Liputan6.com, Bandung - Sajian kuliner di Bali memang terkenal kaya rasa dan penuh pilihan menarik untuk dicicipi. Daerah ini tidak hanya memiliki hidangan ayam betutu dan sate lilit tetapi juga ada hidangan tradisional lain yang menggugah selera seperti nasi tekor.
Sebagai informasi, nasi tekor menjadi salah satu makanan yang mulai mencuri perhatian para pecinta kuliner. Pasalnya makanan ini mempunyai keunikan penyajian dan cita rasanya yang khas.
Nama "tekor" sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti wadah dari anyaman bambu atau daun pisang berbentuk seperti pincuk. Sajian nasi ini memang tidak menggunakan piring melainkan disajikan dalam tekor yang semakin menambah nuansa tradisional.
Cara penyajiannya membuat pengalaman menyantap makanan menjadi lebih autentik dan unik. Nasi tekor biasanya disajikan dengan lauk pauk khas Bali seperti lawar, ayam suwir, sambal matah, serapah daging, telur pindang, hingga jukut urap.
Semua lauk tersebut diracik dengan bumbu Bali yang kuat dan kaya akan rempah dan menghasilkan cita rasa gurih, pedas, dan harum yang begitu menggoda. Keistimewaan nasi tekor juga ada pada racikan bumbunya.
Saat ini di Bali sendiri ada banyak tempat makan yang menjual nasi tekor yang sengaja dibuat dengan nuansa tradisional seperti di rumah tua, lengkap dengan perabot antik dan suasana zaman dulu.
Mengenal Nasi Tekor Bali
Nasi Tekor adalah salah satu sajian khas Bali yang menyajikan cita rasa tradisional dalam suasana tempo dulu. Nama “tekor” merujuk pada tempat penyajian nasinya yaitu pincuk yang terbuat dari daun pisang dan anyaman bambu.
Adapun warung nasi tekor dapat ditemukan di kawasan Desa Budaya Kertalangu, Denpasar. Desa budaya tersebut memang dikenal sebagai tempat yang melestarikan nilai-nilai tradisional Bali termasuk seni, budaya, hingga kuliner.
Nasi Tekor di desa ini dirintis oleh seorang tokoh masyarakat yang ingin mengenalkan kembali makanan khas Bali kepada generasi muda dan wisatawan dengan cara yang unik dan tradisional.
Menu yang disajikan dalam Nasi Tekor umumnya mencakup nasi putih, lawar, ayam suwir bumbu Bali, sate lilit, sambal embe, serta jukut ares. Semua hidangan ini diracik dengan rempah-rempah khas Bali yang kuat dan aromatik.
Daya Tarik Nasi Tekor Bali
Nasi Tekor Bali memiliki daya tarik utama pada konsep penyajian yang tradisional yaitu menggunakan daun pisang yang dibentuk menyerupai pincuk dan diletakkan di atas wadah anyaman bambu.
Gaya penyajian ini bukan hanya unik tetapi juga membawa pengunjung mengenal budaya terutama budaya masyarakat Bali yang masih sangat erat dengan adat dan kebiasaan makan tradisional.
Sajian utama Nasi Tekor sendiri terdiri dari kombinasi lauk khas Bali seperti ayam suwir bumbu bali, sate lilit, lawar, jukut ares, telur pindang, dan sambal. Seluruh elemen makanan tersebut disajikan dengan racikan bumbu tradisional yang kuat dan autentik khas Bali.
Selain dari rasa dan penyajiannya suasana di sekitar tempat makannya juga menambah keistimewaan. Pengunjung dapat menikmati makanan di area terbuka dengan suasana desa yang tenang, rindang, dan alami.
Lokasi ini mendukung pengalaman bersantap yang lebih menyatu dengan alam dan nuansa tradisional asri. Melansir dari ulasan Google, tempatnya juga meraih rating 4,7 dari total 1.368 pengguna.
Lokasi Nasi Tekor Bali
Nasi Tekor Bali berlokasi di Kawasan Desa Budaya Kertalangu, Jl. By Pass Ngurah Rai Tohpati No. 28, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar Bali, Bali dengan jam buka setiap hari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
Adapun perjalanan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai membutuhkan waktu sekitar 8 menit atau 21,1 km berkendara. Kemudian tempat ini cukup dekat dengan kawasan wisata Pantai Biaung sekitar 3,2 km atau 9 menit perjalanan.
Lokasinya bisa ditemukan dengan cukup mudah karena berada tepat di pinggir jalan dengan penanda tempat yang jelas dan bangunan khas. Pengunjung juga bisa menemukannya dengan mudah karena dekat dengan pintu masuk Bali International Golf Driving Range.