Harga Saham MSIN Naik jadi Perhatian, Begini penjelasan Manajemen

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan tajam harga saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI). Menanggapi hal tersebut, manajemen MSIN menilai pergerakan saham tidak terlepas dari strategi bisnis yang kini difokuskan pada integrasi konten, distribusi, dan data.

Direktur Utama MSIN, Angela Tanoesodibjo, menuturkan keunggulan di industri digital saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas konten. Dia menuturkan, perseroan terus mengembangkan model monetisasi yang lebih luas. Tidak hanya bergantung pada pembagian pendapatan (revenue sharing) berbasis traffic, tetapi juga mengoptimalkan penjualan langsung (direct selling) serta kolaborasi dengan brand. 

"Kami membangun monetisasi di banyak kanal agar lebih berkelanjutan,” katanya dalam public exposed incidentil BEI, yang disiarkan daring, Kamis (16/4/2026).

Salah satu fokus pertumbuhan ke depan adalah pengembangan konten microdrama melalui platform digital seperti Vision+. Angela menyebut tren ini bukan fenomena jangka pendek, melainkan perubahan pola konsumsi, khususnya di kalangan anak muda. “Di China, microdrama berkembang sangat pesat, bahkan menghasilkan miliaran dolar dalam waktu relatif singkat. Ini menunjukkan adanya pergeseran cara menikmati konten,” jelasnya.

Melalui fitur seperti V+ Short, perseroan memproduksi konten dengan biaya relatif efisien namun memiliki potensi multi-sumber pendapatan. Setiap judul dapat dirilis secara rutin dan dimonetisasi melalui iklan, langganan, hingga sistem koin digital. Tak hanya menyasar pasar domestik, MSIN juga membidik ekspansi global dengan menggandeng rumah produksi internasional.

Angela mengungkapkan, pihaknya tengah mengidentifikasi negara potensial sebelum peluncuran resmi secara global. “Pasar global sangat besar. Jika kita bisa mengambil sebagian kecil saja, dampaknya akan signifikan,” ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan juga membuka peluang integrasi platform. Rencana penggabungan Vision+ dan RCTI+ disebut sedang dikaji untuk meningkatkan efisiensi operasional dan optimalisasi monetisasi. “Secara strategi, memang ada arah ke sana. Saat ini masih dalam tahap penyusunan,” kata Angela.

Belanja Modal

Dalam kesempatan serupa, Chief Financial Officer MNC Group, Rudi Hidayat, menyampaikan kinerja konten menjadi pendorong utama pertumbuhan. Pendapatan dari sektor ini tercatat mencapai Rp3,8 triliun atau tumbuh 18% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk belanja modal (capital expenditure), perusahaan akan menyesuaikan dengan kebutuhan pengembangan ke depan. Fokus penggunaan dana antara lain untuk penguatan teknologi, penyelesaian proyek Movieland guna menekan biaya produksi, serta akuisisi konten premium.

"Capital expentidure disesuaikan perkembangan ke depan. Penggunaannya untuk pengembangan teknologi, menyelesaikan Movieland untuk menekan cost production, dan mengakusisi konten premium,” ucapnya. 

BEI Buka Perdagangan Saham MSIN Hari Ini 14 April 2026

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) setelah sempat disuspensi atau dihentikan sementara perdagangan saham-nya. Pembukaan kembali ini efektif berlaku mulai sesi I pada Selasa, 14 April 2026.

"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 14 April 2026,” kata Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A, dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Selasa (14/4/2026).

Kebijakan tersebut merujuk pada Pengumuman Nomor Peng-SPT-00104/BEI.WAS/04-2026 tertanggal 10 April 2026 mengenai penghentian sementara perdagangan saham MSIN di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Pande menyampaikan, dengan dicabutnya suspensi ini, maka saham MSIN kembali dapat diperdagangkan oleh investor di seluruh pasar yang sebelumnya terdampak.

Sebelumnya, BEI melakukan suspensi terhadap saham PT MNC Digital Entertainment Tbk sebagai langkah perlindungan bagi investor serta untuk memastikan perdagangan saham berlangsung secara wajar, teratur, dan efisien.

Dengan dibukanya kembali perdagangan ini, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati keterbukaan informasi dari perseroan serta mempertimbangkan berbagai faktor sebelum mengambil keputusan investasi terkait saham MSIN.

BEI Suspensi Saham MSIN dan BIMA, Ini Alasannya

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara atau suspensi saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dan PT Primarindo Asia Infratructure Tbk (BIMA).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4/2026), BEI suspensi saham MSIN seiring terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi saham MSIN dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham MSIN pada 13 April 2026.

"Penghentian sementara perdagangan saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN),” demikian seperti dikutip dari pengumuman BEI.

BEI juga mengingatkan untuk para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |