Banjir Medan Surut, Keluhan Warga Bermunculan: Kami Evakuasi Mandiri, Tak Ada Bantuan Pemerintah

13 hours ago 5

Liputan6.com, Medan - Banjir yang merendam Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis 27 November 2025 salah satunya diakibatkan meluapnya Sungai Deli. Akibatnya, banyak rumah warga yang terendam.

Salah satu titik banjir paling parah adalah pemukiman warga di Jalan Multatuli, Kecamatan Medan Maimun. Rumah-rumah warga yang berada di bantaran Sungai Deli tersebut tenggelam akibat meluapnya debit air.

Mirisnya, meski banjir telah surut, sejak air pertama kali naik hingga surut, dan hingga hari ini, Sabtu (29/11/2025), warga melakukan evakuasi mandiri. Tak ada pemerintah turun membantu.

Hal itu diungkapkan seorang warga, Dani. Kepada Liputan6.com, dia mengatakan, keluarganya dan para warga yang rumahnya terendam banjir di sana menghadapi bencana alam kali ini secara mandiri.

"Mandiri semua. Mereka (pemerintah) belum ada turun. Aneh, padahal di sini banyak lansia dan anak-anak. Warga evakuasi sendiri," keluh Dani.

Menurutnya, hal urgent atau paling dibutuhkan adalah perahu karet di setiap Kantor Lurah. Kemudian life jacket sebagai penyelematan pertama. Lalu, dapur umum atau posko darurat.

"Sama tali permanen di sudut-sudut tembok, dan dipasangkan karabiner. Karena akses di sini lewat gang, dan turun ke bawah," ucap Dani.

Dani berharap pemerintah segera turun langsung untuk membantu warga Jalan Multatuli yang terdampak langsung akibat banjir. Yang ditakutkan, munculnya penyakit pasca banjir.

"Kalau gak tertangani, bisa saja muncul penyakit, gimana. Sudah kena bencana, tak ada bantuan, kan kasihan," terang Dani.

Fokus edisi (28/11) mengangkat berita-berita pilihan di antaranya, Dampak Banjir di Sumatra Utara, Penanganan Banjir Bandang, Botol Tumbler Hilang Berbuntut Panjang.

Dirikan Posko Darurat

Warga lainnya, Ade yang juga bermukim di pinggiran Sungai Deli, di Jalan Samanhudi, mengaku dia dan warga-warga di sana menjadikan sanggar Sangkala sebagai posko darurat.

Hal itu dilakukan untuk mempermudah warga korban banjir memperoleh konsumsi dan obat-obatan. Semua yang mereka sediakan berasal dari donatur, tanpa ada bantuan pemerintah.

"Di sini kita sudah mitigasi. Karena kita tahu Sungai Deli ini langganan banjir, dan ini kita urunan, ada juga dari kawan-kawan yang mau nyumbang, kita sediakan, lau kita salurkan," kata Ade.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi diperoleh Liputan6.com, Wali Kota Medan, Rico Waas, mempercepat evakuasi warga, terutama di titik-titik yang sebelumnya sulit dijangkau.

"Alhamdulillah, hari ini hujan di kota Medan mulai reda. Kondisi ini kami manfaatkan untuk mempercepat evakuasi warga," kata Rico Waas, dalam keterangan diperoleh Sabtu pagi (29/11/2025).

Meski sebagian wilayah Kota Medan masih ada yang belum surut, namun untuk memastikan kondisi warga tertangani dengan baik, Rico Waas bersama tim turun langsung meninjau ke posko penyelamatan warga yang ada di Kecamatan Medan Marelan dan Medan Belawan.

"Kami memastikan warga tertangani dengan baik, dan memastikan pendistribusian bantuan berjalan lancar," ucap Rico Waas.

Rico Waas juga telah menurunkan seluruh tim untuk turun ke setiap lokasi yang membutuhkan pertolongan.

"Insya Allah, seluruh warga yang terdampak akan mendapatkan penanganan dan bantuan secepat mungkin," pungkasnya.

Darurat Bencana Sumut: Tiba di Tapteng, Bobby Nasution Langsung Benahi Posko Pengungsian

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara atau Gubernur Sumut Bobby Nasution tiba di Bandara Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat 28 November 2025 jelang Maghrib.

Sesampainya di sana, Bobby langsung menemui para pengungsi banjir dan longsor. Bobby ditemani Bupati Tapteng Masinton Pasaribu di posko pengungsian di GOR Pandan Tapteng.

"Kami langsung menuju posko untuk melihat dan mendengar langsung kondisi saudara-saudara kita," kata Bobby, Jumat 28 November 2025.

Kondisi di lokasi pengungsian memang cukup memprihatinkan. Sejumlah area tampak kurang tertata. Bobby langsung menginstruksikan penataan yang lebih baik di posko tersebut.

Kamar mandi berbau menyengat dan sampah menumpuk di sekitar tempat istirahat. Semua kelompok masyarakat termasuk ibu hamil, bayi, dan warga yang sedang sakit berada dalam ruangan yang sama.

"Setelah kedatangan kami, bayi, ibu hamil, dan warga yang sedang sakit langsung dipindahkan ke area yang lebih layak agar mendapatkan kenyamanan dan penanganan yang lebih baik," ucap Bobby.

Pihaknya juga tengah mempercepat perbaikan listrik serta jaringan komunikasi yang padam akibat kerusakan gardu induk. Pendataan kebutuhan seperti air bersih, gas LPG, kebutuhan anak-anak dan perempuan, serta bahan makanan pokok terus dilakukan agar seluruh warga segera mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Direncanakan pada Sabtu (29/11/2025) rombongan Gubernur Sumut meninjau titik lain di wilayah Tapteng dan Sibolga.

Bobby Nasution telah menetapkan darurat bencana atas banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumut sejak Selasa (25/11/2025). Bencana terparah terjadi di Kabupaten Tapteng.

Berdasarkan data terbaru, Jumat 28 November 2025 pukul 12.00 WIB, jumlah korban tewas di seluruh wilayah bencana di Sumut mencapai 55 orang. Selain itu, tercatat 507 orang luka-luka dan 42 orang dinyatakan hilang.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |