Liputan6.com, Jakarta - PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mencatat pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 13,2% secara tahunan. Capaian ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat.Namun, pendapatan perseroan turun pada 2025.
Melansir laporan keuangan perseroan pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4/2026), perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 8,47 triliun pada 2025, turun 5,38% dari 2024 sebesar Rp 8,95 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan meningkat 13,18% menjadi Rp 334,3 miliar dibandingkan Rp 295,3 miliar pada tahun sebelumnya, mencerminkan perbaikan kinerja operasional yang berkelanjutan.
Peningkatan kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah fundamental yang telah dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan disiplin keuangan, serta optimalisasi proses bisnis. Langkah-langkah ini turut mendorong efisiensi operasional dan memperkuat daya saing perseroan.
Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 7,32 triliun, sehingga perseroan masih mampu menjaga margin di tengah tekanan biaya. Struktur pendapatan masih didominasi oleh penjualan perangkat keras dan lunak sebesar Rp 6,77 triliun, diikuti layanan solusi IT sebesar Rp 1,13 triliun serta outsourcing Rp 470,9 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp 5,23 triliun dari Rp 4,74 triliun pada tahun sebelumnya, menunjukkan ekspansi dan penguatan kapasitas usaha. Sementara itu, total ekuitas juga naik menjadi Rp 804,8 miliar, mencerminkan posisi permodalan yang semakin kuat.
Pada aspek likuiditas, arus kas dari aktivitas operasi tercatat positif sebesar Rp 124,4 miliar, yang menunjukkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan kas dari kegiatan bisnis utamanya.
Pemegang Saham ATIC Sepakati Pengunduran Diri Presiden Komisaris Ignasius Jonan
Sebelumnya, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 27 Maret 2026 yang menghasilkan sejumlah keputusan terkait perubahan kepemimpinan dan rencana strategis perusahaan.
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/3/2026), dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Ignasius Jonan dari posisi Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen. Keputusan ini diambil setelah yang bersangkutan menyelesaikan masa tugasnya sejak bergabung pada 2021.
Selama periode tersebut, perusahaan mencatat sejumlah perbaikan, antara lain dalam aspek tata kelola, kedisiplinan operasional, serta struktur keuangan. Kinerja perusahaan juga menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi tersebut turut tercermin pada perbaikan neraca keuangan, termasuk pengelolaan laba ditahan yang semakin mendekati titik impas. Pengunduran diri tersebut akan efektif setelah masa transisi hingga pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Selain itu, RUPSLB juga membahas langkah perusahaan dalam menjaga operasional dan kondisi keuangan. Salah satunya terkait obligasi yang memiliki opsi penyelesaian tunai maupun konversi saham, dengan nilai jatuh tempo sekitar Rp559,99 miliar pada 11 Juli 2026.
Pada 29 Januari 2026, perusahaan menerima konfirmasi dari TIS Inc. sebagai pemegang obligasi bahwa penyelesaian akan dilakukan secara tunai.
Sementara itu, posisi kas perusahaan per September 2025 tercatat sekitar Rp 445,29 miliar. Untuk menjaga likuiditas dan mendukung kegiatan operasional, manajemen berencana melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (right issue).
Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha ke depan.
Hadapi 2025, ATIC Perkuat Penyediaan Solusi dan Layanan IT
Sebelumnya, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mencatat kinerja operasional yang kuat sepanjang 2024, di tengah tantangan dan dinamika industri teknologi informasi yang terus berubah.
Perusahaan sukses meraih target yang telah ditetapkan, membuktikan bahwa strategi diversifikasi dan model bisnis berkelanjutan mereka terbukti efektif.
Presiden Direktur Anabatic Technologies, Harry Surjanto Hambali mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi cepat dengan kondisi pasar yang terus berkembang. Fokus utama perusahaan tetap pada solusi dan layanan teknologi informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan di berbagai sektor.
“Performa positif ini mencerminkan keberhasilan strategi inovasi dan diversifikasi perusahaan yang secara konsisten menjawab kebutuhan pasar serta memperkuat keberlanjutan bisnis,” jelas Harry dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (2/5/2025)
Pendapatan Mengalami Penyesuaian, Tapi Tetap Terkendali
Pada 2024, Anabatic membukukan pendapatan sebesar Rp 8,9 miliar, mengalami penurunan sebesar 12,3% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh divestasi atas kepemilikan mereka di Equine Global beserta anak perusahaannya pada tahun 2023, yang saat itu memberikan tambahan keuntungan. Selain itu, penghentian distribusi produk oleh beberapa mitra bisnis juga turut berkontribusi pada penurunan tersebut.
Namun, jika pendapatan dari Equine Group dan mitra bisnis yang telah berhenti tidak diperhitungkan, maka pendapatan inti Anabatic Technologies justru mengalami pertumbuhan sebesar 9,2% pada tahun 2024. Ini menunjukkan bahwa bisnis utama perusahaan tetap tumbuh secara organik dan sehat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545057/original/055091300_1775123996-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif__dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-2_April_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544823/original/079432800_1775118387-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif__dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-2_April_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544064/original/076972700_1775047218-WhatsApp_Image_2026-03-27_at_13.00.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544081/original/096182000_1775050118-IMG-20260401-WA0071.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544059/original/096137900_1775046824-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_11.45.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163184/original/077394400_1741957240-14_maret_2025-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543326/original/023704400_1775021884-Manulife_Investment_Management-1_April_2026.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256747/original/010713600_1750250259-Screenshot_2025-06-18_193645.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487881/original/098610500_1769682055-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3103085/original/045581100_1586948201-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436709/original/045635800_1765183427-380f79ba-6a45-41f0-bc7a-194e2d36b504.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4215634/original/079831800_1667629579-Antusias_Warga_Perpanjang_SIM_di_Pelayanan_SIM_Keliling_Polresta_Bogor_Kota-Aida-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314846/original/077748700_1755142924-1200x0_1_autohomecar__chxpvmib8ycascqnaaliuaxe-2c894-large-1-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182875/original/042479600_1744109077-20250408-Penutupan_IHSG-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5433830/original/062587600_1764903535-Banjir_Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456712/original/049195100_1766922993-bandung_zoo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016222/original/090950100_1732188163-20241121_113330.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)