Bukalapak Kantongi Pendapatan Rp 6,5 Triliun, Naik 46% pada 2025

13 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan pencapaian performa bisnis pada 2025. Bukalapak berhasil mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang solid di seluruh lini bisnis, mempertegas pertumbuhan Perseroan dengan kenaikan pendapatan tahunan (YoY) yang signifikan dan profitabilitas yang semakin meningkat.

Pada 2025 menjadi tonggak sejarah bagi Bukalapak dalam melakukan transformasi dan memperluas skala bisnisnya. Perseroan mencatatkan lonjakan pendapatan konsolidasi sebesar 46% secara tahunan (YoY) dari Rp 4,5 triliun pada 2024 menjadi Rp 6,5 triliun pada 2025. Demikian mengutip dari keterangan resmi, Jumat, (13/3/2026).

Keberhasilan ini tidak lepas dari performa kuartal keempat 2025 yang mencatatkan pendapatan Rp 1,8 triliun (naik 9% Q-on-Q), yang didorong oleh pertumbuhan positif di seluruh segmen bisnis utama:

Segmen Gaming, yang mengoperasikan gaming marketplace seperti Itemku dan Lapakgaming, menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp 1,5 triliun pada kuartal IV 2025, tumbuh 8% secara kuartalan yang didorong oleh strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatnya aktivitas transaksi pada akhir tahun.

Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak yang berfokus dalam memberdayakan UMKM melalui penyediaan akses kepada produk virtual, mencatatkan kenaikan pendapatan 12% Q-on-Q menjadi Rp   191 miliar seiring dengan meningkatnya permintaan produk virtual seperti in-game currency dan voucher isi ulang permainan.

Di sisi lain, segmen Investment melalui platform B-Money menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat dengan kenaikan pendapatan sebesar 39% Q-on-Q menjadi Rp25 miliar, didorong oleh peningkatan jumlah transaksi dan pertumbuhan jumlah Investor. Terakhir, segmen Retail tetap menjadi bagian strategis dalam ekosistem digital Perseroan melalui pendekatan omnichannel yang menawarkan portofolio merek lokal dan internasional. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp74 miliar pada kuartal IV 2025, tumbuh 12% secara kuartalan yang didorong oleh tingginya permintaan akhir tahun serta aktivitas cuci gudang untuk mengoptimalkan perputaran stok.

Momen Penting

Menanggapi pertumbuhan bisnis Bukalapak yang menggembirakan, Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana menuturkan, perusahaan kini memprioritaskan kesehatan bisnis jangka panjang.

"Tahun 2025 adalah momen penting bagi kami untuk memperkuat fondasi perusahaan dengan berfokus pada strategi yang dapat memberikan nilai jangka panjang kepada stakeholders kami" ujar dia, menekankan pentingnya aspek keberlanjutan di atas pertumbuhan angka semata.

Seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang meningkat, Bukalapak berhasil mencatatkan perbaikan signifikan pada posisi EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA). Sepanjang tahun fiskal 2025 (2025), perusahaan sukses memangkas EBITDA yang disesuaikan dari negatif Rp 340 miliar pada 2024 menjadi hanya negatif Rp 62 miliar pada 2025.

EBITDA yang disesuaikan di kuartal empat 2025 sudah mencapai negatif Rp9 miliar - posisi yang kini berada di ambang titik impas (break-even). Performa kinerja juga terefleksikan pada EBITDA yang disesuaikan ditambah Net Interest Income yang naik menjadi Rp747 miliar pada 2025, dibandingkan Rp 692 miliar di tahun sebelumnya.

Dengan cadangan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp17,8 triliun, Bukalapak memiliki fleksibilitas modal yang kuat untuk terus mengeksekusi strategi pertumbuhan jangka panjang, melakukan inovasi produk, dan menangkap peluang baru di pasar yang terus berkembang.

Bukalapak Buyback Saham Lagi Pakai Sisa Dana 2025

Sebelumnya, PT Bukalapak.com Tbk atau Bukalapak (BUKA) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham. Perseroan akan menyiapkan dana maksimal Rp 280,99 miliar untuk buyback saham.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (6/2/2026), PT Bukalapak.com Tbk menyampaikan telah menyelesaikan buyback saham yang terakhir dilaksanakan sejak 30 Oktober 2025-29 Januari 2026. Buyback saham tersebut dilakukan sehubungan dengan rencana pembelian kembali saham perseroan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan berdasarkan keterbukaan informasi 23 Oktober 2025.

Perseroan pun masih memiliki sisa dana untuk buyback saham sebesar Rp 280,99 miliar dan belum melampaui batasan maksimal dalam pelaksanaan buyback saham. Hal ini bagaimana diatur dalam Pasal 8 Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan dalam menjaga kinerja pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Perseroan pun akan memakai sisa dana tersebut untuk kembali buyback saham.

Pembelian kembali saham akan dilakukan melalui bursa efek dan di luar bursa efek secara bertahap dan sekaligus sejak 9 Februari 2026-8 Mei 2026.

Buyback Saham

Buyback saham itu dilakukan perseroan untuk menjaga kestabilan antara fundamental perseroan dan fluktuasi kondisi pasar saat ini serta tingkat kepercayaan pemangku kepentingan dapat terus terjaga dalam mendukung usaha perseroan untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Dengan melakukan pembelian kembali saham, perseroan bertujuan menunjukkan keyakinan terhadap nilai intrinsiknya, mengoptimalkan struktur modal serta memperkuat kemampuannya memberikan nilai pertumbuhan yang berkelanjutan kepada pemegang saham,” demikian seperti dikutip.

Perseroan akan menunjuk satu perantara pedagang efek untuk buyback saham. Selain itu, perseroan menyatakan, buyback saham tidak menyebabkan menurunnya pendapatan perseroan dan tidak akan berdampak negative bagi kegiatan usaha dan pertumbuhan perseroan. Hal ini seiring perseroan memiliki modal arus kas yang cukup untuk melakukan dan membiayai seluruh kegiatan usaha, pengembangan usaha, operasional serta buyback saham.

“Pelaksanaan pembelian kembali saham diharapkan dapat memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang efisien serta mencerminkan kinerja Perseroan melalui harga saham Perseroan,”.

Usai periode buyback saham, Perseroan dapat melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali dengan tunduk pada ketentuan POJK 29/2023.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |