LPSK Tawarkan Perlindungan untuk Orang Tua Prada Lucky

2 weeks ago 18

Liputan6.com, Jakarta- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengunjungi rumah dinas orang tua Prada Lucky di Asrama Tentara Kuanino, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (15/8/2025). ‎‎

Dalam pertemuan tersebut, LPSK menyampaikan tugas dan kewenangannya, termasuk menawarkan perlindungan kepada saksi maupun korban kejahatan.‎‎

"Pertemuan ini masih bersifat awal dan sebatas diskusi ringan dengan keluarga. Kami menjelaskan tugas dan kewenangan LPSK, serta perlindungan yang bisa diberikan. Namun, pengajuan perlindungan masih tergantung keputusan keluarga,” ujar Wakil Ketua LPSK RI, Susilaningtias, kepada wartawan di Kupang, Jumat. ‎‎

Dia mengaku, tim LPSK yang berjumlah lima orang juga telah mendatangi Nagekeo untuk bertemu beberapa saksi terkait kasus ini. Dari hasil pertemuan, belum ada saksi yang mengajukan permohonan perlindungan.

LSPK Ingin Keluarga Prada Lucky Dapat Keadilan

LPSK menegaskan, selain perlindungan, pihaknya siap memberikan bantuan dan pendampingan bagi saksi maupun korban. ‎Menurut dia, keluarga menerima dengan positif kehadiran lembaga ini.

Dia berharap kasus ini dapat terungkap secara benar, terang, dan adil, sehingga korban dan keluarganya merasakan keadilan yang sesungguhnya.

‎‎“Kami berkomitmen membantu proses penegakan hukum kasus ini dengan memberikan perlindungan kepada saksi, korban, atau keluarganya," katanya.

‎‎LPSK berharap upaya ini dapat menciptakan rasa aman bagi saksi dan korban, sekaligus mendorong terungkapnya kasus secara tuntas.

Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior

Prada Lucky meninggal dunia setelah tiga hari dirawat intensif di ruang ICU RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, pada Rabu (6/8/2025). Dia diduga tewas karena dianiaya senior.

ersan Mayor Christian Namo, ayah Prada Lucky mengungkapkan kondisi sang putra sebelum meninggal dunia. Tubuh Prada Lucky dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok.

Bahkan, pada bagian punggung korban penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok. Sersan Mayor Christian Namo menduga, putranya tewas akibat ginjal pecah dan paru-paru bocor.

Motif Masih Misterius

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menuturkan bahwa TNI masih melakukan penyelidikan atas kematian Prada Lucky.

"Ini sedang diselidiki oleh yang berwajib, dalam ini Pomdam, Polisi Militer. Dan ini Polisi Militer, Pomdam pun sedang melakukan pemeriksaan," kata Piek kepada wartawan di rumah duka keluarga Prada Lucky, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/8/2025).

Dia meminta semua pihak untuk menunggu proses hukum yang sedang berlangsung. Piek juga akan melaporkan berbagai perkembangan penanganan kepada pimpinan.

"Kita tunggu prosesnya dan secepatnya akan kita sampaikan," tambahnya.

Dia menegaskan siapa pun yang terbukti terlibat dalam perkara ini harus diusut tanpa pandang bulu.

"Seluruhnya harus kita periksa sesuai dengan mekanisme hukum, dan akan kita sesuaikan dengan prosedur yang ada," pungkasnya.

20 Orang Jadi Tersangka

Piek Budyakto memastikan 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan Prada Lucky meninggal dunia.

"Sudah 20 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan," ucap Piek.

Sebagai seorang pimpinan TNI di wilayah Kodam IX/Udayana, Pangdam Udayana mengaku kehilangan prajurit muda.

Dia juga menyesalkan kejadian tersebut, dia mengaku akan menindak tegas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku.

"Kejadian ini, saya sesalkan dan saya sebagai Pangdam IX/Udayana sekaligus atasan langsung, di satuan ini atas peristiwa ini saya akan laksanakan tugas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku," tambah dia.

Read Entire Article
Saham | Regional | Otomotif |