Kopi Kenangan Ingin IPO, Singapura Jadi Pertimbangan Pencatatan Saham

12 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kopi Kenangan, jaringan kedai kopi Indonesia yang didukung oleh bintang tenis Serena Williams, pengusaha dan penyanyi Jay Z telah mendekati beberapa bank mengenai kemungkinan initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana. Perseroan berpotensi mencatatkan saham dengan valuasi US$ 1 miliar atau Rp 17,91 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.920) .

Demikian mengutip Yahoo Finance dari laporan the Wall Street Journal, Kamis (23/7/2026). Wall Street Journal menggambarkan diskusi IPO itu sebagai tahap awal, tanpa bank yang secara resmi ditunjuk untuk memimpin proses itu. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Singapura termasuk lokasi yang dipilih untuk pencatatan saham.

Adapun Serena Williams dan Jay-Z bergabung sebagai investor di Kopi Kenangan pada 2019. Investasi modal itu masing-masing melalui Serena Ventures dan Roc Nation.

Melalui pernyataan lewat email, Vice President of Corporate Finance and Development, Junxian Li menuturkan, perusahaan secara teratur mengevaluasi berbagai opsi strategis dan pembiayaan untuk mendukung ekspansi dan memberikan peluang monetisasi bagi pemegang saham.

"Ini termasuk dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor dan penasihat yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami,” ujar Li.

Ia menambahkan, perusahaan belum membuat keputusan apapun mengenai IPO, termasuk mengenai waktu, lokasi dan valuasi.

Didirikan pada 2017, perusahaan ini hanya memakai biji kopi yang ditanam di Indonesia, dan telah memperluas jangkauan ke enam negara antara lain Singapura, Malaysia, India dan Australia. Saat ini perusahaan memiliki lebih dari 1.300 gerai di berbagai lokasi, dan menargetkan sekitar 550 pembukaan tambahan gerai hingga 2026.

Pendiri dan CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata mengungkapkan dalam sebuah unggahan Linkedln pada Januari, kalau pendapatan perseroan pada 2025 naik 45% dari tahun sebelumnya menjadi US$ 184 juta atau Rp 3,29 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.920). Sementara itu, laba bersih mencapai US$ 17 juta atau Rp 304,58 miliar.

Ia menuturkan, perusahaan tidak sabar menunggu bel IPO berbunyi sebelum mulai bertindak seperti perusahaan publik. Namun, ia tidak memberikan rincian spesifik tentang potensi pencatatan saham.

Kisah Sukses Kopi Kenangan, Berawal Jualan Kartu Pokemon Kini Hasilkan Rp 1,5 Triliun Setahun

Sebelumnya, CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, memiliki kecintaan pada kopi sejak masa kuliah, hingga ia kerap membeli satu gelas besar setiap hari di Dunkin' Donuts atau 7-Eleven. Kini, di usia 35 tahun, ia tidak hanya menikmati secangkir kopi harian, tetapi telah menambah jumlahnya menjadi tiga atau lebih untuk tujuan uji produk.

Dikutip melalui CNBC, Jum’at (15/11/2024) Yang dimulai sebagai kedai kopi lokal di Indonesia pada 2017, kini menjadi merek kopi internasional bernilai lebih dari USD 1 miliar, dengan lebih dari 800 lokasi di seluruh Asia Tenggara.

Perusahaan ini menghasilkan penjualan lebih dari USD 100 juta pada tahun 2023 aau setara dengan Rpp 1,5 triliun setahun.

Tirtanata dibesarkan di ibu kota Indonesia, Jakarta, namun pada tahun 2007, ia pindah ke AS untuk kuliah di Northeastern University di Boston, mengambil jurusan keuangan dan akuntansi. Walaupun ia kurang menikmati studi akademik, semangat kewirausahaannya telah muncul sejak awal.

Temukan Prinsip Dasar Bisnis

Ketika masih bersekolah, Tirtanata menemukan prinsip bisnis dasar: "Beli rendah, jual tinggi." Ia menjual kartu Pokémon dan bot permainan kepada teman-teman sekolah untuk mendapatkan keuntungan. Pengalaman ini semakin diperkuat oleh pengaruh orang tuanya yang juga pengusaha.

Pada tahun pertamanya di universitas, ibunya mengabarkan bahwa bisnis sang ayah mengalami masalah keuangan. Setelah mendengar kabar tersebut, Tirtanata mempercepat program lima tahunnya menjadi tiga tahun dan segera kembali ke Indonesia untuk membantu usaha keluarga.

Meskipun menghadapi kesulitan finansial dengan keluarganya, Tirtanata tetap menapaki jalur wirausaha yang ia bangun sendiri. Ini menjadi awal dari lahirnya Kopi Kenangan.

Awal Mendirikan Kopi Kenangan

Sebelum Kopi Kenangan, pada 2015, Tirtanata membuka jaringan kedai teh bernama Lewis & Carroll di Indonesia. Namun, ia menyadari bahwa kedai teh tersebut tidak seuntung yang diharapkan. 

Bersama rekannya, James Prananto, ia menemukan bahwa banyak rantai kedai kopi dan teh di Indonesia harganya terlalu mahal bagi masyarakat lokal.

Berdasarkan data dari Starbucks Tall Latte Index, secangkir latte kecil di Indonesia dapat menghabiskan lebih dari 30% pendapatan harian rata-rata masyarakat, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan AS yang hanya sekitar 2%. Hal ini memicu lahirnya ide untuk Kopi Kenangan.

Pada tahun 2017, Tirtanata dan Prananto menginvestasikan total USD 15.000 untuk membuka lokasi pertama mereka di Jakarta dengan model grab-and-go (ambil dan pergi).

Dengan model ini, mereka dapat menghemat biaya sewa tempat duduk dan dekorasi kafe, sehingga bisa lebih fokus pada bahan-bahan berkualitas.

Rahasia Kesuksesan Kopi Kenangan hingga Mendunia

Dalam bisnis kopi yang sudah sangat kompetitif, Kopi Kenangan berhasil menonjol berkat tiga strategi utama: model grab-and-go, penggunaan teknologi, dan pendekatan hyperlocal. 

"Rantai kopi global seperti Starbucks menekankan konsistensi, tetapi saya menyadari bahwa selera orang berbeda-beda," jelas Tirtanata. 

Dengan pendekatan ini, Kopi Kenangan memastikan rasa kopi di setiap negara sesuai dengan preferensi lokal, menggunakan pendekatan berbasis data.

Selama pandemi Covid-19, Kopi Kenangan menggandakan upaya integrasi teknologi yang memungkinkan mereka melipatgandakan jumlah toko.

Per April 2024, Kopi Kenangan telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari USD 230 juta dari investor internasional. Saat ini, toko-toko Kopi Kenangan dapat ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. 

Namun, Tirtanata masih memiliki rencana ekspansi global dan berharap dapat mendaftarkan perusahaannya di bursa saham AS suatu hari nanti.

"Saya sangat bersemangat dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Saya percaya kita baru memulai perjalanan ini.” ujar dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |