Liputan6.com, Jakarta - Demo menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya selesai. Malam ini, sudah tidak ada lagi massa di sekitar Pendopo Alun-alun Pati.
Pasukan gabungan di bawah kendali Polda Jateng juga sudah ditarik dari halaman Pendopo Pati. Begitu juga BKO dari Polres Kendal, Polres Jepara, Polres Kudus, Polres Rembang dan Polres Grobogan.
Pantauan Liputan6.com di lokasi, Rabu (13/8/2025) petang, terlihat sejumlah kerusakan di kompleks Pemkab Pati. Kaca-kaca banyak yang pecah karena terkena lemparan batu.
Beberapa genteng di gedung-gedung perkantoran Pemkab Pati juga pecah. Bangunan utama kantor Bupati Pati juga tampak gelap. Kabarnya, jaringan internet dan jaringan listrik di area Kantor Bupati juga diputus. Terpaksa petugas menggunakan genset.
Sampah Berserakan di Jalan
Tak hanya kerusakan, ruas jalan juga dipenuhi sampah didominasi plastik dan sisa makanan. Aparat Kodim 0718/Pati bersama petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Pati sigap melakukan bersih-bersih.
Komunitas vespa tua Kota Pati juga turun membantu membersihkan sampah di depan Kantor Bupati dan kawasan Alun-alun Pati.
Sisa Air Mineral Dibawa Pulang
Selain itu, ribuan dus air mineral hasil donasi tampak masih tersisa di pinggir jalan. Warga yang yang berminat bisa membawa pulang.
"Eman-eman sih daripada rusak dan terbuang, pihak panitia posko donasi memberikan cuma-cuma kepada warga", ujar Siti Karomah warga Dengkek Pati, Rabu (13/8/2025).
Kardus dan kemasan air yang berserakan di jalan mendatangkan berkah tersendiri buat pencari barang rongsokan.
Polisi dari Polresta Pati Tetap Siaga
Meski pendemi sudah dibubarkan personel Polresta Pati tetap disiagakan di area Kantor Bupati Pati. Hal itu untuk mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan.
Haru Rabu (13/8) warga Pati Jawa Tengah ramai turun ke jalan. Mereka bergabung dalam aksi besar-besaran sebagai respon atas sikap bupatinya yang dianggap arogan. Awalnya aksi berjalan damai hingga sebagian massa tersulut emosi hingga terjadi bentrok ...