Dua Guru Sekolah Rakyat di Makassar Mundur, Ternyata Ini Alasannya

3 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta- Dua guru Sekolah Rakyat Sentra Wirajaya Makassar mengundurkan diri dari tugas mengajar. Alasan utama guru mata pelajaran IPS dan Seni Budaya itu mundur adalah karena persoalan jarak.

Kepala Sekolah Rakyat Sentra Wirajaya Makassar, Radiah menjelaskan, alasan utama pengunduran diri kedua guru tersebut adalah lokasi penempatan yang terlalu jauh dari domisili mereka. Kedua guru itu berdomisili di Pulau Jawa sementara lokasi mengajar mereka di Sulawesi Selatan.

"Ada dua orang guru yang akhirnya tidak bisa melanjutkan penugasan. Setelah dipertimbangkan, mereka mengurungkan niat untuk bertugas," kata Radiah saat dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu.

Meski ditinggalkan dua guru, Radiah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Sentra Wirajaya tetap berjalan lancar. Untuk sementara waktu, kekosongan pada dua mata pelajaran tersebut diisi oleh guru lain yang ada di sekolah.

"Tidak ada kendala, karena kami berupaya memaksimalkan potensi guru dan tenaga pendidik (tendik) yang ada agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik," jelasnya.

Siapa Pengganti Guru yang Mundur?

Saat ditanya terkait pengganti definitif, Radiah menjelaskan bahwa penetapan guru pengganti secara permanen bukan kewenangan pihak sekolah. Radiah juga mengaku bahwa pihaknya tengah menunggu keputusan pihak kementerian terkait ihwal guru pengganti definitif tersebut.

"Untuk pengganti sementara, kami memaksimalkan guru yang ada. Namun untuk pengganti definitif, hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat sebagai penentu kebijakan," bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulsel, Malik Faisal mengaku belum mengetahui ada guru Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan yang mengundurkan diri. Meski begitu, dia mengaku telah memprediksi hal tersebut akan terjadi.

"Saya belum dapat info soal itu, tapi kalau ada tenaga pendidik dan siswa Sekolah Rakyat mundur, itu artinya dinamikanya sudah mulai jalan. Sudah diperkirakan akan ada kondisi seperti ini dan sudah dipersiapkan antisipasi jika terjadi seperti ini," ucapnya saat dikonfirmasi terpisah.

Respons Mendikdasmen Banyak Guru Mundur

Dikabarkan ada ratusan guru Sekolah Rakyat yang mundur di berbagai daerah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan, pengunduran diri ratusan guru itu bukan karena masalah upah atau insentif melainkan alasan domisili yang terlalu jauh.

"Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam satu kesempatan di hadapan wartawan beberapa waktu lalu.

Mu'ti menyebutkan, pihaknya juga sudah melaporkan perihal pengunduran diri para guru Sekolah Rakyat tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dia juga menjelaskan bahwa masalah pengunduran diri tersebut sudah terselesaikan dan dia memastikan sudah ada penggantinya.

"Soal guru itu kemarin sudah dilaporkan ke Pak Presiden. Soal guru yang mengundurkan diri disampaikan ke kami juga, sudah ada penggantinya, dan sudah dilaporkan Pak Menteri Sosial kepada Pak Presiden. Insya Allah tidak ada masalah," ungkap Mu'ti.

Apalagi ada 50.000 lebih guru yang telah mengikuti proses pendidikan profesi guru yang belum mendapatkan penempatan.

Berdasarkan data terakhir yang diterimanya, sebanyak 140 guru Sekolah Rakyat tercatat mengundurkan diri setelah melalui proses seleksi dan penempatan di berbagai titik.

Dia menjelaskan, dari total lebih dari 1.500 guru yang telah ditempatkan di Sekolah Rakyat, sebanyak 140 di antaranya memilih mengundurkan diri dengan alasan utama jarak lokasi tugas yang terlalu jauh dari domisili. Pihaknya telah menyiapkan pengganti dari kalangan guru yang belum mendapatkan penempatan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |