Bursa Saham Asia Bervariasi, Pertemuan Donald Trump-Xi Jinping jadi Fokus Investor

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis, (14/5/2026). Bursa saham Asia Pasifik beragam seiring investor menantikan pertemuan penting antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Hal ini untuk mendapatkan petunjuk tentang masa depan hubungan AS-China dan perdagangan global.

Mengutip CNBC, Kamis pekan ini, Trump mendarat di China pada Rabu untuk pertemuan puncak yang sangat dinantikan. Ia didampingi sekelompok eksekutif AS termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.

Di bursa saham Asia Pasifik, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,27%. Sementara, indeks Topix merosot 0,23%. Indeks Kosdaq naik 1,31%. Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,16%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.799, lebih tinggi dari penutupan terakhir indeks di 26.388,44.

Analis di Goldman Sachs memperkirakan pertemuan Trump-Xi akan fokus secara sempit pada perdagangan dan kontrol ekspor, termasuk tarif, pembatasan logam tanah jarang dan semikonduktor, daripada menghasilkan perubahan besar dalam hubungan bilateral.

Bank investasi tersebut mengatakan China dapat setuju untuk meningkatkan pembelian barang pertanian, energi, dan pesawat terbang AS sebagai imbalan untuk menghindari kenaikan tarif lebih lanjut.

"Meskipun tidak mungkin menjadi pengubah permainan untuk hubungan AS-China, kami pikir pertemuan tersebut dapat bertindak sebagai katalis taktis untuk penguatan yuan China dan ekuitas China,” tulis analis Goldman dalam sebuah catatan pada Rabu malam.

Pandangan Positif

Bank tersebut mempertahankan pandangan positif terhadap aset China, dengan alasan daya saing ekspor negara tersebut dan apa yang digambarkan sebagai mata uang yang “kurang dihargai”, sambil mengulangi rekomendasi overweight pada ekuitas China, khususnya saham A daratan dibandingkan saham H yang terdaftar di Hong Kong.

Di Amerika Serikat (AS), indeks berjangka sedikit berubah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berjangka masing-masing naik 0,1% dan 0,4%. Indeks Dow Jones naik 111 poin atau hampir 0,3%.

Di wall street, indeks S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa baru karena antusiasme pelaku pasar terhadap saham teknologi menutupi laporan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks S&P 500 bertambah 0,58% menjadi 7.444,25. Indeks Nasdaq bertambah 1,2% ke 26.402,34. Indeks Dow Jones melemah 67,36 poin atau 0,14% menjadi 49.693,20.

Penutupan IHSG pada 13 Mei 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan pada perdagangan saham Rabu, (13/5/2026) setelah rilis hasil tinjauan indeks MSCI. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham memerah dan transaksi harian di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini anjlok 1,98% menjadi 6.723,32. Indeks saham LQ45 merosot 1,79% menjadi 657,88. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG terpangkas 1,98% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Ia menilai, hal itu sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi beserta laporan yang disampaikan Rabu pagi. Koreksi IHSG itu dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi di 3,8% Year on Year (YoY).

Ia menilai, rilis data ekonomi itu akan membuat suku bunga the Federal Reserve (the Fed) akan cenderung tinggi untuk jangka lama. “Kedua, memanasnya kondisi geopolitik Amerika Serikat-Iran mengenai gencatan senjata dan juga perundingan yang terjadi,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ketiga, ia mengatakan, rilis rebalancing MSCI Indonesia yang berisiko menimbulkan downweighting dan aliran dana investor asing yang keluar dari pasar Indonesia juga menekan IHSG.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.787,34 dan level terendah 6.705,43. Sebanyak 416 saham melemah sehingga bebani IHSG. 239 saham menguat dan 163 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.299.552 kali dengan volume perdagangan saham 38,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.470.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi naik 4,89%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 1,26%.

Sementara itu, sektor saham basic melemah 4,43%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,61%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,44%, sektor saham consumer siklikal terperosok 1,4%.

Lalu sektor saham kesehatan melemah 1,22%, sektor saham Keuangan tergelincir 0,58%, sektor saham properti merosot 0,70%, sektor saham teknologi terpangkas 0,71% dan sektor saham infrastruktur susut 2,72%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |