IHSG Masih di Zona Merah Usai Bank Indonesia Kerek BI Rate

15 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah pada sesi kedua perdagangan saham Rabu, (20/5/2026). IHSG melemah di tengah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,25%.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 0,92% menjadi 6.312,20 pada pukul 14.48 WIB. Indeks saham LQ45 turun 0,34% menjadi 632,71. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan. Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.459,55 dan level terendah 6.215,56. Sebanyak 508 saham melemah sehingga bebani IHSG. 172 saham menguat dan 135 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.076.859 kali dengan volume perdagangan saham 34,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.631.

Dari 11 sektor saham, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,17%, sektor saham keuangan bertambah 0,28% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,19%. Sementara itu, sektor saham energi tergelincir 3,22%, sektor saham basic susut 4,46%, sektor saham industri merosot 1,31%. Lalu sektor saham consumer siklikal melemah 1,65%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,55%, sektor saham properti tergelincir 1,05%. Kemudian sektor saham teknologi terperosok 0,58% dan sektor saham transportasi melemah 3,87%.

Pada perdagangan Rabu pekan ini, saham COIN melemah 4,42% menjadi Rp 806 per saham. Harga saham COIN dibuka stagnan di posisi Rp 905 per saham. Saham COIN berada di level tertinggi Rp 920 dan terendah Rp 830 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.923 kali dengan volume perdagangan saham 48.246 saham. Nilai transaksi Rp 4,2 miliar.

Gerak Saham

Harga saham DMAS naik 0,66% menjadi Rp 152 per saham. Saham DMAS dibuka stagnan di posisi Rp 151 per saham. Saham DMAS berada di level tertinggi Rp 153 dan terendah Rp 150 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.504 kali dengan volume perdagangan saham 758.635 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,5 miliar.

Harga saham ADRO melemah 4,72% menjadi Rp 2.220 per saham. Saham ADRO dibuka turun menjadi Rp 2.290 per saham. Saham ADRO berada di level tertinggi Rp 2.320 dan level terendah Rp 2.140 per saham. Total frekuensi perdagangan 28.551 kali dengan volume perdagangan saham 1.534.056 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 341,5 miliar.

Harga saham COAL melemah 1,92% menjadi Rp 51 per saham. Harga saham COAL dibuka naik satu poin menjadi Rp 53 per saham. Saham COAN berada di level tertinggi Rp 53 dan level terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.397 kali dengan volume perdagangan saham 1.731.443 saham. Nilai transaksi Rp 8,9 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham INTD naik 21,74%
  • Saham APLI naik 20,37%
  • Saham MORA naik 19,44%
  • Saham ZONE naik 17,65%
  • Saham SURE naik 16,5%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham RELI melemah 15%
  • Saham TPIA melemah14,74%
  • Saham WBSA melemah 14,57%
  • Saham ASPR melemah 14,66%
  • Saham SMMT melemah 14,59%

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 125.072 kali
  • Saham BIPI tercatat 81.044 kali
  • Saham ASPR tercatat 70.049 kali
  • Saham BRPT tercatat 56.764 kali
  • Saham WBSA tercatat 51.431 kali

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 1,7 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 995,2 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 928,1 miliar
  • Saham BRPT senilai Rp 741 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 613 miliar
  •  

BI Dongkrak Suku Bunga Acuan

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Langkah ini diambil untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan berbagai pertimbangan sebelum menaikkan BI Rate tadi. Menurutnya, kondisi ekonomi global dan domestik masuk pertimbangan untuk menaikkan suku bunga.

"Berdasarkan berbagai assesment menyeluruh, kondisi ekonomi global, kondisi ekonomi Indonesia dan juga berbagai risiko-risiko yang tadi kami sampaikan, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 19 dan 20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen, suku bunga deposit facility naik sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen, dan suku bunga lending facility naik sebesar 50 basis poin menjadi 6 persen," ungkap Perry dalam konferensi Pers RDG Bulanan Mei 2026, Rabu (20/5/2026).

Dia menjelaskan, kenaikan BI Rate dilakukan untuk menyetabilkan nilai tukar rupiah. Adapun, rupiah sempat menyentuh Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutam untuk memperkuat stabilitasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah," katanya.

Perry juga menyampaikan, penyesuaian suku bunga BI dilakukan untuk menjaga tingkat inflasi pada kisaran 1,5-3,5 persen pada 2026 dan 2027.

"Serta sebagai langkah preemtif untik menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran dasaran 2,5 ± 1 persen yang ditetapkan pemerintah," jelas dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |