IHSG Bakal Menghijau, Cek Rekomendasi Saham 17 Juni 2026

18 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu, (17/6/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.476-6.577. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 4,12% ke 6.254, dan disertai dengan kenaikan volume pembelian pada Senin, 15 Juni 2026. Penguatan IHSG juga mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476-6.577,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.

Ia mengingatkan untuk mencermati ada koreksi dari IHSG ke level area 6.136-6.216. Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.286, 6.459.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat dengan level support dan resistance di 6.170-6.400.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Maharaksa Biru Energy Tbk (OASA).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO menguat 1,75% ke 2.320 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. “Saat ini, posisi ADRO diperkirakan berada di awal wave [v] dari wave C,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.240-2.300

Target Price: 2.410, 2.520

Stoploss: below 2.220

2.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Trading Buy

Saham BKSL menguat 1,47% ke 69 dan didominasi oleh volume pembelian, tetapi penguatannya masih tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi BKSL sedang berada pada bagian awal dari wave (4) dari wave [C],” ujar dia.

Trading Buy: 64-68

Target Price: 81, 90

Stoploss: below 59

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Buy on Weakness

Saham BUMI menguat signifikan sebesar 10,19% ke 173 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi BUMI sedang berada di awal (A) dari wave [B],” ujar dia.

Buy on Weakness: 157-170

Target Price: 214, 238

Stoploss: below 153

4.PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) - Trading Buy

Saham OASA menguat 2,31% ke 266 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi OASA saat ini sedang membentuk wave 4 dari wave (C),” ujar dia.

Trading Buy: 250-262

Target Price: 294, 320

Stoploss: below 240

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 15 Juni 2026

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Senin, (15/6/2026). Lonjakan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 30 triliun dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Analis menilai, lonjakan IHSG didorong sentimen kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 4,12% menjadi 6.254,96. Indeks saham LQ45 mendaki 4,56% menjadi 624,68. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.345,79 dan level terendah 6.118,07. Sebanyak 603 saham menguat sehingga angkat IHSG. 125 saham melemah dan 90 saham diam di tempat. Transaksi perdagangan saham cukup ramait pada awal pekan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, kenaikan IHSG didorong sentimen global. Salah satunya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ada kesepakatan tersebut telah menekan harga minyak dunia sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi global.

"Lebih dominan global. Bursa saham Asia juga mengapresiasi sehingga terjadi euforia di market karena sudah terjadi benar-benar peace deal antara AS dan Iran sehingga Selat Hormuz dibuka kembali. Itu memicu harga minyak turun empat persen, secara psikologis mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan tekanan biaya energi," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Sedangkan sentimen domestik, Nafan menilai, pasar mengapresiasi soal regulasi seperti pembatalan skema gross split di sektor minerba. Ia menilai, hal itu memberikan nafas lega di pasar saham. Selain itu, pelaku pasar juga menanti keputusan Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan. "Antisipasi keputusan BI Rate pekan ini. Stabilitas rupiah dan rupiah menguat memberikan ketenangan psikologis pasar Keuangan di Tanah Air," kata dia.

Total frekuensi perdagangan 3.253.403 kali dengan volume perdagangan saham 54,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 30 triliun. Selain itu, dolar Amerika Serikat (AS) juga lesu terhadap rupiah. Dolar AS berada di kisaran 17.669.

Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham Kesehatan yang lesu. Sektor saham Kesehatan turun 0,67%. Di sisi lain, Sektor saham energi mendaki 2,35%, sektor saham basic melonjak 7,26%, sektor saham industri naik 4,51%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 2,73%, sektor saham consumer siklikal naik 3,86%. Sektor saham keuangan menanjak 5,23%, sektor saham properti melambung 2,03%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 1,7%, sektor saham infrastruktur bertambah 2,93% dan sektor saham transportasi melesat 2,95%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |