Liputan6.com, Jakarta - Anak punk yang selama ini kerap dijumpai di jalanan dan sering dipandang sebelah mata, ternyata mampu menunjukkan sisi lain yang menginspirasi. Di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekelompok pemuda dengan penampilan khas punk justru memilih jalan berbeda: menjadi petani organik sekaligus penggerak regenerasi pertanian.
Pemandangan tak biasa ini terlihat di Padukuhan Kalangan, Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo. Sejak pagi hari, sekelompok pemuda berpenampilan nyentrik berjalan menuju lahan pertanian. Di balik gaya yang identik dengan kehidupan jalanan, mereka kini akrab dengan cangkul, bibit tanaman dan proses bercocok tanam.
Salah satu penggagas komunitas petani punk, Sibag, mengungkapkan bahwa gerakan ini berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi petani di wilayahnya.
“Awalnya kami melihat petani di sini kebanyakan sudah tua. Hampir tidak ada anak muda yang mau turun ke sawah. Dari situ kami berpikir, kalau bukan kami, siapa lagi yang akan meneruskan?” ujar Sibag, Rabu (15/4/2026).
Ia menuturkan, langkah mereka memulai pertanian tidaklah mudah. Tanpa pengalaman, mereka nekat belajar secara otodidak sejak tahun 2018.
“Kami benar-benar mulai dari nol. Tidak punya latar belakang pertanian. Modal pun dari pinjaman bank. Waktu itu kami coba tanam bawang merah dulu,” katanya.
Berbagai kendala sempat mereka hadapi, mulai dari gagal panen hingga keterbatasan pengetahuan. Namun, perlahan mereka mampu bangkit dan mulai merasakan hasil dari kerja kerasnya.
“Pernah gagal, bahkan rugi. Tapi kami tidak menyerah. Dari situ kami belajar terus sampai akhirnya bisa panen dan berkembang seperti sekarang,” tambahnya.
Kini, komunitas petani punk tersebut mengalami perkembangan signifikan. Dari hanya lima hingga enam orang, jumlah anggota aktif kini mencapai sekitar 40 orang. Tak hanya itu, ratusan pemuda setempat juga mulai terlibat dalam aktivitas pertanian yang mereka gagas.
Para anggota tidak hanya diajak bertani secara konvensional, tetapi juga diperkenalkan dengan sistem pertanian organik. Mereka dilatih menggunakan media sederhana seperti polybag hingga mengelola lahan secara mandiri.
“Kami memilih pertanian organik karena lebih ramah lingkungan dan biaya bisa ditekan. Pupuk dan pestisida kami buat sendiri dari bahan alami, seperti urin kambing, air cucian beras dan rempah-rempah,” jelas Sibag.
Hasil panen yang diperoleh tidak semata-mata untuk kebutuhan pribadi. Komunitas ini juga aktif dalam kegiatan sosial dengan membagikan hasil pertanian kepada warga hingga membantu masyarakat kurang mampu.
“Kalau panen, sebagian kami jual, sebagian lagi kami bagikan. Kami juga pernah bantu bangun rumah warga dari hasil pertanian ini,” ujarnya.
Ke depan, mereka bahkan berencana untuk berkontribusi dalam program makan bergizi gratis dengan memasok hasil pertanian secara langsung.
“Kami ingin hasil panen ini bisa lebih bermanfaat luas, salah satunya untuk program makan bergizi. Tapi kami ingin distribusinya langsung supaya tidak ada yang terbuang,” kata Sibag.
Keberadaan komunitas petani punk ini pun mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Salah seorang warga, Timbul Widodo, mengaku awalnya memiliki pandangan berbeda terhadap anak punk.
“Dulu jujur saja, kami sempat ragu. Soalnya kalau lihat anak punk kan identiknya di jalanan, kadang bikin khawatir juga,” ungkap Timbul.
Namun, seiring berjalannya waktu, pandangan tersebut berubah setelah melihat langsung aktivitas mereka di bidang pertanian.
“Ternyata mereka mau kerja keras di sawah. Bahkan hasilnya nyata. Kami jadi salut, karena tidak semua anak muda mau seperti itu,” katanya.
Ia juga menilai kehadiran komunitas tersebut membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar, terutama dalam menggerakkan pemuda desa.
“Anak-anak muda di sini jadi ikut termotivasi. Lingkungan juga lebih hidup. Bahkan ada warga yang rela lahannya dipakai untuk mereka bertani,” tambahnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan komunitas punk ini menjadi bukti bahwa penampilan tidak selalu mencerminkan perilaku.
“Jangan dilihat dari penampilannya saja. Mereka ini justru memberi contoh baik. Saya berharap ke depan mereka bisa terus berkembang dan membawa manfaat lebih luas,” pungkas Timbul.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555112/original/038608300_1776143033-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2237382/original/009362900_1528099194-WhatsApp_Image_2018-06-04_at_14.47.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553738/original/069433000_1776045425-IMG-20260413-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552737/original/002128600_1775824208-1000375706.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552523/original/023106300_1775811685-IMG-20260410-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551810/original/020830900_1775749505-1002587825.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551152/original/058707800_1775719613-Gubernur_DIY_-_Sri_Sultan_Hamengkubuwono_X.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550972/original/062957900_1775713364-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_12.29.01__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550171/original/032163700_1775639329-478804.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550341/original/020586500_1775654091-481178.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549398/original/081124400_1775618055-0df359b3-f259-464a-ac09-e7b352b0dfa0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3616258/original/086860600_1635427286-towfiqu-barbhuiya-em5w9_xj3uU-unsplash__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548111/original/026049800_1775525141-1000682503.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547988/original/043807500_1775482356-1000859528.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530501/original/036936100_1773455030-IBU_FENDI_TERBARING_DI_TEMPAT_TIDUR.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4215634/original/079831800_1667629579-Antusias_Warga_Perpanjang_SIM_di_Pelayanan_SIM_Keliling_Polresta_Bogor_Kota-Aida-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314846/original/077748700_1755142924-1200x0_1_autohomecar__chxpvmib8ycascqnaaliuaxe-2c894-large-1-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456712/original/049195100_1766922993-bandung_zoo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016222/original/090950100_1732188163-20241121_113330.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4277611/original/083761300_1672400408-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)