Pulang ke Sulsel, Paskibraka Nasional 2025 Dapat Hadiah Tabungan Pendidikan

1 week ago 28

Liputan6.com, Sulsel - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menyambut kepulangan Aliah Sakira dan Nadhif Infanteri Ibha, Jumat (22/8/2025) malam. Keduanya diketahui merupakan perwakilan Sulsel yang menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2025 di Istana Negara.

Keduanya melangkah masuk ke Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel di Jalan Yusuf Dg Ngawing, Makassar, dengan dada penuh kebanggaan. Mereka baru saja pulang dari Jakarta, membawa pengalaman yang mungkin hanya sekali seumur hidup sebagai anggota Paskibraka Nasional. 

Suasana pertemuan berlangsung penuh canda. Bukan hanya sekadar ucapan selamat, Fatmawati juga menyerahkan tabungan pendidikan sebagai bentuk apresiasi agar keduanya bisa lebih tenang menatap masa depan.

"Ini luar biasa. Kalian sudah membawa harum nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional. Hebat sekali, dan pengalaman ini pasti akan jadi bekal berharga," ucap Fatmawati, sambil menepuk pundak mereka dengan bangga.

Perjalanan Aliah dan Nadhif bukanlah hal mudah. Data Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mencatat lebih dari 130 ribu pelajar mendaftar Paskibraka Nasional 2025. Dari jumlah itu, hanya 76 yang terpilih. Sulsel patut berbangga: dua di antaranya adalah putra-putrinya sendiri.

Aliah Sakira, siswi kelahiran Makassar, 1 Oktober 2008, dipercaya menjadi pembawa baki bendera pada upacara penurunan Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka pada 17 Agustus lalu. Ia masih terbata-bata saat mengenang momen itu.

"Momen langka sekali bisa berdiri di sana, bersama teman-teman dari 38 provinsi. Rasanya gugup, tapi juga sangat bangga," tuturnya.

Seleksi Ketat

Seleksi ketat dari tingkat kota hingga provinsi sudah ia lalui, hingga akhirnya melangkah ke barisan elit nasional. Bagi Aliah, Paskibraka bukan sekadar baris-berbaris, melainkan sekolah kedisiplinan dan persiapan mental untuk masa depan.

Berbeda dengan Aliah, Nadhif Infanteri Ibha, siswa SMAN 1 Gowa, membawa semangat lain. Putra seorang anggota TNI ini sudah terbiasa dengan disiplin sejak kecil. Selain aktif di karate dan renang, ia menilai Paskibra adalah jalan mulia.

"Ini kesempatan bagi anak muda yang ingin mengabdi. Saya bersyukur bisa sampai di tahap ini," ucapnya mantap.

Kebahagiaan itu tentu juga milik keluarga. Azmach Febriany, ibu Aliah, tak bisa menutupi rasa haru melihat putrinya berdiri tegak di Istana Negara. Begitu pula dengan Iqbal Basar, ayah Nadhif, yang menilai pencapaian anaknya adalah hasil kerja keras sejak kecil.

Pemerintah daerah pun turut memberi apresiasi. Muhammad Annas Sudirman, Pelaksana DPPI Makassar, menegaskan bahwa keberhasilan Aliah dan Nadhif membuktikan proses seleksi berlapis berjalan objektif—mulai dari administrasi, psikotes, wawasan kebangsaan, hingga wawancara.

Pertemuan malam itu ditutup dengan tawa, obrolan ringan, dan semangat yang terasa menular. Bahkan Aliah sempat menyebut sosok Wagub Fatmawati sebagai pribadi yang ramah dan humoris.

"Rasanya seperti berbincang dengan orang tua sendiri. Kami bisa sharing pengalaman dan bercanda bersama. Terima kasih atas perhatian ini. Semoga anak-anak muda Sulsel terus berprestasi," kata Aliah.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |