Bursa Asia Dibuka Variatif Usai Wall Street Melemah Dampak Saham Nvidia

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia-Pasifik dibuka variatif pada perdagangan Jumat pagi ini, menyusul pelemahan pasar saham Amerika Serikat semalam. Penurunan Wall Street dipicu anjloknya saham Nvidia, meskipun perusahaan tersebut melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi.

Dikutip dari CNBC, Jumat (27/2/2026), bursa saham Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,6%, sementara indeks Topix bergerak relatif datar.

Sehari sebelumnya, indeks Nikkei 225 Jepang sempat menembus level psikologis 59.000 untuk pertama kalinya sebelum memangkas kenaikan dan ditutup di posisi 58.753,39. Ini menjadi rekor tertinggi baru sekaligus memperpanjang tren penguatan selama tiga sesi berturut-turut.

Di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 1,1%, sedangkan indeks saham lapis kecil Kosdaq turun 0,35%.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir diperdagangkan di level 26.391, sedikit di atas posisi penutupan sebelumnya di 26.381,02.

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak stagnan pada awal perdagangan.

Saham Teknologi Asia Tertekan

Tekanan di Bursa Asia terutama terlihat pada saham-saham teknologi yang bergerak melemah di awal sesi.

Saham SK Hynix, pemasok utama memori high-bandwidth untuk Nvidia, turun lebih dari 2%. Samsung Electronics, mitra lama Nvidia, juga terkoreksi 0,69%.

SoftBank Group, yang dikenal sebagai investor besar di berbagai perusahaan kecerdasan buatan (AI), merosot lebih dari 3%.

Pelemahan ini mencerminkan sentimen negatif investor terhadap sektor chip global, menyusul koreksi tajam saham Nvidia di Amerika Serikat.

Wall Street Melemah Meski Nvidia Lampaui Ekspektasi

Pada perdagangan semalam di AS, indeks S&P 500 turun 0,54% ke level 6.908,86. Nasdaq Composite terkoreksi 1,18% menjadi 22.878,38, sementara Dow Jones Industrial Average naik tipis 17,05 poin atau 0,03% ke 49.499,20.

Saham Nvidia anjlok lebih dari 5%, meskipun raksasa chip tersebut mencatatkan laba dan pendapatan kuartal keempat yang melampaui perkiraan analis. Penurunan itu menjadi yang terburuk sejak April lalu.

Tekanan juga menjalar ke saham produsen chip lainnya seperti Broadcom, Lam Research, Western Digital, dan Applied Materials yang ikut melemah.

Kondisi ini membuat investor di Bursa Asia cenderung berhati-hati, terutama terhadap saham teknologi yang sebelumnya menjadi motor penggerak reli pasar global.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |