IHSG Turun Hampir 30% Sejak Awal Tahun, OJK Pastikan Masih Tahan Banting

9 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak memungkiri bahwa kinerja pasar saham Indonesia masih menghadapi tekanan berat sepanjang 2026. OJK memastikan kondisi pasar modal Indonesia sampai saat ini masih sangat sehat. 

OJK mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi hampir 30 persen sejak awal tahun di tengah tingginya ketidakpastian global dan domestik yang memengaruhi sentimen investor.

"IHSG tercatat ditutup di level 6.127,38 pada akhir periode laporan atau akhir Mei 2026. Ini terkoreksi sebesar 11,92 persen secara month to month atau 29,14 persen secara year-to-date," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, dalam Konferensi Pers Hasil RDKB Mei 2026, Jumat (5/6/2026).

Hasan mengatakan pasar saham domestik mengalami fase tekanan dan konsolidasi sepanjang Mei 2026. Memasuki awal Juni 2026, pergerakan pasar saham masih menunjukkan volatilitas yang tinggi.

OJK menilai fase konsolidasi masih berlangsung dan akan terus menjadi perhatian regulator dalam beberapa waktu ke depan. Ia menyebut perkembangan pasar global, arus modal asing, serta dinamika ekonomi domestik menjadi faktor yang akan terus memengaruhi arah pasar saham Indonesia.

OJK: Likuiditas Pasar Tetap Terjaga

Di tengah koreksi tajam IHSG, OJK menegaskan kondisi pasar modal Indonesia masih relatif sehat. Salah satu indikator yang menjadi perhatian regulator adalah likuiditas pasar yang tetap berada pada level memadai.

Hal itu tercermin dari rata-rata BID dan spread saham selama Mei 2026 yang tetap rendah, yakni berada di kisaran 1,5 persen. Angka tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan masih berlangsung dengan baik meskipun tekanan pasar meningkat.

"Di tengah dinamika tersebut, kondisi pasar modal domestik tetap menunjukkan tingkat ketahanan yang memadai. Hal ini tercermin dari likuiditas yang tetap terjaga, di mana rata-rata BID dan S-Spread pada Mei 2026 terjaga di tingkat yang rendah pada level 1,5 persen. Ini mencerminkan bahwa likuiditas pasar tetap terjaga baik," ujarnya.

Masih Ada Aksi Jual Bersih

Meski demikian, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia sebesar Rp 4,1 triliun selama Mei 2026.

"Adapun, investor asing tercatat memungkukan net sale di pasar saham sebesar Rp 4,1 triliun month to month pada periode laporan," ujarnya,

Aksi keluar dana asing tersebut menjadi salah satu faktor yang menambah tekanan terhadap IHSG. Namun, OJK menilai pasar domestik masih mampu menyerap tekanan tersebut tanpa mengganggu stabilitas perdagangan secara keseluruhan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |