IHSG Ditutup Turun 3,48% pada Sesi Pertama

13 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona merah hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Kamis (4/6/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 18.034.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup 3,48% menjadi 5.734,25 pada sesi pertama perdagangan saham. Indeks saham LQ45 tergelincir 3,21% menjadi 570,07. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 5.924,50 dan level terendah 5.644,23. Sebanyak 683 saham melemah sehingga bebani IHSG. 63 saham menguat dan 62 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.384.192 kali dengan volume perdagangan saham 22,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.035.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi terpangkas 3,08%,sektor saham basic turun 5,95% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham industri terperosok 4,58%, sektor saham consumer nonsiklikal merosot 2,74%, sektor saham ciklikal turun 2,7%. Kemudian sektor saham kesehatan terpangkas 2,97%, sektor saham keuangan turun 3,39%, sektor saham properti merosot 5,24%. Lalu sektor saham teknologi turun 1,92%, sektor saham infrastruktur susut 4,38% dan sektor saham transportasi melemah 4,44%.

Harga saham SLIS terperosok 11,94% menjadi Rp 59 per saham. Saham SLIS dibuka stagnan di Rp 67 per saham. Saham SLIS berada di level tertinggi Rp 68 dan terendah Rp 57 per saham. Total frekuensi perdagangan 739 kali dengan volume perdagangan saham 107.308 saham. Nilai transaksi Rp 642,9 juta.

Gerak Saham

Harga saham AALI melemah 7,63% menjadi Rp 6.150 per saham. Harga saham AALI dibuka turun 50 poin menjadi Rp 6.600 per saham. Saham AALI berada di level tertinggi Rp 6.600 dan terendah Rp 6.100 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.179 kali dengan volume perdagangan saham 19.686 saham. Nilai transaksi harian Rp 12,3 miliar.

Harga saham BREN terpangkas 1,92% menjadi Rp 4.080 per saham. Saham BREN dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 4.150 per saham. Harga saham BREN berada di level tertinggi Rp 4.160 dan terendah Rp 3.670 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.208 kali dengan volume perdagangan saham 426.199 saham. Nilai transaksi Rp 167,7 miliar.

Harga saham PSAB terpangkas 5,35% menjadi Rp 478 per saham. Saham PSAB dibuka turun lima poin menjadi Rp 500 per saham. Harga saham PSAB berada di level tertinggi Rp 500 dan terendah Rp 450 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.090 kali dengan volume perdagangan saham 814.060 saham. Nilai transaksi Rp 38,7 miliar.

Bursa Saham Asia Tertekan

Pasar saham Asia-Pasifik berada di zona merah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), mengikuti pelemahan bursa Wall Street setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip laman CNBC, Kamis pekan ini, kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi mendorong harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran baru terkait inflasi global. Sentimen pasar memburuk setelah Iran melancarkan serangan ke Bandara Internasional Kuwait pada Rabu pagi, 3 Juni 2026.

Insiden tersebut terjadi sehari setelah Komando Pusat Amerika Serikat (AS) mengumumkan keberhasilannya mencegat sejumlah rudal balistik dan drone Iran serta melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi pertahanan diri di Pulau Qeshm, Teluk Persia. Ketegangan semakin meningkat setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa Israel dan AS siap melakukan serangan lanjutan terhadap Iran apabila diperlukan.

Dalam wawancara eksklusif dengan CNBC, Netanyahu mengatakan Iran harus mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya. Menurutnya, baik pasukan Israel maupun AS berada dalam posisi siap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik lebih lanjut. Kondisi tersebut langsung memicu reli harga energi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2% dan ditutup di level USD 96,02 per barel pada Rabu. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai acuan global naik hampir 2% ke posisi USD 97,81 per barel.

Indeks Acuan di Asia Kompak Tertekan

Bursa Asia Kompak Melemah Lonjakan harga minyak dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Akibatnya, mayoritas indeks saham utama Asia sempat dibuka melemah pada awal perdagangan Kamis. Pada Kamis siang, di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,7% setelah mencetak rekor tertinggi. Indeks yang lebih luas, TOPIX, juga terkoreksi 1,33%. Pasar Australia turut tertekan dengan indeks S&P/ASX 200 melemah 0,84%.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI anjlok 1,24%, meski indeks saham berkapitalisasi kecil KOSDAQ menguat 2,61% setelah perdagangan kembali dibuka usai libur. Sementara itu, indeks Hang Seng turun 1,49%. Indeks CSI 300 melemah 0,58%. Tekanan juga terlihat dari pasar berjangka AS. Kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 turun 0,5%, sedangkan Nasdaq 100 futures melemah 0,6%.

Hanya kontrak berjangka Dow Jones yang bergerak sedikit lebih tinggi. Pada perdagangan Rabu waktu AS, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 620,72 poin atau 1,21% ke level 50.687,07.

Indeks S&P 500 turun 0,74% menjadi 7.553,68, sementara Nasdaq Composite melemah 0,89% ke posisi 26.853,98. Pelemahan tersebut mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap dampak konflik Timur Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi global.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |