Mercedes-Benz Pamerkan Wajah Baru GLC Listrik dengan Gril Menyala, Siap Debut di IAA Munich

3 weeks ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Mercedes-Benz siap memperkenalkan GLC versi listrik terbarunya di ajang IAA Munich 2025, menggantikan posisi EQC sebagai SUV listrik andalan. Pabrikan asal Jerman ini tampil beda dengan menghadirkan desain depan yang ikonik dan mencolok, disebut sebagai “face of light”, guna membedakan diri dari desain mobil listrik yang selama ini dinilai terlalu polos.

Fitur paling menonjol ada pada gril depan besar berlapis krom yang terinspirasi dari mobil klasik Mercedes, kini dipadukan dengan struktur kisi-kisi efek kaca asap yang memberi kesan modern dan mewah.

Tak hanya menarik secara visual, Mercedes juga menghadirkan paket pencahayaan opsional yang menjadikan GLC listrik ini tampil layaknya pertunjukan cahaya berjalan.

Paket tersebut menyematkan 942 titik lampu LED kecil yang menyala secara animatif saat pengemudi mendekat. Logo bintang tiga khas Mercedes dan panel di sekitarnya juga ikut menyala penuh, menciptakan tampilan mencolok yang langsung menarik perhatian, baik siang maupun malam.

Mercedes Tampil Beda, Bukan Sekadar Gaya

Desain ini merupakan respons atas kritik terhadap model EQE dan EQS sebelumnya yang dianggap kurang menggugah selera pasar. Kepala Desain Mercedes, Gorden Wagener, menyebut gril baru ini sebagai wajah baru merek Mercedes-Benz. “Ini bukan sekadar ubahan kosmetik, tapi simbol arah desain masa depan kami,” ujarnya.

CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius, menambahkan bahwa desain ini juga ditujukan untuk menarik minat pasar Tiongkok, yang kini dibanjiri lebih dari 100 merek EV lokal. Strategi ini menunjukkan keseriusan Mercedes untuk tetap kompetitif secara global, termasuk di pasar Asia yang sangat penting.

Di balik tampilannya yang futuristik, GLC listrik juga menyimpan teknologi canggih. Versi pertama yang akan diluncurkan adalah GLC 400 4Matic, dibangun di atas arsitektur listrik 800 volt.

Sistem ini memungkinkan pengisian daya super cepat dengan daya lebih dari 320 kW, yang diklaim mampu menambah jarak tempuh hingga 260 km hanya dalam 10 menit di stasiun pengisian daya yang kompatibel. Tak ketinggalan, GLC juga tetap kompatibel dengan stasiun 400 volt yang lebih umum digunakan.

Siap Bersaing di Kelas Atas

GLC listrik akan bersaing langsung dengan BMW iX3 dan Porsche Macan Electric di segmen SUV listrik premium. Dengan kombinasi desain mencolok dan teknologi pengisian daya cepat, Mercedes-Benz berharap GLC terbaru ini mampu merebut hati konsumen dan mengembalikan daya tarik khas brand bintang tiga di era kendaraan listrik.

Belum ada informasi resmi soal harga, namun debut resminya dijadwalkan pada September 2025 di Munich. Jika melihat strategi desain dan fitur yang ditawarkan, GLC listrik ini bisa menjadi salah satu penantang serius di pasar EV global, termasuk di Indonesia jika masuk secara resmi.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |