Liputan6.com, Jakarta Mengidap penyakit keras seperti kanker di usia dini, tentu bukan keadaan yang 'dengan senang hati' harus dijalani anak-anak.
Kala kawan sepermainannya dengan ceria dan penuh energi berlari ke sana kemari hingga lelah bahagia, mereka justru tak boleh kepayahan bermain.
Nestapa itu harus dialami Nanda Cahya Saputra yang kini sedang melawan kanker kelenjar getah bening. Akibat penyakit yang dideritanya, tak lagi ada semangat dan kecerian menghiasi wajah siswi kelas V SDN 3 Kriyan Kabupaten Jepara ini.
Anak perempuan pasangan suami istri Muhammad Rofi’i dan Hartini yang tinggal di RT 11 RW 03 Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan Jepara ini, tak lagi bisa bersekolah bersama rekan-rekan sebayanya.
Nanda demikian panggilanya, harus menghadapi situasi begitu berat: yakni didiagnosis kanker getah bening. Impiannya untuk bisa melanjutkan sekolah di jenjang SMP pupus sudah. Bahkan kinginan bisa bermain bersama teman-temannya harus ia kubur dalam-dalam.
Bocah perempuan dari keluarga kurang mampu ini, harus tergolek lemas di tempat tidur dan tidak bisa beraktivitas normal. Kondisi memperihatinkan yang dialami Nanda ini telah berlangsung selama tiga tahun terakhir.
Kanker itu merenggut kemampuan Nanda berjalan, melihat hingga mendengar. Di tengah impitan ekonomi, kedua orang tua Nanda tak lelah berjuang semampu mereka agar anaknya bisa mendapatkan kesembuhan.
Kini mereka hanya pasrah dan tidak ada harta benda berharga yang bisa dijual untuk mengobatkan dan menyembuhkan putri mereka. Tiap hari, Nanda harus mengerang kesakitan di dalam rumahnya yang sederhana.
Ditemani Hartini sang ibu yang bekerja menjahit di rumah, tak lelah berupaya menghibur dan merawat Nanda yang kondisi kesehatannya terus menurun.
Nestapa yang dialami Nanda dan orang tuanya ini, sempat mengundang rasa empati warga. Tak jarang, tetangga dan warga lainnya ikut memberikan bantuan ala kadarnya. Warga juga bergotong royong membuka donasi bagi kesembuhan Nanda.
Warga Buka Donasi demi Nanda
Salah seorang tetangga Rofi’i pun tergerak untuk membantu meringankan penderitaan Nanda. Dengan memberanikan diri, tetangganya 'wadul' ke Bupati Jepara terkait kondisi Nanda yang nyaris pupus harapan untuk sembuh.
Ibarat gayung bersambut dan di luar dugaan, laporan warga itu langsung direaksi cepat oleh Pemkab Jepara. Usai menerima laporan yang masuk pada Senin (5/8) sore, Bupati Witiarso Utomo menginstruksikan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) untuk turun ke lapangan.
Witiarso ingin memastikan terpenuhinya layanan kesehatan untuk Nanda. Selama ini, Nanda merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) Daerah.
Karena itu, terkait urusan kesehatan Nanda, segera ditanggung oleh Pemkab Jepara. Tak hanya itu, keluarga Nanda juga mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa.
“Pemkab Jepara bersama Kemensos RI telah melakukan assessment terkait kondisi Nanda,” ujar Subkoordinator Rehabilitasi Sosial pada Dinsospermasdes Jepara, Iman Bagus Sesulih saat berkunjung di rumah Nanda, Rabu (6/8).
Dari hasil assessment yang dilakukan, putri pasangan Muhamad Rofi’i dan Hartini ini diarahkan untuk ditangani di Sentra Margo Laras Kabupaten Pati.
“Tujuannya agar layanan kesehatan maupun hak-hak Nanda lainnya bisa terpenuhi dengan maksimal,” tukas Imam Bagus.
Pemkab Jepara juga memberikan bantuan logistik, kursi roda, serta tali asih dari Baznas yang diterimakan kepada Rofi'i, orang tua Nanda.
Warga RT 11 RW 03 Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan itu berharap, bantuan yang diberikan pemerintah dan masyarakat, bisa membuat Nanda semangat dan terus berjuang melawan kanker yang diidapnya.
"Semoga Nanda mendapatkan perawatan terbaik dan bisa sembuh total, amin," harap Rofi'i.
Reporter : Arief Pramono