AADI Siapkan Rp 5 Triliun untuk Buyback Saham

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) akan membeli kembali atau buyback saham maksimal Rp 5 triliun. Buyback saham tersebut akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (16/4/2026), perseroan menyatakan buyback saham Rp 5 triliun akan dilakukan sesuai  ketentuan yang diatur dalam POJK 29/2023 juncto pasal 37 ayat (1) UUPT, di mana jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal yang ditempatkan dalam perseroan. Selain itu tidak menyebabkan kekayaan bersih perseroan menjadi lebih kecil dari jumlah modal yang ditempatkan ditambah cadangan wajib yang telah disisihkan.

Perseroan akan memakai dana kas internasl untuk melakukan buyback saham. Perseroan yakin buyback saham yang dilakukan tidak akan memberikan pengaruh negative terhadap kinerja dan pendapatan perseroan.

Berikut pertimbangan perseroan melakukan buyback saham:

• Perseroan memiliki kesempatan dan fleksibilitas untuk melaksanakan Pembelian Kembali Saham Perseroan pada setiap saat berdasarkan kondisi pasar, dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan terhitung setelah tanggal diperolehnya persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan atas rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan.

• Rencana Pembelian Kembali Saham Perseroan diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan sehingga harga saham Perseroan diharapkan dapat mencerminkan nilai fundamental Perseroan.

 • Perseroan berharap dengan dilaksanakannya Pembelian Kembali Saham Perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi para pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya.

”Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan melalui BEI dengan harga penawaran untuk membeli kembali saham lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya, dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku,”

Perseroan menyebutkan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan pembelian kembali saham perseroan.

Untuk menggelar aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.

Lepas Tambang Batu Bara di Australia

Sebelumnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melalui entitas anak Adaro Capital Limited (ACL) melepas saham di Kestrel Coal Group Pty Ltd, perusahaan tambang batu bara metalurgi di Australia pada Selasa, 14 April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (15/4/2026), penandatanganan sale and purchase agreement (SPA) antara ACL dan pihak-pihak lainnya dan pembeli pihak ketiga seiring  rencana penjualan saham milik ACL di Kestrel dilakukan pada Selasa pekan ini. Berdasarkan SPA itu, ACL akan menjual seluruh saham Kestrel milik ACL sebanyak 720.385.220 saham biasa yang telah disetor penuh dalam modal Kestrel atau setara 47,99% dan waran milik ACL.

Total nilai rencana transaksi terdiri atas upfront cash consideration sebesar USD 1,85 miliar yang akan dibayarkan pada saat tanggal penyelesaian transaksi dengan tunduk pada penyesuaian berdasarkan syarat dan ketentuan dalam SPA. Selain itu, contigent cash consideration maksimal USD 550 juta yang akan dibayarkan tahunan selama lima tahun sejak tanggal penyelesaian transaksi. Hal ini dengan ketentuan setiap tahun, pembayaran itu hanya dilakukan apabila rata-rata harga harian yang dipublikasikan untuk indeks Platts Premium Low Vol Hard Coking Coal FOB Australia dalam tahun penilaian melebihi batasan tertentu.

"Nilai trencana transaksi yang akan diperoleh ACL akan dihitung berdasarkan proporsi kepemilikan ACL di Kestrel,” demikian seperti dikutip.

Perseroan menyatakan tujuan dari rencana transaksi ini untuk mendukung pelaksanaan strategi bisnis dan investasi perseroan. Selain itu, perseroan menyatakan tidak ada dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan.

Triputra Lepas 3,8 Juta Saham AADI, Segini Nilainya

Sebelumnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mengumumkan laporan kepemilikan saham. Salah satunya Triputra Investindo Arya yang melepas saham AADI.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (23/2/2026), Triputra Investindo Arya melepas 3.841.900 saham AADI dengan harga Rp 8.789 per saham. Nilai penjualan saham AADI itu sekitar Rp 33,76 miliar pada 18 Februari 2926.

“Tujuan transaksi divestasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi penjualan saham AADI, Triputra Investindo Arya kini genggam 0,45% saham AADI atau setara 34.728.800 saham. Sebelumnya, Triputra Investindo Arya memiliki 0,50% saham AADI atau setara 38.570.700.

Pada perdagangan saham sesi kedua, Senin, 23 Februari 2026, harga saham AADI melemah 0,54% ke posisi Rp 9.275 per saham. Harga saham AADI dibuka turun 25 poin ke posisi Rp 9.300 per saham. Saham AADI berada di level tertinggi Rp 9.300 dan terendah Rp 8.925 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.103 kali dengan volume perdagangan saham 148.037 saham. Nilai transaksi Rp 134,6 miliar.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |