Liputan6.com, Jakarta Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta. Berkunjung ke Kota Pelajar ini terasa kurang jika tidak mencoba mencicipi makanan yang terbuat dari nangka muda (gori) yang dimasak dalam santan, gula merah, dan rempah-rempah ini.
Seiring perkembangan zaman, gudeg turut mengalami berbagai inovasi tanpa meninggalkan cita rasa khasnya. Hidangan tradisional ini kini mudah dijumpai di berbagai penjuru Yogyakarta, mulai dari pedagang kaki lima hingga restoran.
Salah satu gudeg legendaris yang tak pernah sepi pengunjung adalah Gudeg Mbok Lindu. Dekat dengan Malioboro, gudeg yang beralamat di Jalan Sosrowijayan ini jadi pilihan kuliner wajib wisatawan Yogyakarta.
Selama 85 tahun melewati berbagai zaman, Gudeg Mbok Lindu tetap bertahan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan era modern, termasuk dalam penerapan pembayaran digital melalui QRIS BRI.
Gudeg Legendaris Sejak 1940
Gudeg Mbok Lindu didirikan oleh Mbah Lindu pada tahun 1940-an. Berdiri selama 8 dekade atau yakni kurang lebih 85 tahun, Gudeg Mbok Lindu disebut sebagai gudeg tertua di Yogyakarta.
Djohar, pelayan Warung Gudeg Mbok Lindu yang ditemui Liputan6 pada Rabu (19/11/2025), tak banyak menceritakan sejarah gudeg Mbok Lindu karena sibuk melayani pembeli. Namun Djohar mengungkapkan jika warung gudeg tersebut sudah lama berdiri yaitu sejak 1940.
"Iya, tahun 1940," tuturnya.
Warung Gudeg Mbok Lindu tidak pernah sepi pengunjung. Djohar ungkap jika sedari pagi, pelanggan sudah ramai mengantre sembari memperlihatkan foto pembeli yang mengular menanti giliran mendapatkan gudeg ini.
Usaha Gudeg Legendaris Diteruskan oleh Sang Anak
Usaha gudeg legendaris Mbah Lindu diteruskan oleh anak ketiganya yang bernama Ratiyah. Cita rasanya tidak berubah, tak heran jika gudeg tertua yang buka mulai pukul 06.00 WIB – 12.00 WIB ini selalu ramai antrean pembeli.
Djohar, pelayan setia yang membantu Ratiyah melayani pelanggan menyebutkan jika Mbah Lindu mempunyai tiga orang anak. Dua diantaranya adalah laki-laki dan anak ketiganya adalah perempuan yaitu Ibu Ratiyah.
"Jadi anak pertama laki, ke-2 laki, baru ketiga," Djohar menjelaskan sembari menunjuk Ratiyah yang sedang melayani pembeli.
Berbeda dengan sang ibunda yang sudah melewati beberapa sejak zaman penjajahan hingga modern dengan metode pembayaran manual, Ratiyah mulai beradapatasi dengan sistem pembayaran digital.
Menerapkan Sistem Pembayaran Digital dengan QRIS BRI
Saat ini penggunaan QRIS sudah sangat masif. Warung kelontong, pedagang kaki lima hingga tukang parkir sudah menyediakan QRIS untuk pembayaran. Hanya tinggal membawa ponsel pintarnya, seseorang sudah bisa membayar barang hingga makanan dengan scan barcode yang tersedia.
Warung Gudeg Mbok Lindu sudah satu tahun menerapkan sistem pembayaran digital dengan QRIS BRI. Dengan tersedianya QRIS di Warung Gudeg Mbok Lindu, tentunya memudahkan pelanggan dalam melakukan transaksi.
"Satu tahunan kalau enggak salah. Sekitar satu tahunan, mbak," ungkap Ratiyah.
Harga gudeg di warung Mbok Lindu bervariasi mulai dari Rp15.000 hingga Rp60.000. Pendapatan usaha makanan cenderung berubah-ubah setiap hari, Djohar tidak menyebutkan total pemasukan harian warung gudeg tersebut, baik dari pembayaran manual maupun QRIS.
Meski tak bisa menyebutkan secara pasti, namun Djohar menunjukkan bahwa pemasukan melalui QRIS pada Rabu (19/11/2025) hingga pukul 09.00, sejak warung dibuka pada 06.00 telah mencapai Rp3 juta. Djohar juga menambahkan jika pemasukan dari QRIS BRI pernah sampai Rp9 juta.
"Ini aja sudah masuk 3 juta lah, apalagi sabtu minggu weekend," jelas Djohar sembari menunjukkan pemasukan dari QRIS BRI.
Meski awalnya tidak berencana untuk menerapkan QRIS di warungnya, pada akhirnya Ratiyah memasang QRIS agar memudahkan pelanggan. Pasalnya memberikan kemudahan pelanggan dengan sistem pembayaran menjadi prioritas setiap penjual, begitu juga dengan Ratiyah.
"Iya, kalau pelanggannya memang memudahkan. Kan sekarang sistemnya, zamannya sudah itu (sudah serba digital)," jelas Ratiyah.
QRIS Memudahkan Menabung
Ratiyah menjelaskan bahwa salah satu kelebihan penerapan QRIS BRI di warungnya adalah memudahkan dirinya untuk menabung. Namun, kekurangannya, ia tidak dapat langsung memegang uang tunai, sementara pada hari yang sama setelah berjualan ia perlu segera menyiapkan dana untuk membeli kebutuhan dagangan esok hari.
"Sebenarnya harus punya uang cadangan kalau punya QRIS itu, soalnya kalau enggak ya kita nggak bisa belanja," ungkap Ratiyah.
"Ibu belanja tiap hari, kalau keuntungannya hanya nabung" timpal Djohar.
Sebelumnya, Ratiyah tak pernah terpikirkan untuk menggunakan QRIS di warung gudeg sang ibunda. Namun setelah pihak bank BRI datang dan memberikan penawaran, Ratiyah pun menerapkan sistem pembayaran digital ini.
"Ya didatangi, sering datang gitulah," ungkap Ratiyah.
Pihak bank BRI memberikan pendampingan dari pemasangan hingga kini sudah berjalan. Djohar mengungkapkan jika tidak ada kendala selama satu tahun pemakaian QRIS. Dana langsung masuk ke rekening dan juga penarikannya mudah.
"Kalau mau ambil berapa itu dia langsung dikirim ke rumah (rekening)," jelas Djohar.
Digitalisasi membuat orang melek teknologi. Djohar mengungkapkan jika era digital seperti saat ini menguntungkan dan memudahkan dalam berbagai hal, begitu juga dengan adanya QRIS.
"Iya, menguntungkan. Lebih permudah," jelasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425780/original/070502300_1764237713-Soto_Tahu_Kemasan_Mbah_Wongso.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427840/original/034604500_1764427484-Wali_Kota_Malang_menyerahkan_simbolis_kartu_peserta_BPJS_Ketenagakerjaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427835/original/050060200_1764426419-Warga_di_Tapteng_jarah_minimarket.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427815/original/048729000_1764422295-Menkop_Ferry_Juliantono.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427802/original/051606200_1764420575-Direktur_LBH_Bandar_Lampung__Prabowo_Pamungkas_mendampingi_kontributor_Kompas_TV__Teuku_Khalid_Syah_usai_menjalani_pemeriksaan_lanjutan_oleh_penyidik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427781/original/052169100_1764417918-Menekraf_Teuku_Riefky_Harsya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424044/original/030657200_1764131018-52849dd0-061d-4666-bc04-84d17b11afb6.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427754/original/071713300_1764413958-Kain_khas_Banjar_sasirangan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427719/original/001336800_1764409785-Kejari_Enrekang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426933/original/076767600_1764321968-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_16.02.04__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427654/original/017622800_1764405244-1001250659.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427493/original/004240400_1764391254-IMG_8446.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427308/original/021516600_1764373824-Bobby_Tapteng.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426970/original/092425800_1764322634-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427303/original/076868800_1764369660-IMG_8430.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427093/original/058674400_1764326703-1000794399.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1503744/original/055901900_1486724745-20170210--IHSG-Ditutup-Stagnan--Bursa-Efek-Indonesia-Jakarta--Angga-Yuniar-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3893145/original/056566800_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308006/original/092016000_1754532950-Hyundai-Ioniq-6-facelift-Korea-6-e1754452327720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363858/original/020456500_1758978429-00004XTR_01383_BURST20250927170746.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3550569/original/020379800_1629871407-prison-553836_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307123/original/042222500_1754459147-IMG-20250806-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5299451/original/092313200_1753834571-1000012259.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3566688/original/041753800_1631185684-20210909-PPKM-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308152/original/095852800_1754537270-arenaev_001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362984/original/084412600_1758878600-IMG_20250926_133459.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5303234/original/002591400_1754051852-WhatsApp_Image_2025-08-01_at_19.24.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5308100/original/050054800_1754535536-audi-brings-controller-free-in-car-airconsole-gaming-to-the-us_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5314624/original/007345000_1755106542-unnamed_-_2025-08-14T000834.478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5219870/original/030732300_1747234550-6b3509c8-8c66-4f8b-a4e0-2410f0c14a90.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324978/original/041094000_1755918453-1000815490.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4410634/original/016949900_1682850414-isaac-smith-6EnTPvPPL6I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311006/original/028343100_1754811126-IMG-20250810-WA0001.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324719/original/081691500_1755859044-WhatsApp_Image_2025-08-22_at_17.28.12.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5295713/original/089477200_1753498280-VideoCapture_20250726-094705.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330926/original/076261400_1756371149-WhatsApp_Image_2025-08-28_at_09.26.55_a1262786.jpg)