Liputan6.com, Jakarta - Di tengah sikap bank sentral global yang semakin hawkish untuk merespons risiko inflasi, hal ini menegaskan, pentingnya pengelolaan investasi secara aktif serta seleksi aset yang cermat. Meskipun konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah memunculkan ketidakpastian dalam jangka pendek, ketahanan struktur pasar Asia yang ditopang oleh ekspansi infrastruktur teknologi dan ketahanan energi domestik tetap menawarkan manfaat diversifikasi yang berbeda bagi portofolio global.
Memasuki semester kedua 2026, kondisi makroekonomi global masih sangat dipengaruhi oleh lamanya gangguan rantai pasok global dan tingginya harga komoditas. Sementara itu, proses normalisasi pada jalur energi dan pengiriman barang masih belum pasti. Senior Global Macro Strategist Manulife Investment Management, Yuting Shao menuturkan, konflik berkepanjangan di Timur Tengah telah mengubah arah kebijakan bank sentral global.
Shao menuturkan, ekspektasi sebelumnya pelonggaran moneter akan berlangsung secara luas dan searah kini mulai bergeser. Tekanan biaya energi yang masih tinggi memaksa bank sentral di sejumlah kawasan untuk mempertahankan sikap hawkish guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap inflasi. Pada saat yang sama, siklus ekonomi global masih bergerak tidak merata. Negara-negara dengan ketahanan energi domestik yang kuat, atau yang terdorong langsung oleh tren besar teknologi, terbukti jauh lebih resilien.
"Di China Daratan, kombinasi diversifikasi impor energi, pengendalian harga domestik, dan cadangan yang memadai telah berhasil melindungi ekosistem pasar domestik dari dampak terburuk lonjakan harga minyak global. Dengan didukung pertumbuhan dasar yang solid, para pembuat kebijakan memiliki fleksibilitas untuk merespons secara dinamis apabila kondisi eksternal memburuk,” ujar dia, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).
Dukungan Aset Riil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)
Perbesar
Global Head of Multi-Asset Solutions, Luke Browne menilai, kondisi makro yang semakin tidak merata semakin memperkuat kebutuhan terhadap alokasi aset yang selektif dan terdiversifikasi.
Ia menuturkan, dengan pasar tenaga kerja yang masih kuat dan menunda terjadinya pelonggaran moneter yang signifikan, pihaknya mempertahankan pendekatan yang sangat selektif dalam alokasi aset.
"Meskipun pasar masih ditopang oleh kinerja laba yang resilien dan pertumbuhan yang stabil, risiko dan peluang menjadi semakin tidak merata antar kawasan dan kelas aset. Hal ini menegaskan pentingnya diversifikasi dan pengelolaan investasi secara aktif,” ujar dia.
Pihaknya memperkirakan kepemimpinan pasar saham akan meluas, tidak lagi hanya bertumpu pada saham teknologi berkapitalisasi besar dan artificial intelligence (AI), tetapi juga ke segmen aset berkualitas tinggi dan valuasi pasar yang menarik.
Menjaga pendekatan multi-asset yang seimbang akan menjadi kunci untuk menghadapi volatilitas geopolitik dan valuasi, sekaligus menangkap peluang secara selektif di pasar global, seiring Asia yang terus memperoleh manfaat dari pertumbuhan struktural dan tema investasi terkait AI.
"Kami juga melihat dukungan bagi aset riil tertentu, termasuk komoditas yang terkait dengan pengembangan infrastruktur AI, serta peluang pada instrumen kredit yang masih menawarkan imbal hasil menarik. Pada saat yang sama, kami lebih menyukai obligasi berdurasi pendek untuk membantu mengelola risiko suku bunga,” ujar dia.
Saham Asia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
Perbesar
Manulife Investment Management menilai, prospek saham Asia tetap konstruktif menjelang semester kedua 2026, didukung oleh visibilitas laba yang membaik, kondisi keuangan yang lebih longgar, serta faktor pendorong pertumbuhan yang berbeda di tiap kawasan.
Head of Asia Equities, June Chua mengatakan, di China, pihaknya melihat perbaikan prospek laba yang lebih berkelanjutan dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, setelah periode pelemahan sebelumnya.
“Seiring pemulihan ekonomi yang semakin meluas dan stabilisasi siklus industri, kami tetap melihat peluang di berbagai area seperti AI, semikonduktor, manufaktur canggih, dan peralatan kelistrikan. Bersama dengan dukungan kebijakan dan valuasi yang masih menarik, hal ini menunjukkan latar belakang yang lebih konstruktif bagi saham China dalam jangka menengah,” ujar Chua.
Pada saat yang sama, ia menuturkan, Taiwan dan Korea Selatan terus memperoleh manfaat dari momentum kuat dalam ekosistem Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Rantai pasok yang mendalam dan resilien, ditambah dengan peningkatan teknologi yang terus berlangsung, telah mendorong pertumbuhan laba yang nyata di sektor semikonduktor dan industri terkait.
"Di kawasan ASEAN, meskipun tantangan jangka pendek masih ada, kami melihat adanya upaya kebijakan yang terkoordinasi serta penguatan permintaan domestik yang dapat mendukung pemulihan yang lebih berkelanjutan,” ujar dia.
Ia mengatakan, dalam kondisi ini, saham Asia menawarkan sumber pertumbuhan dan diversifikasi yang berbeda. Namun, perbedaan kinerja antar pasar dan sektor masih tinggi, sehingga semakin menegaskan pentingnya pengelolaan investasi aktif serta pendekatan yang disiplin dan selektif dalam menangkap peluang di kawasan ini.
Obligasi Asia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)
Perbesar
Head of Asia Fixed Income, Murray Collis menilai, di tengah ketidakpastian suku bunga yang masih berlangsung, obligasi Asia tetap berada dalam posisi yang baik pada semester kedua 2026, seiring investor mencari sumber pendapatan dan diversifikasi yang resilien.
Collis menuturkan, obligasi Asia menawarkan kombinasi yang menarik antara imbal hasil yang lebih tinggi dan durasi yang lebih pendek dibandingkan instrumen global sejenis.
“Hal ini memberikan bantalan pendapatan yang lebih resilien terhadap volatilitas suku bunga. Kami melihat peluang pada obligasi berdenominasi dolar AS di Asia dan pasar obligasi mata uang lokal tertentu, di mana dukungan kebijakan dan fundamental yang solid dapat membantu menopang imbal hasil,” kata dia.
Pada instrumen kredit, obligasi berimbal hasil tinggi (high yield) di Asia menonjol karena menawarkan potensi imbal hasil yang menarik dan didukung oleh kondisi fundamental yang membaik, sementara investment grade tetap didukung oleh pertumbuhan kawasan yang sehat.
“Di pasar lokal, selektivitas menjadi kunci, dengan negara seperti Jepang dan India yang menawarkan peluang berbeda seiring kondisi kebijakan dan dinamika pasar yang mendukung suku bunga serta mata uang,” kata dia.
Ia juga mencatat bahwa faktor teknis masih memberikan dukungan, dengan terbatasnya pasokan bersih obligasi dolar Asia yang membantu menopang valuasi. “Dengan latar belakang tersebut, obligasi Asia tetap berada dalam posisi yang baik untuk memberikan pendapatan dan diversifikasi, sekaligus menawarkan ketahanan relatif pada semester kedua 2026,” ujar dia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8672919/original/054144500_1782713040-IMG-20260629-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292471/original/054670300_1783597457-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-9_Juli_2026h.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258069/original/058566900_1781312784-AP26162502155547.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292675/original/031123000_1783649892-PT_RANS_Entertainment_Indonesia_Tbk__RANS_-10_Juli_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292676/original/007853100_1783649924-PT_RANS_Entertainment_Indonesia_Tbk__RANS_-10_Juli_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292697/original/049294800_1783651693-Pencatatan_saham_RANS_Entertainmen_Indonesia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303107/original/029463000_1754045559-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_16.22.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8676647/original/054831900_1782721080-Direktur_Utama_PT_Bursa_Efek_Indonesia_periode_2026___2030__Jeffrey_Hendrik-29_Juni_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256720/original/046490700_1750248775-f3bdce7a-e287-4a17-b7bd-c5e2c5499ba6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9289295/original/076046900_1783398527-IMG_5812.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1563516/original/054046800_1491900182-RS-Jakarta-Eye-Center6.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566691/original/052633000_1631185687-20210909-PPKM-IHSG-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537833/original/008774200_1774468315-IMG-20260315-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258822/original/039204900_1781412679-Nalara_Coffee1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551304/original/045465700_1775723047-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_15.16.39__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163184/original/077394400_1741957240-14_maret_2025-8.jpg)