IHSG Merosot 1,85%, Sektor Saham Transportasi Pimpin Koreksi

22 hours ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan saham Senin, (18/5/2026). IHSG hari ini mampu mengurangi tekanan hingga kembali ke 6.500 di tengah seluruh sektor saham memerah.

Mengutip data RTI, IHSG turun 1,85% ke 6.599,24. Indeks saham LQ45 terpangkas 1,03% menjadi 651,08. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pengamat Pasar Modal Reydi Octa  menuturkan,  pekan ini, IHSG masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan sideways melemah. Sentimen global masih akan sangat dominan, tetapi peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual asing mulai mereda dan big caps perbankan kembali stabil.

Reydi menambahkan, pelemahan IHSG dipicu kombinasi sentimen global dan domestik, yang mana dari global, pasar masih dibayangi sikap risk-off akibat ketidakpastian arah suku bunga Amerika Serikat (AS), tensi geopolitik, serta tekanan di emerging market.

Dari dalam negeri, Reydi menuturkan, investor masih mencermati tekanan capital outflow, pelemahan rupiah, serta kekhawatiran terhadap likuiditas dan volatilitas saham-saham tertentu.

Reydi mengatakan, investor asing saat ini cenderung masih defensif, terutama pada saham-saham big caps yang sebelumnya menjadi penopang indeks, yang mana asing terlihat lebih berhati-hati sambil menunggu stabilitas pasar global dan kepastian arah kebijakan moneter.

“Sebagian dana saat ini mulai beralih ke instrumen yang lebih defensif seperti obligasi pemerintah, emas, dolar AS, hingga saham-saham defensif berbasis dividen dan komoditas. Investor cenderung mencari aset yang lebih aman,” kata Reydi dikutip dari Antara.

Kinerja IHSG

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.631,28 dan level terendah 6.398,78. Sebanyak 616 saham melemah sehingga bebani IHSG. 125 saham menguat dan 79 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.570.391 kali dengan volume perdagangan saham 32 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,7 triliun.  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.655. Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham transportasi merosot 6,2%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 2,37%, sektor saham basic melemah 5,17%.

Kemudian sektor saham industri terperosok 3,24%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 1,81%, sektor saham consumer siklikal susut 1,58%, sektor saham kesehatan melemah 1,24%.

Selain itu, sektor saham keuangan terpangkas 1,79%, sektor saham properti merosot 2,22%, sektor saham teknologi turun 2,21%, sektor saham infrastruktur susut 2,98%.

Gerak Saham

Pada awal pekan ini, harga saham DILD ditutup stagnan di Rp 123 per saham. Harga saham DILD berada di level tertinggi Rp 125 dan terendah Rp 122 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.302 kali dengan volume perdagangan saham 189.063 saham. Nilai transaksi Rp 2,3 miliar.

Harga saham LCKM ditutup naik 2,75% menjadi Rp 112 per saham. Harga saham LCKM dibuka naik satu poin menjadi Rp 110 per saham. Saham LCKM berada di level tertinggi Rp 132 dan terendah Rp 96 per saham. Total frekuensi perdagangan 19.707 kali dengan volume perdagangan saham 2.674.228 saham. Nilai transaksi Rp 32,4 miliar.

Harga saham BMRI ditutup melemah 1,67% ke posisi Rp 4.130 per saham. Harga saham BMRI dibuka melemah 30 poin menjadi Rp 4.170 per saham. Saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.170 dan terendah Rp 4.080 per saham. Total frekuensi perdagangan 75.819 kali dengan volume perdagangan saham 4.866.603 saham. Nilai transaksi Rp 2 triliun.

Harga saham VKTR ditutup naik 2,33% menjadi Rp 880 per saham. Harga saham VKTR dibuka turun menjadi Rp 845 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 860 per saham. Saham VKTR berada di level tertinggi Rp 880 dan terendah Rp 780 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.844 kali dengan volume perdagangan saham 716.130 saham. Nilai transaksi Rp 58 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ASII naik 4,35%
  • Saham ITMG naik 4,18%
  • Saham TLKM naik 4,05%
  • Saham MEDC naik 2,55%
  • Saham CPIN naik 0,96%

Saham-saham top losers antara lain:

  • Saham CUAN merosot 11,75%
  • Saham HRTA merosot 10,90%
  • Saham ANTM merosot 9,71%
  • Saham DEWA merosot 9,09%
  • Saham INCO merosot 8,94%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BMRI senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham ANTM senilai Rp 964,1 miliar
  • Saham AMMN senilai Rp 734,8 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBRI tercatat 90.529 kali
  • Saham ANTM tercatat 77.759 kali
  • Saham BMRI tercatat 75.802 kali
  • Saham BUMI tercatat 63.552 kali
  • Saham CUAN terccatat 49.673 kali
Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |