Liputan6.com, Jakarta - Orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu mulai menjual sebagian kecil sahamnya di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Hal ini karena peraturan pasar saham baru telah menggandakan jumlah minimum saham yang dapat diperdagangkan di publik atau free float saham.
Mengutip vnexpress.net, Rabu (15/4/2026),Prajogo Pangestu menjual 0,56% saham di perusahaan batu bara dan pertambangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) untuk meningkatkan jumlah saham yang dapat diperdagangkan secara publik, menurut pengajuan bursa saham yang dirilis Kamis pekan lalu, dikutip dari Bloomberg. Penjualan itu mengurangi kepemilikannya di perusahaan tersebut menjadi 82,86%.
Green Era Energy, perusahaan yang terkait dengan Prajogo Pangestu juga melepas 0,2% saham di Barito Renewables Energy (BREN) awal pekan lalu.
Penjualan itu terjadi ketika regulator mendorong reformasi pasar saham setelah penyedia indeks MSCI memperingatkan pada akhir Januari kalau Indonesia dapat diturunkan statusnya menjadi pasar frontier karena kekhawatiran tentang kurangnya transparansi kepemilikan dan perdagangan saham.
Perubahan utama mengharuskan perusahaan yang terdaftar di bursa saham untuk menggandakan jumlah minimal saham yang dapat diperdagangkan secara publik menjadi 15% dari sebelumnya 7,5%.
Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberi perusahaan waktu hingga tiga tahun untuk mematuhi peraturan tersebut.
Langkah-langkah lain termasuk pengungkapan informasi pemegang saham yang lebih besar dan penerbitan daftar saham dengan konsentrasi pemegang saham yang tinggi seperti dilaporkan Reuters.
Persyaratan free float termasuk di antara isu-isu yang disorot oleh MSCI. MSCI mengatakan, investor telah mengangkat isu-isu fundamental terkait kemampuan investasi yang muncul dari struktur kepemilikan yang tidak transparan dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga yang tepat, seperti dikutip dari Nikkei Asia.
Ikuti Aturan
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan 267 perusahaan yang tercatat saat ini gagal memenuhi persyaratan free float 15% dengan hanya 49 di antaranya yang mencakup sekitar 90% dari total kapitalisasi pasar.
“Prajogo Pangestu mungkin hanya ingin mengikuti aturan. Kami berharap taipan lain akan mengikuti jejaknya,” ujar Head of Research BCA Sekuritas Christopher Andre Benas.
Pelepasan saham oleh orang terkaya di Petrindo itu sebagian besar dilihat sebagai sinyal kepada pasar karena perusahaan telah memenuhi persyaratan dengan free float sebesar 15,9% pada Desember, berdasarkan data bursa saham yang diterbitkan pada Februari.
Kekayaan Prajogo Pangestu berasal dari kepemilikan saham di raksasa petrokimia Barito Pacific dan anak usaha lain yang tercatat di bursa saham yang mencakup energi panas bumi, energi terbarukan, batu bara dan sumber daya lainnya. Berdasarkan data Forbes, kekayaan Prajogo Pangestu mencapai USD 39,8 miliar atau Rp 682,31 triliun pada Desember 2025.
Namun, kekayaan Prajogo Pangestu anjlok awal tahun ini menyusul aksi jual di pasar saham yang dipicu peringatan MSCI. Berdasarkan data real time Forbes, kekayaan bersih Prajogo Pangestu diperkirakan USD 27,4 miliar atau Rp 469,73 triliun pada 14 April 2026.
Prajogo Pangestu Lepas Ratusan Juta Saham CUAN, Segini Nilainya
Sebelumnya, pemegang saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Prajogo Pangestu melepas ratusan juta saham CUAN secara bertahap pada akhir Maret 2026 hingga awal April 2026. Tujuan transaksi penjualan saham CUAN untuk menambah saham free float.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (4/4/2026), Prajogo Pangestu menjual saham CUAN melalui 18 transaksi mulai 30-31 Maret 2026 dan 1-2 April 2026. Prajogo Pangestu melepas sekitar 722,01 juta saham dengan harga di kisaran Rp 1.053-1.150 per saham. Nilai transaksi penjualan saham CUAN itu sekitar Rp 849,29 miliar.
“Tujuan transaksi menambah saham free float dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.
Setelah transaksi pelepasan saham CUAN, ia memiliki 93,77 miliar saham CUAN atau setara 83,41%. Sebelumnya ia mengenggam 94,54 miliar saham CUAN atau 84,09%.
Pada perdagangan saham Kamis, 2 April 2026, harga saham CUAN ditutup turun 7,52% ke posisi Rp 1.045 per saham. Harga saham CUAN dibuka melemah 20 poin ke posisi Rp 1.110 per saham. Saham CUAN berada di level tertinggi Rp 1.120 dan level terendah Rp 1.020 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 19.992 kali dengan volume perdagangan saham 3.797.498 saham. Nilai transaksi Rp 406,3 miliar.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3942298/original/013723700_1645528646-Foto_PTRO_-_ROC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4533604/original/083843100_1691671002-PTPP_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820304/original/022016300_1559289616-indocement.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216035/original/023260300_1526473912-20180516-IHSG-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3485405/original/002293900_1623919505-briWhatsApp_Image_2021-06-17_at_15.42.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4822442/original/096602100_1714908432-fotor-ai-20240505174744.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487884/original/021638500_1769682066-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5296893/original/014230300_1753623860-27_juli_2025-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3103081/original/031459600_1586948198-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4803089/original/006746500_1713254942-20240416-Pembukaan_Bursa_Saham-ANG_4.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4215634/original/079831800_1667629579-Antusias_Warga_Perpanjang_SIM_di_Pelayanan_SIM_Keliling_Polresta_Bogor_Kota-Aida-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314846/original/077748700_1755142924-1200x0_1_autohomecar__chxpvmib8ycascqnaaliuaxe-2c894-large-1-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456712/original/049195100_1766922993-bandung_zoo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016222/original/090950100_1732188163-20241121_113330.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)