Saham BBRI Hari Ini 10 April 2026 Naik 3,35%

2 days ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI melambung pada perdagangan saham Jumat, (10/4/2026). Kenaikan harga saham BBRI ini terjadi usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) yang memutuskan pembagian dividen dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau.

Mengutip data RTI, harga saham BBRI naik 3,35% ke posisi Rp 3.390 per saham. Harga saham BBRI dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 3.290 per saham. Sementara itu, harga saham BBRI berada di level tertinggi Rp 3.400 dan terendah Rp 3.290 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 45.424 kali dengan volume perdagangan saham 3.647.648 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun.

Berdasarkan data google finance, dalam lima hari terakhir, harga saham BBRI naik 1,5%.

Sementara itu, IHSG hari ini ditutup melonjak 2,07% menjadi 7.458,49. Indeks saham LQ45 bertambah 1,71% ke posisi 746,47. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan IHSG Jumat pekan ini diperkirakan masih dari sisi gencatan senjata di Timur Tengah dan juga sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia. Namun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih tertekan. “Meskipun kecenderungan nilai tukar rupiah melemah dan juga terdapat kenaikan harga minyak dunia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.488,01 dan level terendah 7.346,49. Sebanyak 485 saham menguat sehingga angkat IHSG. 181 saham melemah dan 153 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.287.125 kali dengan volume perdagangan saham 42,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.084.

Seluruh sektor saham menguat. Sektor saham industri bertambah 4,29%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham keuangan naik 3,02% dan sektor saham consumer siklikal mendaki 2,64%.

Sementara itu, sektor saham energi menanjak 1,41%, sektor saham basic melompat 1,96%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,35%. Kemudian sektor saham kesehatan naik 0,20%, sektor saham properti melambung 2,18%, sektor saham teknologi mendaki 1,91%, sektor saham infrastruktur menguat 1,94% dan sektor saham transportasi bertambah 0,93%.

BRI Tebar Dividen Rp 52,1 Triliun, Setara Rp 346 per Saham

Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menyepakati pembagian dividen tunai dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026. Keputusan ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada negara dan seluruh pemegang saham.

Dalam RUPST, Perseroan menetapkan pembagian total dividen tunai untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346,00per saham. Angka tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp 137 per saham atau Rp 20,6 triliun yang telah dibayarkan pada 15Januari 2026.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen final ini merupakan wujud nyata komitmen Perseroan dalam memberikan return yang optimal bagi pemegang saham, yang didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.

“Pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja Perseroan yang tetap positif, yang ditopang oleh penguatan pada segmen UMKM sebagai core business BRI, serta akselerasi transformasi digital yang terus memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efisiensi operasional,” ujar Hery dalam RUPST 2026, di Menara BRILiaN Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Adapun, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan laba tahun berjalan konsolidasian perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 56,65 Triliun.

Hery menjelaskan, penetapan dividen final ini juga telah memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan.

Selain itu, pembagian dividen ini tidak hanya mencerminkan kinerja Perseroan yang solid, tetapi juga menunjukkan fundamental bisnis BRI yang kuat dan berkelanjutan.

“Sebagai bagian dari Danantara, pembagian dividen ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan peran Perseroan dalam memperkuat pembiayaan UMKM dan mendorong transformasi ekonomi berbasis inklusi keuangan,” ujar dia.

Bahasan RUPST Lainnya

Selain penetapan dividen sebagai mata acara kedua, RUPST jugamenyetujui enam agenda lainnya yang mencakup pengesahan laporan tahunan, penetapan remunerasi, hingga perubahan anggaran dasar.

Pada agenda pertama, RUPST menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2025, termasuk pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025, serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris. Rapat juga mengesahkan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025.

Seiring dengan pengesahan tersebut, RUPST juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi atas tindakan pengurusan dan kepada Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2025.

Pada agenda ketiga, RUPST menyetujui pemberian wewenang penetapan Gaji/Honorarium berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026 dan Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025 yang ditetapkan untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.

Agenda Lainnya

Kemudian, agenda keempat, pemegang saham pada RUPSTmenyepakati terkait Penunjukan Akuntan Publik di Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2026 serta Laporan Keuangan Program PUMK untuk Tahun Buku 2026.

Pada agenda kelima, RUPST menyetujui Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta Perubahannya dari RUPS kepada Pihak yang Ditunjuk RUPS.

Sementara itu, dalam agenda keenam, RUPST turut melaporkan mengenai Realisasi Penggunaan Dana Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 dan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2026 sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 30/POJK.04/2015.

Pada agenda ketujuh, RUPST menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, sehubungan dengan perubahan klasifikasi saham Perseroan, yaitu perubahan Saham Seri B milik Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN menjadi Saham Seri A Dwiwarna, dalam rangka pemenuhan Undang - Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang - Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |