Akhir Cerita Staf yang Rampok BLT Rp 600 Juta dan Bacok Kepala Kantor Pos Takalar

11 hours ago 5

Liputan6.com, Takalar - Satreskrim Polres Takalar akhirnya berhasil menangkap pelaku perampokan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Cabang Takalar, Sulawesi Selatan, yang membuat geger banyak orang.

Pelaku diketahui bernama Sukrianto Gassing, yang tak lain merupakan pegawai di Kantor Pos Cabang Takalar tersebut.

Penangkapan dilakukan pada Minggu (30/11/2025), setelah pelaku sempat melarikan diri usai kejadian. Pelaku diamankan di wilayah Kabupaten Takalar dan langsung dibawa ke Mapolres Takalar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Iya betul sudah ditangkap, tadi malam," kata Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Hatta kepada Liputan6.com, Minggu (30/11/2025).

Dalam proses pengamanan, pelaku terlihat digiring oleh petugas kepolisian dari Posko Resmob Polres Takalar menuju Mapolres Takalar. Pelaku sempat diadang oleh sejumlah anggota keluarganya yang berusaha memeluknya sebelum dibawa masuk ke ruang pemeriksaan.

Hatta menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara pelaku mengakui perbuatannya. Namun dia tidak mengetahui secara persis jumlah uang yang dia rampok malam itu.

"Dia mengakui merampok, dia tidak hitung. Tapi dari hasil pemeriksaan uang yang hilang di Kantor Pos itu Rp 600 juta," bebernya.

Ironisnya, di hadapan penyidik, Sukrianto juga mengaku nekat merampok kantor Pos tempatnya bekerja dan melukai pimpinannya karena ia kecanduan judi online.

"Untuk main judol," ucap Hatta.

Staf Rampok dan Bacok Kepala Kantor Pos Takalar

Sebelumnya, Kepala Kantor Pos Cabang Takalar, Sulawesi Selatan, Suwanto Tahir, mengalami luka parah setelah menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh pegawainya sendiri. Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam, sekitar pukul 19.30 Wita, di Kantor Pos Cabang Takalar, saat aktivitas pelayanan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) baru saja selesai dan kantor bersiap ditutup.

Saat kejadian, korban tengah mengamankan uang BLT senilai ratusan juta rupiah ke dalam brankas kantor. Namun secara tiba-tiba, korban diserang dari belakang oleh Suprianto Gassing, yang diketahui merupakan staf Kantor Pos Cabang Takalar.

Pelaku memukul kepala dan tubuh korban menggunakan tabung alat pemadam api ringan (APAR), lalu membacok korban dengan senjata tajam jenis badik hingga korban terjatuh bersimbah darah. Pelaku juga merampas telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri.

Meski dalam kondisi luka serius, korban masih sempat dipapah keluar oleh warga sekitar dan segera dilarikan ke RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Saya dipukul dari belakang, lalu dibacok. Dia mau ambil uang BLT itu. Pelakunya Suprianto, staf kami sendiri,” ujar Suwanto Tahir.

Kesaksian tersebut turut dibenarkan oleh salah satu pegawai kantor pos, Daeng Senga, yang melihat langsung kondisi lokasi kejadian usai insiden berdarah itu.

“Betul, yang menikam itu teman sekantor. Waktu saya lihat, lantai kantor sudah penuh darah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Indonesia Wilayah Makassar, Adi, yang mendatangi lokasi, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia pun enggan berspekulasi ihwal dugaan perampokan itu, ia mengaku menyerahkan seluruhnya kepada pihak kepolisian.

“Kami sangat prihatin. Korban dan pelaku sama-sama merupakan karyawan kami. Saat ini kami menunggu hasil penyelidikan dari Polres Takalar,” ujarnya.

Mendapat laporan dari warga, tim Satreskrim bersama Inafis Polres Takalar langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dan memastikan uang BLT ratusan juta rupiah masih tersimpan aman di dalam brankas.

Hingga dini hari, Kantor Pos Cabang Takalar masih dijaga ketat aparat kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Di sisi lain, tim Resmob Polres Takalar terus melakukan pencarian terhadap pelaku yang melarikan diri usai melakukan penganiayaan.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |