IHSG Diprediksi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 14 April 2026

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Selasa, (14/4/2026). IHSG hari ini akan menguji 7.592-7.856. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,56% ke 7.500 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat pada perdagangan saham Senin, 13 April 2026.

“Saat ini, kami memperkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave A pada label hitam atau bagian dari wave B dari wave (2) pada label merah. Hal itu berarti IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 7.592-7.856,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, cermati area koreksi minor dari IHSG yang berada di 7.390-7.443 pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Herditya mengatakan, IHSG akan berada di level support 7.274,7.184 dan level resistance 7.585,7.700.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 7.400-7.600.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Trading Buy

Saham ARCI terkoreksi 0,32% ke 1.555 tetapi masih didominasi oleh volume pembelian meskipun cenderung menurun, pergerakan ARCI pun masih mampu berada di atas MA20. “Selama masih mampu berada di atas 1.505 sebagai stoplossnya, posisi ARCI saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i],” ujar Herditya.

Trading Buy: 1.520-1.550

Target Price: 1.605, 1.670

Stoploss: below 1.505

Rekomendasi Teknikal Lainnya

2.PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) - Trading Buy

Saham DSNG menguat 3,61% ke 1.720 dan disertai dengan munculnya volume pembelian yang tinggi. “Kami memperkirakan, posisi DSNG saat ini berada di wave [v] dari wave A dari wave (B),” ujar Herditya.

Trading Buy: 1.675-1.715

Target Price: 1.830, 1.885

Stoploss: below 1.645

3.PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Buy on Weakness

Saham INET menguat 7,75% ke 306 dan disertai dengan adanya kenaikan volume pembelian. Herditya mengatakan, saat ini posisi pergerakan INET diperkirakan berada pada bagian dari wave C dari wave (B).

Buy on Weakness: 290-304

Target Price: 328, 348

Stoploss: below 274

4.PT Jafpa Comffed Tbk (JPFA) - Buy on Weakness

JPFA menguat 0,77% ke 2,610 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Kami perkirakan, posisi JPFA sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1.

Buy on Weakness: 2.530-2.590

Target Price: 2.680, 2.740

Stoploss: below 2.500

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 13 April 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan saham Senin, (13/4/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah sektor saham yang menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sentuh 17.100.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini naik 0,56% menjadi 7.500,18. Indeks saham LQ45 melemah 0,02% ke 746,35. Indeks saham acuan pun bervariasi.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.527,87 dan level terendah 7.351,36. Sebanyak 397 saham menguat sehingga angkat IHSG. 264 saham melemah dan 156 saham diam di tempat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, kenaikan IHSG hari ini ditopang oleh penguatan emiten-emiten konglomerasi yang juga bergerak menguat cukup signifikan di tengah koreksi mayoritas bursa saham Asia.

“Di sisi lain, penjualan ritel pada Februari meningkat dan juga dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Selain itu, total frekuensi perdagangan saham 2.561.064 kali dengan volume perdagangan saham 42,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.100.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham keuangan turun 1,31% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham kesehatan melemah 0,23% dan sektor saham transportasi berada di zona merah.

Sementara itu, sektor saham energi naik 2,64%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 2,36%. Sektor saham industri bertambah 1,84%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,27% dan sektor saham siklikal melesat 2,3%.

Kemudian sektor saham properti bertambah 0,19%, sektor saham teknologi naik 1,14% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,96%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |