Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran serta perkembangan siswa setelah program berjalan lebih dari sembilan bulan sejak pertama kali dimulai.
Dalam kunjungannya, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu meninjau kegiatan belajar, fasilitas sekolah, hingga kehidupan siswa di asrama. Ia menilai terjadi perubahan signifikan pada para siswa setelah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Ini kan telah berjalan lebih dari sembilan bulan sejak 14 Juli 2025. Alhamdulillah hari ini saya bisa melihat langsung perkembangan pembelajaran di Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyebut perkembangan siswa terlihat cukup signifikan dari berbagai aspek, mulai dari kepercayaan diri hingga arah minat mereka. Sebagian besar siswa mulai termotivasi untuk melanjutkan pendidikan atau menekuni bidang tertentu.
"Mulai dari lebih percaya diri, kemudian sudah memiliki satu minat di bidang tertentu, lalu mereka punya tekad," jelasnya.
Ia menambahkan para siswa kini mulai memiliki gambaran masa depan setelah lulus dari Sekolah Rakyat. Menurutnya, pilihan tersebut mencakup melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
"Tapi mereka juga nanti kalau sudah lulus itu bisa meneruskan, apakah nanti meneruskan kuliah atau juga menjadi pekerja terampil," lanjutnya.
Gus Ipul menuturkan hal yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran siswa dalam memanfaatkan kesempatan yang ada. Ia menilai kesadaran tersebut menjadi fondasi utama dalam proses pembelajaran.
"Yang lebih penting lagi adalah anak-anak ini sudah memiliki kesadaran untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, agar mereka bisa benar-benar menjadi siswa yang memiliki ilmu yang cukup, berkarakter, pintar," ungkapnya.
Ia menjelaskan konsep Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter melalui sistem berasrama. Pola ini memungkinkan pembinaan berlangsung sepanjang hari.
"Di sini sekolah berasrama. Paginya itu sekolah seperti umumnya sekolah yang lain, ada mata pelajaran yang harus diikuti dengan menggunakan learning management system," ujarnya.
Ia melanjutkan kegiatan siswa tidak berhenti pada pembelajaran formal di pagi hari. Pembinaan karakter menjadi bagian penting yang dilakukan pada sore hingga malam hari.
"Sementara pada sore harinya itu adalah bagian dari pendidikan karakter yang didampingi oleh wali asrama, wali asuh," lanjutnya.
Ia menegaskan pentingnya pembentukan karakter sebagai bagian utama dari program ini. Hal tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi penerus yang berkualitas.
"Kita ingin anak-anak kita ini memiliki karakter yang kuat. Sebagai orang yang beragama, mereka memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhannya. Tapi juga mereka bisa cinta sesama, cinta ilmu," katanya.
Gus Ipul menyebut para siswa dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan di masa depan. Peran tersebut diharapkan dimulai dari lingkungan terdekat hingga tingkat yang lebih luas.
“Pada dasarnya mereka dipersiapkan untuk menjadi agen-agen perubahan, untuk dirinya, untuk keluarganya, dan juga untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti latar belakang siswa yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Kondisi tersebut menjadi alasan utama pentingnya program ini dijalankan.
“Dan ingat, mereka ini adalah dari keluarga paling tidak mampu, dari keluarga yang sangat rentan. Sebagian putus sekolah dulunya, sebagian mungkin di jalanan,” ungkapnya.
Ia menilai program ini memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Lingkungan belajar yang lebih baik dinilai membantu proses perubahan mereka.
“Tapi alhamdulillah dengan kesempatan ini, mereka bisa memperoleh pendidikan dengan lingkungan yang baik,” sambungnya.
Terkait evaluasi, ia mengakui adanya tantangan pada fase awal pelaksanaan program. Masa adaptasi menjadi proses yang harus dilalui baik oleh siswa maupun tenaga pengajar.
“Yang pertama memang pada saat MPLS, dua minggu sampai satu bulan pertama itu memang masa-masa adaptasi. Tidak hanya siswanya, tapi juga guru-gurunya,” jelasnya.
Ia menyebut kondisi tersebut mulai membaik seiring berjalannya waktu. Proses penyesuaian membuat sistem pembelajaran berjalan lebih stabil.
“Tapi pada bulan kedua, bulan ketiga mulai ada saling menyesuaikan, dan kemudian pada bulan-bulan berikutnya sudah mulai berjalan dengan baik, di mana mulai terbangun kedisiplinan siswa-siswa itu,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Rutinitas yang terstruktur dinilai menjadi kunci pembentukan karakter.
“Untuk membiasakan mereka bangun pagi, mengikuti jadwal yang padat sampai malam hari, itu memang memerlukan waktu,” ujarnya.
Dalam peninjauan fasilitas, ia menyebut meski masih menggunakan gedung sementara, standar sarana tetap diterapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas lingkungan belajar tetap terjaga.
“Ini gedung sementara, menyesuaikan gedung yang sudah ada, tetapi ada standarnya, bagaimana tempat tidurnya, bagaimana toiletnya, bagaimana kelasnya, bagaimana perpustakaannya, ada laboratoriumnya juga,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kedisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan dan menjalankan rutinitas. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan.
“Anak-anak ini juga diwajibkan untuk membersihkan tempat tidur setelah salat subuh, setelah itu ada olahraga, kemudian sarapan bersama,” katanya.
Terkait keberlangsungan program, ia memastikan saat ini tidak ada lagi siswa maupun guru yang mengundurkan diri. Kondisi ini menunjukkan program semakin diterima oleh peserta.
“Awal-awalnya dulu ada, bahkan guru juga ada. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi yang mengundurkan diri,” ujarnya.
Ia menegaskan kembali kondisi terkini setelah dilakukan evaluasi langsung di lapangan. Menurutnya, stabilitas ini menjadi indikator positif keberlanjutan program.
“Sekarang kita tanya, ada yang mengundurkan diri? Enggak ada. Guru-guru juga sudah enggak ada yang mengundurkan diri,” tegasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559751/original/061446900_1776617037-Lebah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559639/original/009432700_1776602279-Lari_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559361/original/015295300_1776569447-Bali_Kemala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559452/original/026961700_1776575429-0419_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559436/original/098478700_1776575063-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559411/original/006226400_1776572585-Bodjong_Night_Market.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559408/original/088247800_1776572370-WhatsApp_Image_2026-04-19_at_11.11.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559060/original/094404400_1776507255-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_5.02.29_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558401/original/050657700_1776417393-1001911850.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5557559/original/062102900_1776334889-1001171226.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556817/original/063283100_1776307852-PUNK_JADI_PETANI_ORGANIK_DI_GUNUNGKIDUL__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555112/original/038608300_1776143033-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2237382/original/009362900_1528099194-WhatsApp_Image_2018-06-04_at_14.47.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553738/original/069433000_1776045425-IMG-20260413-WA0004.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552737/original/002128600_1775824208-1000375706.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552523/original/023106300_1775811685-IMG-20260410-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551810/original/020830900_1775749505-1002587825.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551789/original/055789600_1775743244-1001152736.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551152/original/058707800_1775719613-Gubernur_DIY_-_Sri_Sultan_Hamengkubuwono_X.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4883222/original/037561100_1720093648-20240704-IHSG-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4215634/original/079831800_1667629579-Antusias_Warga_Perpanjang_SIM_di_Pelayanan_SIM_Keliling_Polresta_Bogor_Kota-Aida-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4220931/original/010439400_1668038510-Laba_Rugi_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314846/original/077748700_1755142924-1200x0_1_autohomecar__chxpvmib8ycascqnaaliuaxe-2c894-large-1-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384514/original/093137400_1760785093-Kepala_Eksekutif_Pengawasan_Perilaku_Jasa_Keuangan__Edukasi_dan_Perlindungan_Konsumen_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356531/original/022216000_1611299595-20210122-IHSG-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4938277/original/097146100_1725613636-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_15.36.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458903/original/073984900_1767108528-Tito_Karnavian.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456712/original/049195100_1766922993-bandung_zoo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5016222/original/090950100_1732188163-20241121_113330.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/702138/original/ilustrasi-migas-chevron-140703-andri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461323/original/055925700_1767369827-bupati_sumedang.jpg)