Emiten ARNA Bakal Tebar Dividen Rp 45, Cek Jadwal Pembagiannya

7 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 330,36 miliar. Dividen tahun buku 2025 yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 45 per saham.

Perseroan akan membagikan dividen tunai 2025 sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 April 2026. Perseroan membagikan dividen tunai dengan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 400,47 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 1,79 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 1,93 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen perseroan:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 16 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 17 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 20 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 21 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 20 April 2026, waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 28 April 2026

Pada perdagangan saham Selasa, 14 April 2026 pukul 14.52 WIB, harga saham ARNA melemah 0,92% ke posisi Rp 540 per saham. Harga saham ARNA dibuka naik lima poin ke posisi Rp 550 per saham. Saham ARNA berada di level tertinggi Rp 550 dan terendah Rp 525 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.441 kali dengan volume perdagangan 197.066 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,5 miliar.

IHSG Sepekan Naik 6,14%, Gencatan Senjata AS-Iran jadi Pemicu

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan 6-10 April 2026. Analis menilai IHSG sepekan ini dipicu sentimen global terutama gencatan senjatara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (11/4/2026), IHSG sepekan meroket 6,14% dan ditutup ke level 7.458,49. Pada pekan lalu, IHSG melemah 0,99% ke level 7.026,78.

Kapitalisasi pasar BEI juga naik 7,18% menjadi Rp 13.189 triliun dari pekan lalu sebesar Rp 12.305 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano menuturkan, selama sepekan ini, IHSG bergerak menguat 6,14% dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Penguatan IHSG juga mampu menembus moving average (MA)-200 hariannya.

“Dari sisi sentimen kami mencermati adanya gencatan senjata antara AS dan Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz menurunkan kekhawatiran investor akan konflik di Timur Tengah, di mana hal tersebut juga menurunkan harga minyak dunia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sentimen IHSG Lainnya

Ia mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga masih melemah. “Kami perkirakan hal ini disebabkan oleh risiko inflasi dan fiskal domestik yang masih membayangi, Bank Dunia juga menurunkan pertumbuhan ekonomi domestik ke 4,7% (vs 4,8% karena hal tersebut,” ujar dia.

Di sisi lain, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI yang naik 24,81% menjadi 32,28 milair saham dari 25,87 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Peningkatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, yang mengaut 17,26% menjadi Rp 17,32 triliun dari Rp 14,77 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 15,05% menjadi 2,05 juta kali transaksi dari 1,78 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Pada pekan ini, investor asing juga masih mencatat aksi jual saham.Selama sepekan, investor asing melepas saham Rp 3,31 triliun. Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 37,14 triliun.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |