IHSG Diprediksi Melemah, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 4 Juni 2026

17 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Kamis, (4/6/2026). IHSG hari ini akan berada di kisaran 5.755-5.814. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 4,11% menjadi 5.941 dan disertai dengan ada peningkatan tekanan jual pada perdagangan saham Rabu, 3 Juni 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Cermati area koreksi berikutnya di 5.755-5.814, untuk area penguatan terdekat berada di 5.958-5.984,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.899,5.755 dan level resistance 6.111,6.286.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 5.740-6.095.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Sedangkan Herditya memilih saham, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 3,90% ke 8.000 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi AADI saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 7.450-7.825

Target Price: 8.500, 9.125

Stoploss: below 7.350

2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on Weakness

Saham BMRI terkoreksi 2,88% ke 4.050 disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi BMRI saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.880-4.010

Target Price: 4.220, 4.320

Stoploss: below 3.860

Rekomendasi Teknikal

3.PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Buy on Weakness

Saham BUMI terkoreksi 8,07% ke 148 dan disertai dengan adanya peningkatan tekanan jual. Herditya memperkirakan, posisi BUMI saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (Y).

Buy on Weakness: 129-144

Target Price: 162, 199

Stoploss: below 126

4.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Trading Buy

Saham MEDC terkoreksi 2,30% ke 1.275 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Herditya menuturkan, saat ini, posisi MEDC diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (A).

Trading Buy: 1.220-1.250

Target Price: 1.340, 1.430

Stoploss: below 1.210

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG 3 Juni 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (3/6/2026). IHSG hari ini tertekan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 17.970.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini terpangkas 4,11% menjadi 5.941,06. Indeks saham LQ45 merosot 4,89% menjadi 588,99. Seluruh indeks saham acuan melemah.

IHSG belum mampu bangkit seiring 692 saham yang tertekan. 69 saham menguat dan 54 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.761.582 kali dengan volume perdagangan saham 39,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 25,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.970.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, salah satu tekanan IHSG didorong nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. “Nilai tukar rupiah sudah melemah 17.900, rekor baru lagi,” kata dia.

Selain itu, ia menilai, koreksi IHSG didorong sentimen negatif seiring lembaga pemeringkat Moody’s Ratings telah memberikan peringkat Baa2 kepada Danantara Investment Management (DIM). Selain itu, prospek negatif untuk semua peringkat.

Moody’s menyebutkan telah memberikan peringkat sementara (P)Baa2 untuk program obligasi jangka menengah global (MTN) tanpa jaminan senior yang didirikan oleh DIM. Obligasi dalam program ini dapat diterbitkan oleh DIM sendiri atau oleh DIM dan anak perusahaan penerbit secara bersama-sama dan terpisah. Kami juga telah memberikan peringkat Baa2 untuk obligasi tanpa jaminan senior yang diusulkan yang diterbitkan oleh DIM.

“Penetapan Moody’s terhadap peringkat Danantara Invesment Management di Baa2 dengan outlook negatif tentu dikhawatirkan persepsi bagi investor terhadap risiko tata kelola, kebijakan dari stakeholder ke depan meskipun peringkat Baa2 merupakan level investment tetapi prospek negatif dari Moody’s menyebabkan outflow asing, lihat saya rupiah,” ujar Nafan saat dihubungi Liputan6.com.

Sektor Saham

Selain itu, Nafan menilai, efek penyesuaian oleh MSCI pada awal Juni dan FTSE Russell pada 22 Juni juga menyebabkan sentimen negatif bagi investor asing.

Seluruh sektor saham melemah. Sektor saham basic merosot 9,05%, dan catat koreksi terbesar. Selain itu, sektor saham energi terpangkas 5,61%, sektor saham industri tergelincir 3,54%, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 3,99%.

Lalu sektor saham siklikal terperosok 3,23%, sektor saham kesehatan merosot 4,36%, sektor saham keuangan turun 1,76%. Selain itu, sektor saham properti melemah 3,48%, sektor saham teknologi tergelincir 2,93%, sektor saham infrastruktur melemah 5,05%, dan sektor saham transportasi turun 4,15%.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |