GoTo Klarifikasi Soal Investasi Google, Pastikan Nadiem Tak Lagi Terlibat Sejak Jadi Menteri

16 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk memberikan penjelasan menyusul sorotan terhadap proses hukum yang melibatkan pendirinya, Nadiem Makarim. Perseroan menegaskan bahwa Nadiem telah melepaskan seluruh jabatan di perusahaan sejak 2019, saat diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Melansir siaran pers GOTO dengan tajuk “Cerita Pertumbuhan GoTo: Perjalanan Kami, Sejarah Investasi, dan Tata Kelola Perusahaan”, Manajemen menyampaikan, Nadiem tidak lagi memiliki peran dalam pengambilan keputusan di Grup GoTo sejak Oktober 2019. 

Bahkan, hak suara atas saham yang dimilikinya saat itu telah dikuasakan kepada para co-founder lainnya. Dengan demikian, perusahaan menegaskan tidak ada keterlibatan Nadiem dalam kebijakan maupun operasional perseroan setelah menjabat sebagai menteri.

Penjelasan ini disampaikan di tengah perhatian publik terhadap persidangan proyek pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek. GoTo menyatakan momentum ini digunakan untuk meluruskan berbagai informasi terkait perjalanan bisnis dan tata kelola perusahaan.

Investasi Google Dilakukan Profesional dan Tidak Eksklusif

Terkait investasi dari Google, manajemen menjelaskan bahwa perusahaan teknologi global tersebut pertama kali berinvestasi pada 2017 dan kembali berpartisipasi dalam sejumlah putaran pendanaan berikutnya bersama investor global lain.

Sebagian besar investasi Google disebut terjadi sebelum 2019, atau sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri. GoTo menegaskan investasi Google tidak pernah dilakukan secara terpisah atau eksklusif, serta tidak menjadikan Google sebagai pemegang saham mayoritas maupun pengendali.

“Partisipasi Google dalam setiap putaran pendanaan dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa perlakuan khusus serta sepenuhnya mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku,” tulis manajemen.

Perseroan juga menekankan dana hasil investasi digunakan untuk pertumbuhan bisnis dan kebutuhan operasional, serta seluruh perjanjian pengambilan saham dilakukan melalui Shares Subscription Agreement sesuai prosedur standar penggalangan dana.

Tidak Ada Buyback Saham dari Google

GoTo turut meluruskan isu terkait transaksi saham dengan Google. Perusahaan menyatakan tidak pernah melakukan pembelian kembali (buyback) sahamnya sendiri dari Google.

Namun, terdapat dua transaksi pembelian saham perusahaan lain dari Google. Pertama, pada Mei 2021 saat merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo, perseroan membeli saham Tokopedia dari Google yang saat itu merupakan salah satu pemegang saham Tokopedia.

Kedua, pada Oktober 2021, GoTo membeli saham entitas teknologi keuangan PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) dari sejumlah investor termasuk Google, sebagai bagian dari restrukturisasi menjelang penawaran umum perdana saham (IPO). Dalam kedua transaksi tersebut, investor disebut kembali menginvestasikan dananya dengan membeli saham baru GoTo.

Hubungan Bisnis Sudah Terjalin Sejak 2015

Manajemen menambahkan, hubungan dengan Google telah terjalin sejak 2015 melalui penggunaan layanan infrastruktur komputasi awan (cloud), peta digital (maps), dan periklanan digital. Google disebut sebagai salah satu dari banyak penyedia solusi teknologi yang digunakan perusahaan.

Seluruh transaksi layanan tersebut dibayar menggunakan dana perseroan dan dicatat sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia.

Tegaskan Tata Kelola dan Transparansi

GoTo juga menjelaskan sejumlah perubahan struktur operasional yang dilakukan menjelang IPO pada 2021, termasuk konsolidasi antara PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (yang kemudian berubah nama menjadi PT GoTo Gojek Tokopedia) dan PT Gojek Indonesia.

Perseroan menegaskan seluruh transaksi dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa ada pemegang saham termasuk Nadiem yang menerima hasil dari transaksi restrukturisasi internal tersebut.

Manajemen menyatakan prinsip inovasi yang diiringi transparansi dan tata kelola perusahaan yang kuat menjadi landasan pertumbuhan GoTo hingga saat ini sebagai salah satu ekosistem digital terbesar di Indonesia. 

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |