Ingin Jalan Raya Lebih Aman, Tiongkok Susun Regulasi Baru

1 week ago 30

Liputan6.com, Jakarta - Demi meningkatkan keselamatan di jalan raya, Kementerian Keamanan Publik Tiongkok tengah merancang standar keselamatan nasional untuk kendaraan. Aturan yang masih dalam tahap konsultasi publik tersebut mencakup kemampuan akselerasi dan peningkatan keselamatan untuk kendaraan listrik.

Dilaporkan dari laman Carnewschina, rencana peraturan tersebut bertajuk “Ketentuan Teknis Operasional Kendaraan Bermotor” ini disusun untuk menekan risiko kecelakaan yang terjadi akibat pengemudi melajukan kendaraan terlalu cepat.

Untuk itu, dalam rencana tersebut mengusulkan kendaraan penumpang harus menggunakan peraturan standar, di mana akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam membutuhkan waktu minimal 5 detik.

Ketentuan lainnya khusus untuk kendaraan listrik dan hybrid plug-in. Rancangan tersebut mencakup beberapa ketentuan keselamatan yang dimaksudkan.

Pasalnya, kendaraan-kendaraan tersebut harus dilengkapi dengan teknologi peredam kesalahan penggunaan pedal.

Hal tersebut berguna untuk mendeteksi dan membatasi daya keluaran. Di mana saat kendaraan diam atau bergerak, teknologi tersebut memberikan peringatan audio-visual kepada pengemudi untuk mencegah akselerasi yang tidak disengaja. 

Tak hanya itu, baterai daya juga harus dilengkapi dengan perangkat penyeimbang tekanan dan pelepas tekanan terarah yang dirancang untuk keselamatan penumpang di dalam kabin.

Ketentuan lainnya juga terdapat untuk bus listrik murni dan hybrid plug-in dengan panjang 6 meter atau lebih.

Pasalnya, kompartemen baterai pada kendaraan tersebut tidak dapat terbakar atau meledak setidaknya selama 5 menit setelah alarm baterai berbunyi.

Hal tersebut berguna untuk para penumpang agar memiliki waktu yang cukup untuk evakuasi.

Sistem Bantuan Pengemudi hingga Keamanan Pintu

Rancangan regulasi tersebut juga mencakup penyempurnaan sistem bantuan mengemudi. Pemindai harus melakukan verifikasi melalui biometrik atau login akun yang menunjukkan bahwa ia telah menyelesaikan pelatihan sebelum sistem dapat diaktifkan lebih lanjut. 

Selain itu, untuk sistem bantuan mengemudi kombinasi, kendaraan wajib memadukan interaksi pengemudi menggunakan dua metode, yaitu pemantauan dan deteksi serah terima. 

Hal tersebut untuk mencegah gangguan, pemutaran video hiburan dan fitur permainan di layar dasbor akan otomatis dinonaktifkan jika kecepatan kendaraan melebihi 10 km/jam.

 Tak hanya itu, dalam mencegah gangguan, pemutaran video hiburan dan fungsi permainan pada tampilan dasbor harus dinonaktifkan saat kendaraan melebihi 10 km/jam.

Proposal ini juga membahas keamanan pintu yang cukup menyebabkan kecelakaan. Kendaraan harus memastikan setiap penumpang dapat keluar melalui setidaknya dua pintu yang berbeda. 

Setiap pintu (kecuali pintu bagasi) harus dilengkapi dengan sistem pengunci pintu elektronik dan pintu samping anti benturan, yang harus terbuka secara otomatis ketika kantung udara mengembang atau terjadi insiden termal baterai. 

Penggunaan kaca film yang memantulkan cermin juga menjadi peraturan tambahan. Dengan izin area visibilitas, pengemudi mempertahankan transmisi cahaya tampak, minimal 70 persen.

Jendela pintu darurat harus menggunakan kaca tempered dengan ketebalan kurang dari 5 mm juga tidak diperbolehkan melapisinya dengan film pelindung sinar matahari, agar kaca mudah dipecahkan saat dalam kondisi darurat.

Draf tersebut saat ini dalam tahap konsultasi publik sebagai bagian dari proses revisi standar nasional.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |