham NSSS.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (14/12/2025), PT Samuel Tumbuh Bersama membeli 525 juta saham NSSS seharga Rp 500 per saham pada 12 Desember 2025.

Setelah transaksi PT Samuel Tumbuh Bersama mengenggam 9.319.995.300 saham atau setara 39,16% dari sebelumnya 8.794.995.300 atau 36,95%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 12 Desember 2025, harga saham NSSS naik 0,73% ke posisi Rp 690 per saham. Harga saham NSSS dibuka stagnan di posisi Rp 685 per saham. Harga saham NSSS berada di level tertinggi Rp 710 dan terendah Rp 680 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.066 kali dengan volume perdagangan 6.396.322 saham. Nilai transaksi Rp 338,1 miliar.

Selama lima hari terakhir, harga saham NSSS naik 6,15%. Sebulan terakhir, harga saham NSSS melompat 33,98%. Sedangkan secara year to date, harga saham NSSS meroket 141,26%.

Samuel Tumbuh Bersama Beli 138,39 Juta Saham NSSS

Sebelumnya, pemegang saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) yakni PT Samuel Tumbuh Bersama  menambah kepemilikan saham NSSS.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2025), PT Samuel Tumbuh Bersama membeli 138.390.000 saham NSSS pada 12 November 2025 dengan harga Rp 375 per saham. Jumlah saham yang dibeli itu setara 0,58%. Nilai pembelian saham NSSS oleh PT Samuel Tumbuh Bersama sebesar Rp 51,89 miliar.

“Tujuan transaksi pembelian saham, dengan status kepemilikan langsung,” tulis Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk, Teguh Patriawan dalam keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, PT Samuel Tumbuh Bersama genggam 8.372.229.800 saham NSSS atau setara 35,18%. Sebelumnya, PT Samuel Tumbuh Bersama memiliki 8.233.839.800 saham NSSS.

Pada perdagangan Selasa, 18 November 2025 pukul 14.20 WIB, harga saham NSSS turun 0,97% ke posisi Rp 510 per saham. Harga saham NSSS dibuka stagnan di posisi Rp 515 per saham. Saham NSSS berada di level tertinggi Rp 515 dan terendah Rp 505 per saham. Total frekuensi perdagangan 525 kali dengan volume perdagangan 1.635.805 saham. Nilai transaksi Rp 71,2 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |