IHSG Hari Ini 25 Februari 2026 Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Sahamnya

1 day ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu (25/2/2026). IHSG hari ini akan bergerak ke posisi 8.440-8.503 pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 1,37% ke posisi 8.280 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Selasa, 24 Februari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case, apabila IHSG mampu bertahan di atas 8.170, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari wave © dari wave [x] ke posisi 8.440-8.503.

“Waspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 8.149-8.217,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 8.170,8.025 dan level resistance 8.408,8.596.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 8.200-8.330.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Spec Buy

Saham ERAA menguat ke 428 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Saat ini, posisi ERAA diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 1,” ujar Herditya.

Spec Buy: 416-422

Target Price: 452, 464

Stoploss: below 412

2.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA menguat 0,57% ke 880 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi MBMA saat ini berada pada bagian dari wave 4 dari wave (A).

Buy on Weakness: 815-865

Target Price: 970, 1.015

Stoploss: below 765

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Buy on Weakness

Saham RAJA terkoreksi 4,89% ke 4.670 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi RAJA saat ini membentuk bagian dari wave [iv] dari wave 1,” ujar dia.

Buy on Weakness: 4.130-4.540

Target Price: 5.250, 5.825

Stoploss: below 3.990

4.PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) - Buy on Weakness

Saham RATU terkoreksi 6,05% ke 7.375 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi RATU saat ini sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (B),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 6.625-6.975

Target Price: 8.500, 9.500

Stoploss: below 5.750

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 24 Februari 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba merosot tajam pad sesi kedua perdagangan saham Selasa, (24/2/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup anjlok 1,37% ke posisi 8.280,83. Indeks saham LQ45 merosot 1,2% ke posisi 837,62. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG tertekan beberapa sektor saham antara lain sektor saham energi, consumer siklikal dan infrastruktur. "Di sisi lain emiten-emiten konglomerasi juga turut membebani pergerakan IHSG,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia mengatakan, dari sisi sentimen, IHSG diperkirakan dipengaruhi ada ketidakpastian dari kebijakan Amerika Serikat (AS) serta geopolitik Timur Tengah yang kembali memanas meningkatkan kekhawatiran investor.

Sektor Saham

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.437,08 dan level terendah 8.259,47. Sebanyak 567 saham melemah sehingga bebani IHSG. 153 saham menguat dan 99 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.410.615 kali dengan volume perdagangan saham 60,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 29,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.810.

Dari 11 sektor saham, sektor saham keuangan naik 1,0002%. Sementara itu, sektor saham energi melemah 3,5%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic terpangkas 1,23%, sektor saham industri merosot 1,89%.

Lalu sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,41%, sektor saham consumer siklikal merosot 3,12%, sektor saham kesehatan terperosok 1,24%, sektor saham properti turun 2,19%, sektor saham teknologi susut 1,77%, sektor saham infrastruktur melemah 2,29%, dan sektor saham transportasi melemah 1%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |