IHSG Diprediksi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 12 Maret 2026

16 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis, (12/3/2026). Lalu bagaimana rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG merosot 0,69% disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 730 miliar pada perdagangan saham Rabu, 11 Maret 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, BUMI, BBRI, DEWA dan TINS.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG hari ini berpotensi kembali melanjutkan koreksi. IHSG akan bergerak di kisaran level support 7.180-7.300 dan level resistance 7.450-7.500.

Sementara itu, dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat IHSG susah naik tinggi menjelang libur panjang Lebaran pekan depan, sehingga proyeksi terbaik saat ini adalah Ssdeways sambil pertahankan area support kritikal 7.335-7.120 jangan sampai tertembus lagi.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Trading Idea hari ini: ARKO, MEDC, UNTR, GOTO, ADRO, dan CDIA

  • ARKO Buy on Weakness dengan area beli di 6000-6200, cutloss di bawah 5900. Target dekat di 6475-6600.
  • MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1620-1650, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1700-1755.
  • UNTR Buy on Weakness dengan area beli di 28600-28900, cutloss di bawah 28500. Target dekat di 29300-29625.
  • GOTO Spec Buy dengan area beli di 55-57, cutloss di bawah 54. Target dekat di 59-60.
  • ADRO Spec Buy dengan area beli di 2320-2350, cutloss di bawah 2300. Target dekat di 2370-2430.
  • CDIA Buy on Weakness dengan area beli di 800-820, cutloss di bawah 785. Target dekat di 880-895.       

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 11 Maret 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/3/2026) sore ini. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi trading jangka pendek yang dilakukan investor menjelang libur panjang Lebaran 2026.

IHSG tercatat turun 51,51 poin atau 0,69 persen ke posisi 7.389,40. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi 7,69 poin atau 1,01 persen ke posisi 752,25.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi di pasar saham saat ini.

"Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan," ujar Ratna Lim dikutip dari Antara.

Selain faktor domestik, sentimen global juga memengaruhi pergerakan pasar saham. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor karena berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan global.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka menguat. Namun tekanan jual membuat indeks bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG masih bertahan di wilayah merah hingga akhirnya ditutup melemah pada akhir perdagangan.

Sentimen IHSG Lainnya

Selain sentimen domestik, pergerakan pasar saham juga dipengaruhi kondisi global. Bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan Rabu sore tercatat bergerak variatif, seiring investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.

Pelaku pasar tengah menilai berbagai pernyataan yang saling bertentangan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi di Selat Hormuz.

Menteri Energi AS Chris Wright sempat mengklaim melalui media sosial bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah mengawal sebuah kapal tanker. Namun unggahan tersebut kemudian dihapus setelah Gedung Putih membantah adanya operasi tersebut.

Pada saat yang sama, Pentagon menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan paling intens terhadap Iran dan akan terus berlanjut hingga Teheran dikalahkan.

Pernyataan tersebut dinilai bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Trump sebelumnya yang menyebut konflik tersebut berpotensi segera berakhir.

Situasi ini membuat pelaku pasar memilih bersikap lebih hati-hati karena ketidakpastian geopolitik berpotensi memicu fluktuasi harga komoditas energi serta pasar keuangan global.

Sektor Energi Pimpin Pelemahan IHSG

Dilihat dari kinerja sektoral, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan hasil yang beragam.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat empat sektor yang mencatatkan penguatan. Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,06 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing naik 0,38 persen dan 0,30 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor mengalami koreksi. Sektor energi mencatat penurunan paling dalam sebesar 1,69 persen, disusul sektor barang baku yang turun 1,66 persen, serta sektor industri yang melemah 1,09 persen.

Sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain UANG, NTEV, DEFI, KUAS, dan PTMP. Sementara saham yang mengalami penurunan terdalam yaitu INPC, ICON, INDY, ENRG, dan AADI.

Aktivitas perdagangan saham juga terbilang cukup ramai. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1.849.112 kali dengan total 32,19 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp15,68 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 312 saham naik, 366 saham turun, dan 139 saham stagnan pada penutupan perdagangan hari ini.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |