Liputan6.com, Jakarta - Kinerja pasar obligasi Indonesia hingga pertengahan 2026 masih berada dalam tekanan. Berdasarkan data PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) menunjukkan pelemahan yang terjadi pada pasar obligasi lebih banyak dipicu oleh penurunan harga (clean price), baik pada obligasi pemerintah maupun korporasi.
Kepala Departemen Riset dan Informasi Pasar PHEI, Salvian Fernando, mengatakan penurunan indeks obligasi sepanjang tahun berjalan terutama berasal dari koreksi harga surat utang. Meski kupon masih mampu menopang total imbal hasil, tekanan harga yang cukup dalam membuat kinerja pasar obligasi secara keseluruhan bergerak negatif.
Salvian menjelaskan, jika ditelusuri lebih rinci berdasarkan jenis instrumen, obligasi pemerintah menjadi penyumbang terbesar pelemahan pasar obligasi tahun ini. Berdasarkan data hingga 12 Juni 2026, indeks Government Bonds Total Return tercatat turun 4,01% secara year to date (ytd). Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh koreksi harga obligasi pemerintah yang tercermin dari Government Bonds Clean Price yang merosot 6,96% sejak awal tahun.
"Artinya obligasi pemerintah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan sangat signifikan sejak awal tahun. Paling dalam memang di bulan Juni ini," kata Salvian dalam Edukasi Wartawan BEI Terkait Market Outlook Obligasi Semester II Tahun 2026, Kamis (18/6/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan, obligasi pemerintah mengalami tekanan yang cukup signifikan sepanjang 2026. Bahkan, penurunan terdalam terjadi pada Juni seiring meningkatnya tekanan di pasar surat utang. Obligasi Korporasi Sementara itu, kinerja obligasi korporasi relatif lebih baik.
Corporate Bonds
Total return hanya turun 0,99% secara ytd dengan penurunan harga atau clean price sebesar 4,4%. "Berbeda hal dengan corporate secara total return masih hanya minus 0,99%. Kenapa bisa berbeda? Karena kita tahu corporate bond punya kupon yang lebih besar, sehingga total return-nya terjaga. Selain itu, kita bisa lihat juga clean price-nya. Minusnya hanya 4,4%. Jauh lebih rendah dibandingkan dengan government bonds," jelasnya.
Dengan demikian, hingga pertengahan Juni 2026, obligasi korporasi dinilai memiliki daya tahan yang lebih kuat dibandingkan surat utang pemerintah dari sisi pergerakan harga maupun total imbal hasil.
ICBI dan Indeks Sukuk Kompak Melemah pada 2026
PHEI juga mencatat pelemahan pada Indonesia Composite Bond Index (ICBI), yang merupakan indeks gabungan seluruh obligasi di Indonesia, baik pemerintah maupun korporasi. Pada awal tahun, pergerakan ICBI sebenarnya masih relatif stabil di kisaran level 400. Namun, memasuki Maret, indeks mulai mengalami koreksi cukup tajam sebelum sempat rebound pada April.
Tekanan kembali meningkat pada Juni sehingga menyebabkan pelemahan yang lebih signifikan. Hingga 12 Juni 2026, ICBI tercatat turun 3,84% secara year to date. Kondisi serupa juga terjadi pada Indeks Sukuk Composite yang mengalami penurunan sebesar 3,35% pada periode yang sama. Meski koreksinya lebih kecil dibandingkan ICBI, tren pelemahannya tetap menunjukkan tekanan yang terjadi di pasar surat utang syariah.
"Mulai di bulan Maret, ada penurunan yang cukup drastis, tapi kembali rebound di bulan April, dan di bulan Juni ini mengalami perlemahan yang cukup signifikan. Sehingga secara year to date, kalau kita lihat performancenya itu minus 3,84%, sukuk pun sama, minus 3,35% walaupun angkanya memang lebih kecil," pungkasnya.
Purbaya Sudah Masuk Pasar Obligasi sejak Pekan Lalu
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah mulai melakukan intervensi terbatas di pasar obligasi sejak pekan lalu untuk menjaga stabilitas harga surat utang negara (SUN) di tengah tekanan pasar keuangan.
Menurut dia, langkah yang saat ini ditempuh pemerintah dilakukan melalui pengelolaan kas atau cash management, sembari memantau perkembangan pasar sebelum memutuskan kebijakan lanjutan melalui skema yang lebih besar.
"Dari Kamis minggu lalu sedikit. Kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa,” ujar Purbaya kepada wartawan usai memimpin sidang Debottlenecking, Selasa (19/5/2026).
Purbaya menilai, kondisi pasar obligasi saat ini masih relatif terkendali, sehingga intervensi yang dilakukan belum perlu diperluas. Purbaya menjelaskan pemerintah masih menggunakan cara melalui cash management dan belum menggunakan framework.
"Ada memang kita menjaga, ada dua cara masuk melalui framework, malah melalui cash management kita sendiri, ini baru cash management. Kalau framework nanti saya panggil SME dan lain-lain untuk ikut. Tapi sekarang belum separah itu, keadaannya masih relatif lumayan lah. Kemarin saja saya sudah targetkan Rp 2 triliun, hanya dapat Rp 600 miliar,” jelas dia.
Ia menjelaskan, terbatasnya nilai transaksi tersebut justru menunjukkan tekanan jual di pasar obligasi tidak terlalu besar. Karena itu, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan harga obligasi tetap terkendali di tengah volatilitas pasar.
"Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali,” tuturnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Keuangan Republik Indonesia menjaga stabilitas pasar keuangan domestik sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap surat berharga negara.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7756282/original/072641700_1780565224-Pelaksana_Tugas__Pjs__Direktur_Utama_BEI_Jeffrey_Hendrik-4_Juni_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4788288/original/045166000_1711686496-Sharecar__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497601/original/069263100_1770638743-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260030/original/097328900_1781534612-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_21.38.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413818/original/069965300_1763198004-mou_himbara_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958686/original/030324900_1727872149-20241002-Harga_Saham-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3440950/original/081199500_1619508239-IMG-20210427-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380147/original/095306500_1760417437-WhatsApp_Image_2025-10-14_at_11.42.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258063/original/008123000_1781311407-AP26163504680035.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509994/original/069472800_1771813365-IMG-20260223-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509252/original/080084700_1771669777-Lokasi_anggota_Brimob_diduga_aniaya_pelajar_MTs_di_Tual_Maluku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5873691/original/093224900_1778774366-Bukan_lilin_biasa____tapi_apa_yang_membuatnya_istimewa_____Swipe_dan_temukan_jawabannya______scentedca__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1285023/original/047248200_1468217217-20160711-Layanan-Samsat-Keliling-HEL3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5545819/original/058042400_1775210778-IMG_20260403_161322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537841/original/020270100_1774468938-IMG_20260313_113512_559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4140041/original/079196900_1661823451-30_agustus_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539459/original/042034000_1774601091-Depositphotos_233856638_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1817916/original/096432200_1514865744-20180102-IHSG-FF2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1401511/original/009072700_1478763262-20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444_04-AY2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5359436/original/029861900_1758670607-WhatsApp_Image_2025-09-24_at_06.35.24_209b2d99.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356528/original/090932500_1611299592-20210122-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4173636/original/078085200_1664337307-bbm32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4974922/original/030934700_1729512194-IMG-20241021-WA0020.jpg)