VKTR Optimistis Pendapatan Kendaraan Listrik Naik 2026, Ini Pendorongnya

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memproyeksikan pendapatan dari segmen kendaraan listrik akan meningkat pada 2026. Optimisme ini ditopang oleh penyelesaian sisa proyek pengadaan bus listrik untuk Transjakarta yang dijadwalkan rampung pada awal tahun depan.

Hingga akhir 2025, VKTR telah mengirimkan 50 unit bus listrik kepada operator Transjakarta dari total pesanan 80 unit. Sementara 30 unit lainnya telah menyelesaikan tahap perakitan sasis dan siap memasuki tahap akhir produksi.

"Sejalan dengan milestone pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun mulai dari fase pionir perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD), pencapaian TKDN di atas 40 persen, hingga ekspansi portofolio bus dan truk listrik, perseroan menunjukkan akselerasi kinerja baik secara operasional maupun finansial," ujar CEO VKTR A. Ardiansyah Bakrie dikutip dari Antara, Minggu (1/2/2026).

Dengan tambahan pengiriman tersebut, pada awal 2026 VKTR diproyeksikan telah memasok total 152 unit bus listrik untuk Transjakarta. Jumlah itu setara sekitar 30 persen dari total armada bus listrik yang beroperasi di ibu kota.

Penjualan Tumbuh, Order Baru Mengalir

Manajemen VKTR mengklaim penjualan kendaraan listrik perseroan terus menunjukkan tren pertumbuhan dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2025, perusahaan mencatat penjualan 69 unit kendaraan listrik yang terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift kepada berbagai perusahaan swasta lintas sektor.

Secara kumulatif sejak berdiri hingga akhir 2025, VKTR telah merampungkan penjualan 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, serta 13 unit forklift.

Memasuki awal 2026, VKTR juga telah mengantongi pesanan baru. Di antaranya order bus listrik dari perusahaan pengembang real estate di Jakarta serta transporter dari perusahaan transportasi antarkota di Malang.

Perseroan juga tengah memproduksi dua unit shuttle bus listrik untuk salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah, dengan target pengiriman pada akhir kuartal II 2026.

Pendapatan Naik, Fokus Menuju Profitabilitas

Dari sisi kinerja keuangan, VKTR membukukan pendapatan sebesar Rp1,08 triliun pada 2025 atau tumbuh 8,5 persen secara tahunan dibandingkan 2024.

Total aset perusahaan meningkat 11,8 persen menjadi Rp1,79 triliun pada 2025, didorong oleh kenaikan uang muka proyek kendaraan listrik serta penambahan aset tetap.

Sementara itu, liabilitas naik 22,2 persen menjadi Rp553 miliar seiring penambahan pinjaman modal kerja guna mendukung ekspansi bisnis.

Ardi menegaskan VKTR kini fokus mengakselerasi transisi bisnis kendaraan listrik dari fase investasi menuju keuntungan berkelanjutan. Strateginya meliputi disiplin operasional, optimalisasi kapasitas produksi, serta efisiensi biaya untuk memperbaiki struktur marjin.

Selain itu, VKTR akan memperkuat posisi sebagai pionir kendaraan listrik komersial dengan melakukan re-balancing portofolio dari bus ke truk listrik guna memperluas pasar dan mendiversifikasi pendapatan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |