Deretan Catatan MSCI untuk Pasar Modal Indonesia

12 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Penyedia indeks global MSCI mengungkap sejumlah catatan terhadap pasar modal Indonesia dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review. Meski Indonesia tetap mempertahankan status sebagai pasar berkembang (Emerging Market), MSCI menilai masih terdapat sejumlah hambatan yang perlu dibenahi untuk meningkatkan aksesibilitas investor global ke pasar domestik.

Salah satu sorotan utama MSCI adalah penurunan penilaian pada aspek Information Flow atau arus informasi. Dalam laporan terbarunya, MSCI menurunkan penilaian Indonesia dari "+" menjadi "-", menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar yang mengalami penurunan penilaian aksesibilitas pada tahun ini.

MSCI menyebut, kekhawatiran investor internasional terhadap kemudahan investasi (investability) di Indonesia masih berlanjut. Hal itu dipicu oleh terbatasnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta adanya perilaku perdagangan yang terkoordinasi (coordinated trading behavior) yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga saham secara wajar.

Selain persoalan transparansi, MSCI juga menyoroti keterbatasan akses informasi bagi investor asing. Menurut lembaga tersebut, informasi terkait perusahaan tercatat dan data pasar saham Indonesia tidak selalu tersedia dalam Bahasa Inggris, sehingga dapat menghambat investor internasional dalam memperoleh informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan investasi.

Dari sisi pasar valuta asing, MSCI menilai Indonesia masih menghadapi tantangan karena belum memiliki pasar valuta asing offshore yang efisien. Di pasar domestik, sejumlah pembatasan juga masih berlaku, termasuk ketentuan yang mengharuskan transaksi valuta asing dikaitkan dengan transaksi efek.

MSCI turut mencatat fasilitas cerukan (overdraft) bagi investor asing tidak diperbolehkan dalam sistem penyelesaian transaksi di Indonesia. Selain itu, transfer aset secara in-kind atau tanpa transaksi tunai hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu.

Pada aktivitas perdagangan, MSCI menyebut mekanisme peminjaman saham (stock lending) memang telah tersedia, tetapi masih terbatas pada saham tertentu dan kontrak dengan tenor maksimal 90 hari. Sementara itu, transaksi short selling juga diperbolehkan, tetapi masih dikenakan sejumlah pembatasan.

MSCI Pertahankan Indonesia di Kelompok Emerging Market

Sebelumnya, MSCI tetap menempatkan Indonesia dalam kelompok Emerging Market (pasar berkembang) dalam MSCI 2026 Global Market Accessibility Review atau Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI 2026. Meski statusnya tidak berubah, MSCI menyoroti sejumlah tantangan yang masih perlu dibenahi untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

Melansir laporan terbaru MSCI, Jumat (19/6/2026), Indonesia masih menjadi bagian dari kelompok pasar berkembang bersama sejumlah negara besar lainnya seperti India, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Turki. 

Namun demikian, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow atau arus informasi dari “+” menjadi “-”. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran investor internasional terhadap keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi sehingga berpotensi mengganggu proses pembentukan harga saham yang wajar.

MSCI juga mencatat informasi terkait emiten dan data pasar saham Indonesia belum selalu tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris, yang menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian aksesibilitas pasar bagi investor asing.

Selain isu transparansi, MSCI menilai Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala struktural, antara lain belum tersedianya pasar valuta asing offshore yang efisien, pembatasan tertentu pada transaksi valuta asing domestik, serta keterbatasan dalam aktivitas stock lending dan short selling.

Tanggal Penting MSCI Lainnya

Adapun Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI atau MSCI 2026 Global Market Accessibility Review bertujuan menilai dan melacak evolusi aksesibilitas di masing-masing pasar, dan untuk memberi tahu otoritas pasar tentang area yang dianggap oleh investor institusional global tidak memenuhi standar internasional dan akan menyambut baik perbaikan.

Sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya, Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI 2026 memberikan penilaian terperinci tentang aksesibilitas pasar untuk setiap pasar ekuitas yang termasuk dalam Indeks MSCI dan mengevaluasi lima kriteria aksesibilitas pasar berikut:

Keterbukaan terhadap kepemilikan asingKemudahan arus masuk/keluar modalEfisiensi kerangka kerja operasionalKetersediaan instrumen investasiStabilitas kerangka kerja kelembagaanKelima kriteria ini mencerminkan area yang umumnya sangat ditekankan oleh investor institusional internasional ketika mengevaluasi aksesibilitas investasi suatu pasar, termasuk perlakuan yang sama terhadap investor, arus modal yang bebas, biaya investasi, penggunaan data pasar saham yang tidak terbatas, dan risiko spesifik pasar.

MSCI menggunakan 18 ukuran aksesibilitas yang berbeda untuk menilai kelima kriteria ini, yang dijelaskan secara rinci dalam laporan Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI 2026.

Aksesibilitas pasar, bersama dengan perkembangan ekonomi dan ukuran serta likuiditas, menentukan klasifikasi pasar menjadi developed, emerging, frontier, dan standalone market. Klasifikasi pasar merupakan masukan kunci dalam proses penyusunan indeks karena menentukan komposisi kumpulan peluang investasi yang akan diwakili. Hasil Tinjauan Klasifikasi Pasar Tahunan MSCI 2026 akan diumumkan pada 23 Juni 2026.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |